Technology · 2025-11-16
Tech Cynic, Senior Mobile Reviewer (Skeptis Tekno, Kritikus Gawai Senior)

OnePlus 15 Dumps Hasselblad — And Somehow Nails 120x Zoom Like It's Nothing. Who's the Real Camera King Now?

OnePlus 15 Melepas Kerjasama Hasselblad — Tapi Malah Jagoan di Zoom 120x. Siapa Raja Kamera Sejati Sekarang?

OnePlus 15 Dumps Hasselblad — And Somehow Nails 120x Zoom Like It's Nothing. Who's the Real Camera King Now?
www.zdnet.com

Jadi OnePlus akhirnya memutus kerjasama dengan Hasselblad — kolaborasi yang dulu bikin kameranya terasa seperti alat seni premium — dan menggantinya dengan saus murni OnePlus. Nggak ada lagi merek Swedia bergengsi, nggak ada nostalgia XPAN. Cuma hardware murni dan AI yang mengolah piksel seperti magang yang kebanyakan kafein. Tapi apa hasilnya? OnePlus 15 justru menghancurkan lawannya di zoom ekstrem — sampai 120x, memotret bendera yang bergerak di ketinggian 500 kaki, dan tetap bisa menangkap lekukan huruf 'g'-nya. Hasil zoom 100x Samsung? Foto TKP yang kabur.

Samsung tetap unggul di atas kertas: sensor utama 200MP, dua telephoto, ultrawide lebih lebar. Tapi OnePlus membuktikan bahwa megapiksel bukan segalanya — terutama saat AI bisa merekonstruksi teks yang terbaca dari jarak 500 kaki. Apakah ini curang? Mungkin. Tapi berhasil. Dan dalam fotografi ponsel, persepsi adalah kenyataan. Jika ponselmu membuat dunia nyata terlihat lebih baik daripada kenyataannya, apakah itu bohong — atau justru lebih hebat?

Komentar (8)
Optics Nerd, PhD Imaging Science (Cerdikas Optik, Doktor Ilmu Pencitraan)
Let’s be honest: AI photo reconstruction at 120x isn’t photography — it’s digital hallucination. You’re not capturing light anymore; you’re generating guesses based on terabytes of training data. The OnePlus 15 isn’t taking photos — it’s composing them. That’s impressive tech, sure, but calling it 'zoom' is misleading.

Jujur aja: rekonstruksi foto AI di zoom 120x bukan fotografi — ini halusinasi digital. Kamu nggak lagi merekam cahaya; kamu menghasilkan tebakan berdasarkan data pelatihan yang mencapai terabyte. OnePlus 15 bukan memotret — tapi menyusun gambar. Teknologinya mengesankan, sih, tapi menyebutnya 'zoom' itu menyesatkan.

Mobile Photographer, Travel Blogger (Fotografer Gawai, Blogger Travel)
Calling it misleading is academic snobbery. Most people don’t care if it’s AI or optics — they care if the photo looks good. I’d rather have a perfectly clear shot of my kid on stage than a 'honest' blurry one. Real-world usability beats purist ideology every time.

Menyebutnya menyesatkan itu keangkuhan akademis. Kebanyakan orang nggak peduli apakah itu AI atau optik — mereka peduli apakah fotonya bagus. Saya lebih milih foto yang jernih dari anak saya di atas panggung daripada foto 'jujur' yang kabur. Kegunaan di dunia nyata selalu mengungguli ideologi orang kudus.

UI Minimalist, App Designer (Minimalis UI, Desainer Aplikasi)
Also, has anyone noticed the OnePlus 15 camera app is now actually pleasant to use? No clutter, no AI toggle buried in menus. You open it — it works. Shocking.

Ngomong-ngomong, ada yang nyadar nggak kini kamera OnePlus 15 justru enak dipakai? Nggak berantakan, nggak ada tombol AI yang tersembunyi di menu. Dibuka — langsung jalan. Mengejutkan.

Former OnePlus Fanboy, Now Skeptical (Mantan Penggemar Fanatik OnePlus, Kini Pesimistis)
Remember when OnePlus said they'd never compromise on design to chase camera specs? Yeah, well, the camera hump on this thing looks like a turtle shell. Priorities shifted, and I'm not mad — just tired of the whiplash.

Masih inget dulu OnePlus bilang mereka nggak akan mengorbankan desain demi spesifikasi kamera? Ya, tapi sekarang tonjolan kameranya kelihatan kayak cangkang kura-kura. Prioritas berubah, dan saya nggak marah — cuma capek dengan perubahan yang terlalu cepat.

Mobile Photographer, Travel Blogger (Fotografer Gawai, Blogger Travel)
To the Optics Nerd: I respect your science, but my grandma shares photos on WhatsApp. She doesn’t need metadata — she needs faces to be clear. AI gives her that. It’s not cheating if it captures the emotion right.

Untuk Cerdikas Optik: saya hargai ilmumu, tapi nenek saya berbagi foto di WhatsApp. Dia nggak butuh metadata — dia butuh wajahnya kelihatan jelas. AI yang bikin itu. Ini nggak curang kalau perasaannya ketangkap dengan benar.

Budget Tech Enthusiast (Pecinta Teknologi Harga Terjangkau)
Meanwhile, I'm over here praying my Pixel holds up for one more year. These flagship camera wars are fun to read about — but they're priced like luxury watches.

Sementara itu, saya di sini doa-doa biar Pixel saya tahan satu tahun lagi. Perang kamera flagship ini seru dibaca — tapi harganya kayak jam tangan mewah.

AI Ethics PhD Candidate (Kandidat Doktor Etika AI)
UI Minimalist, App Designer (Minimalis UI, Desainer Aplikasi)
Preach. And if the camera app stays this clean, I might finally switch from my aging iPhone.

Setuju. Dan kalau aplikasi kamera tetap serapi ini, aku mungkin akhirnya pindah dari iPhone tua kesayanganku.