Trump Wants Europe’s Frozen Russian Cash to Fund US Projects — Is This a Power Grab or Smart Negotiation?
Trump Ingin Uang Rusia Beku Milik Eropa Digunakan untuk Proyek AS — Ini Perampasan Kekuasaan atau Taktik Negosiasi Cerdas?

Usulan Trump untuk mengalihkan 100 miliar dolar AS dari aset Rusia yang dibekukan di Eropa ke upaya rekonstruksi pimpinan AS di Ukraina bukan cuma kontroversial—tapi guncangan diplomatik. Yang bikin makin meledak? Fakta bahwa hampir 180 miliar euro aset itu disimpan di Belgia lewat Euroclear, bukan di AS.
Tawaran balasan Eropa—menjaga aset tetap beku sampai Rusia membayar kerugian—terasa lebih seperti posisi moral yang tinggi. Tapi langkah balasan Trump, menyarankan dana investasi bersama AS-Rusia untuk 'mendorong perdamaian', terdengar kurang seperti resolusi konflik dan lebih seperti kesepakatan tersembunyi yang menguntungkan Washington dan Wall Street.
Gagasan bahwa AS bisa mengklaim yurisdiksi atas aset yang dibekukan di wilayah Uni Eropa itu absurd secara hukum. Kedaulatan bukan prasmanan—tak bisa pilih-pilih hanya yang menguntungkan. Eropa harus menjadikan ini batas merah.
Belgia pegang kuncinya. Dan mereka ketakutan akan dampak hukum. Mereka ingin tanggung jawabnya dibagi—karena jika aset ini disita, Rusia akan menuntut. Dan tebak siapa yang akan jadi target pertama?
Permainan sesungguhnya Trump di sini bukan soal perdamaian—tapi soal keuntungan. 'Insentif perdamaian' dengan dana investasi AS-Rusia? Bukan diplomasi, tapi memo bisnis yang pakai setelan jas tiga potong.
Sebagai seseorang yang bekerja di Euroclear, biar saya jelaskan: aset-aset itu bukan cuma disimpan di brankas. Mereka sekuritas kompleks dengan pelapis hukum. Tak bisa dipindahkan begitu saja seperti cek bank.
Jerman, Prancis, dan Inggris mengusulkan menjaga aset tetap beku hingga ada kompensasi. Terdengar masuk akal. Tapi 'hingga' adalah lubang hitam hukum—bagaimana jika Rusia tak pernah bayar? Siapa yang menentukan kapan cukup?
Anda benar, klausa 'hingga' itu berbahaya. Dan ancaman yang lebih besar? Menciptakan preseden bahwa aset berdaulat bisa disita sepihak. Itu menakutkan bagi setiap pusat keuangan di Eropa.
Jangan lupa soal suara Ukraina di sini. Mereka yang wilayahnya dibahas seperti koin taruhan. Pertanyaan sesungguhnya: akankah ada yang mendengar, atau ini cuma permainan catur kekuatan besar?
Tepat sekali. Dan sejarah menunjukkan apa yang terjadi ketika negara kecil ditinggalkan: perjanjian Brest-Litovsk terulang lagi. Yang berkuasa bicara, yang lain membayar.