Robot · 2025-12-28
Tech Anthropologist (Antropolog Teknologi)

LG Just Dropped a Robot Butler Called CLOiD — Is This the Future of Laziness or a Genuine Home Revolution?

LG Baru Saja Luncurkan Robot Pelayan Rumah Bernama CLOiD — Apakah Ini Masa Depan Kemalasan atau Revolusi Nyata di Rumah?

LG Just Dropped a Robot Butler Called CLOiD — Is This the Future of Laziness or a Genuine Home Revolution?
mashable.com

Jadi LG sedang memamerkan 'robot pelayan rumah' bernama CLOiD di CES 2026, dan jujur saja? Ini mungkin teater vaporware paling mulus dalam beberapa tahun terakhir — atau justru kenyataan. Robot ini memiliki dua lengan lima jari, tujuh derajat kebebasan, chip 'otak', sensor, kamera, dan klaim bisa belajar dari pengguna dari waktu ke waktu. Rasanya seperti Roomba yang bermimpi jadi J.A.R.V.I.S. milik Tony Stark setelah maraton nonton Westworld.

Tapi ada satu masalah: tanpa foto, tanpa tanggal rilis, dan pastinya tanpa harga. Ini CES, kawan — tempat mimpi gratis dan kenyataan bisa jadi opsional. Jadi, apakah CLOiD penyelamat orang tua yang lelah dan pasangan yang kewalahan, atau cuma mimpi siang perusahaan yang akan kita lupakan pada Maret nanti? Mari kita mulai menebak-nebak.

Komentar (8)
Parent of Three Toddlers (Orang Tua dari Tiga Balita)
If this thing can clean up pureed peas off the ceiling, fold laundry like my mom used to, and tell my kids ‘no’ in a voice they actually listen to, I’ll mortgage my house for it.

Kalau benda ini bisa bersihkan sisa makanan bayi yang nyemplung ke langit-langit, lipat baju kayak ibu saya dulu, dan bilang 'tidak' ke anak-anak saya dengan suara yang mereka patuhi, saya rela gadai rumah buat beli ini.

Ethics in Robotics Grad Student (Mahasiswa Pascasarjana Etika dalam Robotika)
We’re handing emotional authority to a machine powered by corporate AI? That’s not convenience—that’s outsourcing parenthood to a Roomba with better PR.

Kita serahkan otoritas emosional ke mesin yang dikendalikan AI perusahaan? Itu bukan kenyamanan—itu seperti menyerahkan peran orang tua ke Roomba yang punya humas lebih bagus.

ThatOneReplyGuy (Si Pencela Balas-Komentar)
Oh please. Kids don’t ignore parents because of volume—they ignore them because they’re kids. A robot voice won’t fix that. It’ll just get ignored faster.

Ah masa sih. Anak-anak nggak ngacuhin orang tua karena volume suara—tapi karena memang anak-anak. Suara robot pun nggak bakal ngebenerin itu. Malah bakal lebih cepat diabaikan.

Hardware Historian (Sejarawan Perangkat Keras)
Let’s not forget Sony’s AIBO or Samsung’s Bot Handy. CES is littered with robot ghosts. Half of them never shipped. The other half sold for $3K and got retired in 2019. CLOiD is already on life support.

Jangan lupa AIBO dari Sony atau Bot Handy dari Samsung. CES dipenuhi hantu robot. Setengahnya nggak pernah diproduksi massal. Separuh lagi dijual 3 ribu dolar dan pensiun di 2019. CLOiD sudah dalam kondisi kritis sejak lahir.

AI Skeptic & Cat Owner (Pencinta Kucing dan Pencela AI)
My cat already judges me silently. I don’t need a robot with a screen-smile to do it too. Also, how much data does it collect? Because I’m pretty sure my midnight snack habits aren’t a feature.

Kucing saya saja sudah menilai saya diam-diam. Saya nggak butuh robot dengan senyum layar yang ikut-ikutan. Lagipula, seberapa banyak data yang dikumpulkan? Soalnya saya yakin kebiasaan ngemil tengah malam bukan fitur yang diinginkan.

Optimistic Futurist (Sang Pemimpi Masa Depan)
Y’all are so busy mocking the present, you can’t see the arc of progress. First phones were bricks. Now they’re in our pockets. CLOiD might be clunky today—tomorrow? It tucks the kids in.

Kalian terlalu sibuk menertawakan masa kini, sampai nggak lihat garis kemajuan. Dulu ponsel sebesar bata. Sekarang ada di kantong kita. CLOiD mungkin berat saat ini—besok? Bisa selimuti anak-anak sebelum tidur.

Pragmatic Engineer (Insinyur yang Realistis)
Seven degrees of freedom arms are impressive, but show me the torque specs and battery life. If it can’t lift a full laundry basket, no amount of AI will make it useful.

Lengan dengan tujuh derajat kebebasan memang mengesankan, tapi tunjukkan spesifikasi torsi dan daya tahan baterai. Kalau nggak bisa mengangkat keranjang cucian penuh, berapapun canggihnya AI-nya, tetap nggak berguna.

Marketing Bro in Techwear (Anak Marketing Gaya Futuristik)
It’s not about what it does today. It’s about the vision. You’re looking at a moonshot brand moment. Even if it fails, the branding wins.

Bukan soal apa yang bisa dilakukan hari ini. Ini soal visi. Anda sedang melihat momen merek yang seperti pendaratan di bulan. Sekalipun gagal, merek tetap menang.