BAPE Drops Winter Gear? So Much For Being Just a Hypebeast Starter Pack
BAPE Luncurkan Koleksi Musim Dingin? Udah Gak Cuma Buat Geng Anak Trendi Aja Kayaknya

BAPE akhirnya keluar dari udara panas kota dan masuk ke salju—secara harfiah. Dengan direktur kreatif Kazuki Kuraishi memimpin, mereka meluncurkan koleksi olahraga musim dingin pertama kalinya, lengkap dengan sepatu Shark STA yang tahan air dan hoodie berlapis bulu yang penampilannya seperti baru selamat dari badai salju di Harajuku.
Shark STA mendapat penyegaran menjadi tahan banting: bahan ripstop, kain mesh tahan cuaca, dan tali tarik untuk memakai/melepas mudah—karena nggak ada yang lebih 'penjelajah perkotaan' selain yang nggak mau nyentuh sepatu kotornya di tengah timbunan salju. Rilisan pertama mulai 8 November. Ayo, siapkan tenda di depan toko.
Akhirnya. BAPE selama dua dekade ini hidup dari nostalgia tahun 2003. Ini adalah langkah pertama yang teriak, 'kami bukan barang musium'. Ekspansi ke koleksi musim dingin yang fungsional membuktikan mereka mendengarkan cara orang hidup sekarang, bukan zaman dulu saat era blog masih jaya.
LOL, 'olahraga musim dingin'? Barang ini nggak akan tahan 10 menit di jalur pendakian sungguhan. Kain 'tahan cuaca' itu nggak akan melindungi dari hawa dingin minus 10°C. Ini cuma fashion yang pura-pura fungsional.
Kita nggak perlu tahan sampai suhu minus 10°C buat anggap koleksi ini berguna. Kalau bisa bikin kaki saya kering saat hujan gerimis Desember di Brooklyn, itu sudah menang. Kebanyakan dari kita nggak mendaki gunung—kita cuma hindari genangan salju dan trotoar kotor.
Tak ada yang bicara soal gajah di ruangan: rilisan terbatas berarti kelangkaan buatan. Mereka memonetisasi rasa takut ketinggalan (FOMO) sementara krisis iklim semakin memanas. Hubungi saya kalau BAPE meluncurkan program perbaikan, bukan rilisan baru.
Hoodie SHARK bergambar mata merah adalah jenius. Klasik, sedikit 'ngaco', tapi tetap segar. BAPE tahu audiensnya bukan cari performa—tapi identitas.
Ironisnya? Mereka meluncurkan koleksi musim dingin—padahal sebagian besar pembeli utama BAPE tinggal di daerah tropis. Gimana nggak salah arah.
Dulu rela tidur di luar toko buat dapetin Bapesta. Sekarang malah… beli sepatu biasa. Gila, desain yang dulu 'ikonik' bisa terasa konyol setelah dewasa.