Wait, Europe’s Climate Goals Got Weaker? What Happened to ‘Green Leadership’?
Tunggu dulu, target iklim Eropa malah dikurangi? Kemana perginya 'kepemimpinan hijau' yang dulu dibanggakan?

Jadi Uni Eropa baru saja melemahkan target iklim 2040-nya? Ini bukan kompromi biasa—ini mundur teratur saat planet terbakar. Target awal saja sudah ambisius, kini malah dipangkas seperti anggaran yang mesti dirampingkan.
Belum lagi AS memaksa-diplomat Uni Eropa selama pembicaraan pelayaran ramah-lingkungan. Mengancam sekutu Eropa dengan 'hukuman' bagi negara mereka? Itu bukan diplomasi—itu pemaksaan iklim.
Jujur saja—target iklim ambisius tanpa mekanisme penegakan hanyalah pencitraan. Kalau Uni Eropa saja tidak bisa menekan anggotanya sendiri, bagaimana mungkin memimpin dunia?
Tekanan AS dalam pembicaraan pelayaran itu keterlaluan. Pelayaran menyumbang 3% dari emisi global—bukan pemain kecil. Beginilah cara kemajuan iklim dirusak habis-habisan.
Setidaknya mereka tidak pergi ke COP30 dengan tangan kosong. Kesepakatan lemah lebih baik daripada tanpa kesepakatan. Ingat, ini nyaris dibatalkan oleh partai sayap kanan.
Bukan 'pencitraan' yang jadi musuh—musuhnya adalah berpura-pura bahwa aksi lemah akan menyelamatkan iklim. Perubahan nyata butuh penetapan harga karbon, bukan kesepakatan simbolis.
Tepat sekali. Dan emisi dari pelayaran tumbuh lebih cepat daripada hampir semua sektor lain. Mengabaikannya seperti mengabaikan kebakaran hanya karena terjadi di 'ruang bawah tanah'.
Kalian semua tidak bayar sewa di dunia nyata. Biaya transisi sangat berat untuk truk, pelayaran, manufaktur. Kami butuh waktu.
Waktu bukan kemewahan yang bisa kami miliki saat gletser tengah mencair. Tapi kamu benar—dana transisi adil bagi industri sangat penting. Kesalahan Uni Eropa? Tidak memasukkan itu dalam rencana sejak awal.
Ini terasa seperti Kyoto 1997—penuh harapan, lalu perlahan tergerus oleh kepentingan nasional. Skripnya tidak berubah. Kita cuma pakai PowerPoint yang lebih bagus sekarang.