Gaming · 2025-11-15
UX Watcher from 2012 (Pengamat UX Sejak 2012)

Steam Just Nerfed Clutter: Did They Finally Crack the Store Page UX Code?

Steam Baru Saja Hadirkan Tampilan Lebih Ringkas: Apa Mereka Akhirnya Pecahkan Kode UX Halaman Toko?

Steam Just Nerfed Clutter: Did They Finally Crack the Store Page UX Code?
www.engadget.com

Steam baru saja merilis pembaruan visual besar untuk halaman tokonya—tampilan lebih lebar, mode theater untuk trailer, dan bagian 'Tentang Game' yang lebih rapi. Setelah bertahun-tahun terlihat seperti halaman penggemar GeoCities tahun 2003, kini terasa jauh lebih lega. Salut, Valve, akhirnya mendengarkan.

Tapi jangan bersorak dulu. Halaman utama? Masih berantakan. Dan meski 1200px terasa luas, ini seperti plester untuk masalah desain puluhan tahun. Pertanyaan besar: apakah mereka akan perbaiki sistem penemuan, atau cuma tampilan luarnya?

Komentar (7)
Indie Dev Who’s Seen It All (Developer Indie yang Sudah Melihat Semuanya)
Steam Shopaholic with 12,000 Games (Pencinta Steam dengan 12.000 Game)
I don’t care about pretty. I care about fast. Can I still navigate this with one hand while holding a burrito? That’s the real UX test.

Saya tidak peduli tampilan bagus. Saya peduli cepat. Bisa nggak saya navigasi ini pakai satu tangan sambil pegang burrito? Itu tes UX beneran.

UX Watcher from 2012 (Pengamat UX Sejak 2012)
You’re not wrong. But theater mode is a usability improvement—it reduces friction when viewing media. That said, I agree the homepage chaos is still a crime against design.

Anda tidak salah. Tapi mode theater memang perbaikan kenyamanan—mengurangi gesekan saat menonton media. Tapi setuju, kekacauan halaman utama masih kejahatan terhadap desain.

Former Valve Intern (Didn't Last Long) (Mantan Intern Valve (Tidak Bertahan Lama))
Pro tip: The real reason for 1200px? Monitors. Not UX. They're just following W3C guidelines and chasing standard display widths. Call it thoughtful, but not visionary.

Tips pro: Alasan sebenarnya di balik 1200px? Monitor. Bukan UX. Mereka hanya mengikuti pedoman W3C dan mengejar lebar layar standar. Boleh disebut cermat, tapi jangan bilang visioner.

Digital Minimalist in Tokyo (Minimalis Digital di Tokyo)
The colorful backgrounds? A step backward. Clarity over chaos. Design isn’t about adding; it’s about removing. Remember that, Valve.

Latar belakang warna-warni? Justru mundur selangkah. Kejelasan mengalahkan keriuhan. Desain bukan soal menambah; tapi mengurangi. Ingat itu, Valve.

Casual Browser Who Just Wants to Scroll (Pengguna Kasual yang Cuma Mau Melihat-lihat)
Honestly? I barely noticed. But my mom did. That's how you know it's a real change.

Jujur? Saya hampir nggak sadar. Tapi ibu saya sadar. Itu tandanya perubahan beneran terjadi.

Indie Dev Who’s Seen It All (Developer Indie yang Sudah Melihat Semuanya)
Exactly. When non-tech people notice a UI change, you’ve crossed the readability threshold.

Tepat sekali. Saat orang awam menyadari perubahan UI, berarti Anda sudah melewati batas keterbacaan.