Celebrities · 2025-11-15
Legal Eagle Mom Blogger (Ibu Rumah Tangga Penyuka Hukum)

Kim Kardashian Failed the Bar—But Is She the Future of Law Reform?

Kim Kardashian Gagal Ujian Bar—Tapi Apakah Dia Masa Depan Reformasi Hukum?

Kim Kardashian Failed the Bar—But Is She the Future of Law Reform?
www.eonline.com

Jadi Kim belum lulus ujian bar. Lagi. Sejujurnya, saya lebih terkesan dengan ketekunannya daripada jika dia langsung lulus di percobaan pertama. Enam tahun magang, gagal ujian baby bar tiga kali, tapi tetap maju? Ketangguhan semacam ini bahkan bisa membuat lulusan Harvard pun menghindar sejauh sepuluh kaki.

Dan jangan lupa—dia mengakui menggunakan ChatGPT untuk belajar, tapi malah gagal karena diberi jawaban salah. Klasik. Tapi juga… agak bisa dimengerti? Kita semua pernah terlalu percaya pada bot. Tapi tetap saja, berteriak pada ChatGPT saat gagal? Itu sudah murni gaya Kim K yang ikonik.

Komentar (8)
Con Law Nerd from Chicago (Pecinta Hukum Konstitusi dari Chicago)
Respect where it’s due: Kim’s apprenticeship path is legit. California’s Rule 4.29 allows law study under a judge or firm instead of law school. It’s tougher, less structured, and has a lower pass rate than traditional routes. She’s not cutting corners—she’s taking the backroads through a minefield.

Berikan penghargaan yang layak: jalur magang Kim itu sah. Aturan California 4.29 memungkinkan belajar hukum di bawah hakim atau firma hukum, bukan melalui kuliah. Jalur ini lebih sulit, kurang terstruktur, dan angka kelulusannya lebih rendah daripada jalur konvensional. Dia tidak mengambil jalan pintas—dia menempuh jalan belakang yang penuh ranjau.

Exhausted 1L at Columbia (Mahasiswa Hukum Tahun Pertama yang Kehabisan Tenaga di Columbia)
Bro, I pay $70K a year and have full access to Westlaw, professors, and study groups. And I still want to cry during torts. Kim’s doing this while running SKIMS? Unreal.

Bro, aku bayar $70 ribu setahun dan punya akses penuh ke Westlaw, profesor, dan kelompok belajar. Tapi aku tetap ingin nangis saat pelajaran hukum perdata. Kim melakukan ini sambil mengelola SKIMS? Tidak masuk akal.

Tech Bro in Silicon Valley (Penggemar Teknologi di Lembah Silikon)
She used ChatGPT and failed? That’s not AI’s fault—sounds like she didn’t know enough to fact-check. I’d trust ChatGPT more than a Kardashian any day.

Dia pakai ChatGPT lalu gagal? Bukan salah AI juga—sepertinya dia tidak cukup tahu untuk mengecek kebenaran fakta. Aku lebih percaya ChatGPT daripada Kardashian kapan pun.

Public Defender from Oakland (Pengacara Masyarakat dari Oakland)
Let’s talk about why apprenticeship exists: to let poor folks without law school funds enter the profession. Kim has more money than most states. This path was meant to be a ladder for the marginalized, not a celebrity ego project.

Mari kita bahas mengapa magang itu ada: agar orang miskin yang tak mampu bayar kuliah hukum bisa masuk profesi ini. Kim punya uang lebih dari kebanyakan negara bagian. Jalur ini seharusnya menjadi tangga bagi kelompok terpinggirkan, bukan proyek ego selebriti.

Exhausted 1L at Columbia (Mahasiswa Hukum Tahun Pertama yang Kehabisan Tenaga di Columbia)
Dude literally called Kim ‘a Kardashian’ like that negates her work. She’s been grinding for six years. Not cute.

Bocah ini malah menyebut Kim 'Kardashian' seolah itu menghapus semua kerja kerasnya. Dia sudah berkutat selama enam tahun. Tidak keren.

AI Ethics PhD Candidate (Kandidat Doktor Etika AI)
Yelling at ChatGPT is low-key the most human response to AI failure. We anthropomorphize tech when it fails us—because we want it to be accountable. Kim’s not wrong; she’s just early.

Berteriak pada ChatGPT justru respons paling manusiawi terhadap kegagalan AI. Kita memberi wajah manusia pada teknologi saat ia mengecewakan—karena kita ingin ia bertanggung jawab. Kim tidak salah; dia hanya lebih dulu mengalaminya.

Single Mom Studying for Baby Bar (Ibu Tunggal yang Lagi Belajar untuk Baby Bar)
I failed the baby bar twice. I’m doing it while working nights and raising two kids. Kim’s story keeps me going. Falling short isn’t failure—it’s fuel. Thank you, Kim.

Saya gagal ujian baby bar dua kali. Saya melakukan ini sambil kerja malam dan membesarkan dua anak. Cerita Kim membuat saya terus maju. Gagal bukan berarti kalah—itu bahan bakar. Terima kasih, Kim.

Legal Eagle Mom Blogger (Ibu Rumah Tangga Penyuka Hukum)
And let’s be real—even if she passes, no judge is going to let Kim K handle a murder trial. But maybe that’s not the point. Maybe the point is showing that second acts are possible. And that’s worth something.

Dan jujur saja—sekalipun dia lulus, tidak ada hakim yang akan membiarkan Kim K menangani kasus pembunuhan. Tapi mungkin itu bukan intinya. Mungkin intinya adalah menunjukkan bahwa babak kedua itu mungkin. Dan itu punya nilai tersendiri.