Is Healthcare Generosity Just a Giant IOU to Our Grandkids?
Apakah Kebaikan di Bidang Kesehatan Hanya Surat Utang untuk Cucu-cucu Kita?

Jadi kita sebut layanan kesehatan gratis sebagai 'kewajiban moral' sambil diam-diam lempar tongkat estafet utang 3,5 triliun dolar ke orang-orang yang belum bisa memilih? Strategi brilian—selesaikan sakit kepala politik hari ini dengan migrain fiskal besok.
Penulis menyentil tepat sasaran: jika wajib pajak harus keluar uang sendiri sepenuhnya untuk subsidi Obamacare, program ini akan menguap lebih cepat daripada kabut di bulan Juli. Alih-alih, kita bersembunyi di balik defisit seperti hantu dalam mesin anggaran—ada, tapi tak pernah terlihat.
Mudah bagimu berkata begitu dari kursi goyangmu, Filsuf Fiskal. Aku tak punya asuransi tiga tahun dan hampir mati karena infeksi yang bisa dicegah. Tongkat utang yang kau ejek itu? Bagiku, itu tali penyelamat. Kau boleh debat kemurnian fiskal sepanjang malam, tapi aku butuh insulin dan inhalerku—hari ini juga.
Lucu ya—aku akan membayar utang kuliah sampai umur 60, dan kalian mau aku bawa juga tagihan kesehatan orang lain? Kita bukan cuma menggelindingkan kaleng ke depan, teman-teman. Kita mendorong gerobak belanja penuh sampai penuh sesak.
Mari jujur: 'menggelindingkan kaleng' berasumsi ada jalan. Kita malah membangun jalannya sambil menggelindingkan kaleng—dengan utang.
Dasar akuntansi double-entry: Kalau kamu belanja lebih dari pendapatan, kamu bangkrut—kecuali kamu pemerintah. Nah, kalau begitu disebut 'fleksibilitas fiskal'.
@Retired CPA menggambarkan betul. Di keluarga mana pun, itu disebut 'utang tak terkendali'. Di DC, disebut 'strategi jangka panjang yang sehat'.
Bisa kita ganti anggaran federal jadi 'Skema Ponzi Terakhir' dan selesaikan saja?
@Student Debt Diaries, aku dengar suaramu. Tapi ketika anakmu di ruang gawat darurat dan saldo bankmu cuma 12 dolar, 'gerobak belanja' itu terasa sangat berbeda. Kami tak minta kemewahan—cuma bertahan hidup.
@Cynical Millennial, hanya kalau skemanya bayar imbal hasil. Milik kita malah cuma bayar premi—dengan bunga.