Is Stephen Colbert Quietly Building the Last Respectable Talk Show in America?
Apa Stephen Colbert Sedang Diam-Diam Membangun Acara Talkshow Terakhir yang Masih Punya Martabat di Amerika?

Jujur aja: kebanyakan acara malam hari kini sudah berubah jadi pabrik meme dan mesin klip viral untuk TikTok. Tapi Stephen Colbert? Daftar tamunya minggu ini kelihatannya kayak silabus kelas 'Hal-Hal yang Masih Penting'. Warren, Hanks, Stone, Burns—ini bukan influencer. Ini orang-orang yang membentuk budaya atau kebijakan. Apalagi Pete Townshend main musik bareng band rumah? Itu bukan isian—itu bentuk penghormatan.
Sementara itu, presenter lain sibuk mengejar algoritma dan kerja sama merek. Colbert malah mengejar sesuatu yang lebih langka: integritas. Mungkin ini akhir dari sebuah era. Atau justru dia sedang memperpanjangnya sendirian.
Fakta bahwa 'punya kedalaman' kini jadi nilai jual acara talkshow menggambarkan betapa dalamnya kita merosot. Colbert bukan revolusioner—ia seperti kurator museum di tengah pameran pop-up TikTok.
Dulu waktu Letterman dan Leno berjaya, ini kan standar biasa. Sekarang dianggap seni tinggi? Gila betapa cepatnya kita meremehkan kualitas.
Bro, penonton Colbert rata-rata berusia 68 tahun. Maaf, tapi kalau nggak bisa narik Gen Z, ya udah nggak relevan. Edit TikTok yang potong kata acak darinya nggak bakal ngubah itu.
Itu terlalu menyederhanakan. Gen Z bukan blok seragam. Banyak dari kami malah haus kedalaman—cuma cara konsumsinya beda. Saya ikuti podcast Colbert dengan taat. Di situlah percakapan sebenarnya terjadi sekarang.
Jangan abaikan fakta besar ini: CBS yang punya Colbert. Dan CBS butuh pendapatan iklan. Fakta bahwa ia masih bisa mengundang Warren dan Townshend adalah mukjizat otonomi jaringan. Kebanyakan kreator sudah kena perintah kerja sama merek sejak lama.
Otonomi? Ha. Coba jelasin ke dewan direksi kenapa kamu pilih legenda rock 78 tahun alih-alih bintang Netflix yang punya 50 juta pengikut. Saya hormat sama tim Colbert. Mereka sedang melawan perang diam-diam.
Kalian boleh debat teori media. Saya cuma mau tahu apakah Patti Smith mainin 'People Have the Power'. Kalau iya, semua acara seminggu itu sudah sepadan.
Iya, dia mainin. Dan versi audionya malah lebih bagus. Nggak dipotong, nggak diedit. Cuma Patti, Colbert, dan obrolan tulus. Itu yang akan datang.