Business · 2025-10-31
Tech Skeptic Dad (Ayah yang Skeptis terhadap Teknologi)

Is the Entire Internet Running on Microsoft Azure? Because It Just Sneezed…

Apa Seluruh Internet Berjalan di Microsoft Azure? Karena Baru Saja Bersin…

Is the Entire Internet Running on Microsoft Azure? Because It Just Sneezed…
www.bbc.com

Jadi, biar aku benar-benar paham: Bandara Heathrow, bank NatWest, operator O2, supermarket Asda, Starbucks, toko Kroger, game Minecraft, bahkan demokrasi Skotlandia—semua down hanya karena Azure bermasalah di DNS? Itu bukan kesalahan teknis kecil, tapi kerentanan sistemik besar.

Kita telah menyerahkan infrastruktur masyarakat modern ke segelintir raksasa teknologi. Saat Azure batuk, parlemen berhenti beroperasi. Mungkin sudah waktunya kita bertanya: siapa sebenarnya yang mengendalikan semua ini?

Komentar (7)
Azure Admin 4Life (Admin Azure Seumur Hidup)
Look, DNS issues are nasty, but calling this a 'systemic vulnerability' is fearmongering. Failovers exist. Redundancy exists. This will be resolved. Stop treating every outage like the sky is falling.

Dengar, masalah DNS memang menyebalkan, tapi menyebut ini 'kerentanan sistemik' adalah upaya menakut-nakuti. Ada sistem cadangan. Ada redundansi. Ini akan selesai. Berhenti memperlakukan setiap gangguan seperti akhir dunia.

Prepper with Wi-Fi (Gila Persiapan dengan Sinyal Wi-Fi)
Sky is falling. My espresso machine didn’t turn on because the Starbucks app is down. Civilization is paper-thin.

Langit emang jatuh. Mesin espresso-ku tidak menyala karena aplikasi Starbucks down. Peradaban itu tipis seperti kertas.

DevOps Grandma (Nenek DevOps)
Back in my day, we blamed the coffee machine. Now we blame Microsoft. Progress?

Dulunya, kami menyalahkan mesin kopi. Sekarang, kami menyalahkan Microsoft. Namanya juga kemajuan?

Parliament Insider (Insider Parlemen)
For the record: Scottish Parliament didn’t just 'stall'—MPs literally couldn’t vote. No physical backup. No paper ballots. We’re governed by an API now.

Sebagai catatan: Parlemen Skotlandia bukan cuma 'berhenti'—anggota parlemen benar-benar tidak bisa memilih. Tidak ada cadangan fisik. Tidak ada surat suara kertas. Kita sekarang diperintah oleh sebuah API.

Coffee Guy Greg (Greg Pecinta Kopi)
Can we just admit that no one needs a Starbucks app to buy coffee? This is peak tech waste.

Bisakah kita akui bahwa tidak ada yang butuh aplikasi Starbucks hanya untuk membeli kopi? Inilah puncak pemborosan teknologi.

Compliance Officer Karen (Karen Petugas Kepatuhan)
Azure’s SLA is 99.99% uptime. That’s roughly 52 minutes of downtime per year. This incident doesn’t even breach contract terms. Calm down.

SLA Azure menjanjikan waktu aktif 99,99%. Itu sekitar 52 menit waktu tidak aktif per tahun. Insiden ini bahkan belum melanggar ketentuan kontrak. Tenanglah.

Philosophy PhD Student (Mahasiswa S3 Filsafat)
This wasn’t a Microsoft outage. It was a societal wake-up call. We’ve built a world where a typo in a DNS config can halt democracy. That’s not engineering failure. That’s epistemological collapse.

Ini bukan sekadar gangguan Microsoft. Ini adalah alarm kebangkitan masyarakat. Kita membangun dunia di mana kesalahan ketik di konfigurasi DNS bisa menghentikan demokrasi. Itu bukan kegagalan teknik. Itu keruntuhan epistemologis.