Is Bird Flu the Next Pandemic Waiting to Happen? One Death Says Yes — But Are We Ready?
Apakah Flu Burung Jadi Pandemi Berikutnya yang Tinggal Menunggu Waktu? Satu Kematian Bilang Iya — Tapi Kita Siap Belum?

Setelah kematian pertama akibat flu burung H5N5 dan wabah global yang melonjak, para ahli terbelah: apakah ini cuma alarm zoonosis biasa atau peringatan dini pandemi skala besar? Dengan ditemukannya H5N1 di Pulau Heard yang terpencil—4.000km dari Perth—jelas virus ini tak tinggal diam. Dan meski penularan antarmanusia masih langka, angka kematian 48% pada infeksi H5N1 membuat satu kasus saja jadi skenario buruk yang menakutkan.
Pemerintah menghabiskan jutaan dolar untuk pengawasan dan persiapan vaksin, tapi apa kita mengulangi kesalahan yang sama seperti saat COVID-19? Fakta bahwa H5N5 belum punya vaksin khusus—padahal sumber hewannya sudah diketahui—terasa seperti deja vu. Namun tetap saja, pejabat bersikeras risikonya 'sangat rendah'. Jadi, ini meyakinkan atau sekadar lengah yang memakai jas lab?
Penyebaran H5N1 ke Pulau Heard bukan cuma simbolis—ini tanda bahaya biologis. Burung tak punya paspor. Saat virus sampai ke ekosistem dekat Antartika, artinya pola migrasi global membawanya lintas benua. Kita mengawasi burung, bukan perbatasan.
Mudah bagi ahli kesehatan kota bilang 'risikonya rendah' kalau mereka bukan yang membersihkan sapi mati. Bulan lalu, kami kehilangan tiga sapi perah dengan gejala neurologis. Tidak ada wabah resmi, tapi kami tahu apa yang kami lihat. 'Jalan-jalan di hutan dengan senang'? Coba saja memerah sapi sakit jam 5 pagi tanpa sarung tangan dan bilang seberapa senang kamu rasanya.
H5N5 belum punya vaksin untuk saat ini, tapi platform mRNA memungkinkan kita beralih cepat. Masalah utamanya? Persetujuan regulasi dan produksi berbasis telur. Kita masih pakai teknologi usia 70 tahun untuk melawan virus abad ke-21.
Setiap flu jadi ancaman pandemi sampai akhirnya tidak jadi apa-apa. Ingat flu burung 2005? Flu babi 2009? Histeria H1N1? Kita panik, lalu bosan. Sekarang giliran burung lagi. Aku baru percaya ini serius kalau sekolah ditutup dan larangan bepergian. Sampai saat itu, tolong sedia ayam goreng.
Pandemi tidak dimulai di ruang rapat; mereka dimulai di kandang dan pasar basah. Kesiapan bukan tentang menunggu kasus manusia. Ini tentang menghentikan lompatan dari hewan dulu. Setiap dolar yang dihabiskan untuk keamanan biologi peternakan menghemat sepuluh kali lipat di UGD rumah sakit.
Tepat sekali. Dan jangan lupa: perubahan iklim mengubah jalur migrasi jadi jalan tol virus. Burung migrasi lebih awal, lebih jauh, lebih sakit. Kita bukan cuma mengamati alam—kita mengamati perubahan bentuknya karena tekanan.
Dan jangan kasih kami 'tidak ada wabah resmi' saat kami mengubur sapi setiap minggu. Dokumen takkan hentikan virus. Peternak butuh APD, tes, dan dukungan—bukan definisi dari buku pelajaran.
Aku pakai N95 selama dua tahun berturut-turut selama COVID. Sekarang aku dibilang flu burung 'risikonya rendah' sementara pekerja peternakan susu terinfeksi? Coba ulangi, kenapa kita menunggu sampai tempat tidur ICU penuh baru bertindak?