Kenya’s Diplomats Are ‘Discussing’ as Kenyans Get Targeted in Tanzania—Is This the New Face of East African Solidarity?
Diplomat Kenya Hanya 'Berunding' Sementara Warga Kenya Ditarget di Tanzania—Apakah Ini Wajah Baru Solidaritas Afrika Timur?

Jadi presiden Tanzania menang 98% suara—iya deh, sangat masuk akal—dan tiba-tiba warga Kenya yang tinggal di sana disalahkan atas kerusuhan? Jangan pura-pura ini soal pelintas batas ilegal atau izin kerja. Saat pemerintah butuh kambing hitam setelah pembantaian pasca-pemilu, mereka langsung menemukannya, dan selalu memilih yang rentan.
Seorang guru di tembak mati saat beli makanan. Mayat raib. Keluarga memohon jawaban. Dan respons Kenya? 'Saluran diplomatik'. Artinya: diam. Kapan kita berhenti memperlakukan diaspora sebagai pemikiran susulan politik?
Ini bukan cuma soal hubungan antarnegara. Ini darurat HAM. Kenya punya kewajiban hukum berdasar hukum internasional untuk melindungi warga negaranya di luar negeri. Mengajukan laporan resmi bukan perlindungan—itu cuma sandiwara administrasi. Di mana evakuasi darurat? Di mana tekanan sungguhan?
Kamu kira kirim kapal perang atas hal ini bijaksana? Kenya tidak mampu memutus hubungan dengan Tanzania. Kita berbagi perbatasan, perdagangan, dan kepentingan keamanan. Kadang diplomasi lambat karena teriakan justru bikin orang tewas.
Tak ada yang menyarankan kapal perang. Tapi tim konsuler darurat? Tempat penampungan sementara? Setidaknya bantu keluarga mencari orang tercinta. 'Melindungi hubungan bilateral' seharusnya bukan berarti mengorbankan nyawa manusia.
Lucu bagaimana tak ada yang bicara soal Kenya menahan dan mengusir warga Tanzania tanpa proses hukum. Hipokrisi sangat dalam di Nairobi soal perlakuan regional terhadap migran. Tanah moral itu pintu putar.
Jadi kita saling membatalkan pelanggaran karena 'keduanya bersalah'? Itu bukan keseimbangan—itu menyerah pada sikap sinis. Intinya adalah menentang pelanggaran di mana pun terjadi, bukan mengalihkan dengan 'kamu juga pernah'.
Keponakan saya hilang di Dar es Salaam. Tak ada yang di kedutaan menghubungi. Tak ada jawaban. Cuma katakan dia hidup atau mati. Tolong.
EAC butuh piagam perlindungan lintas batas yang mengikat—untuk semua warga negara, bukan cuma barang. Sampai saat itu, migran tetap jadi bidak politik.