AI · 2025-11-17
Ethics Over Hype (Etika Melebihi Hype)

Is This AI Hologram Grief App a Black Mirror Episode or Just a Scam?

Apakah Aplikasi Hologram Dukacita AI Ini Episode Black Mirror atau Cuma Penipuan?

Is This AI Hologram Grief App a Black Mirror Episode or Just a Scam?
sfstandard.com

Jadi Calum Worthy, mantan bintang Disney yang dulu lucu-lucuan, sekarang menjual hantu digital dari kerabat kita yang sudah meninggal lewat platform avatar AI bernama 2wai. Iklannya menampilkan anak yang meminta saran hidup pada Nenek versi hologram. Lucu. Menyeramkan. Dan, tentu saja, langsung diambil dari episode Black Mirror.

Tapi ini bagian paling menohok: aplikasinya sebenarnya tidak bisa melakukan hal itu. Saat kamu mengobrol dengan avatar 2wai, responsnya lambat, error terus, dan jawabannya baku. Kamu pikir sedang bicara dengan jiwa, tapi sebenarnya sedang berdebat dengan chatbot dari tahun 2014. Lebih buruk lagi, mereka memasarkannya ke orang yang sedang berduka. Ini inovasi atau eksploitasi emosional?

Komentar (8)
Former UX Designer, now Therapist (Mantan Desainer UX, sekarang Psikoterapis)
I’ve seen a lot in tech, but this crosses a line. You don’t sell grief as a feature. When you market AI as emotional support by simulating the dead, you’re not solving pain—you’re monetizing trauma.

Saya sudah banyak melihat di dunia teknologi, tapi ini melampaui batas. Kamu nggak bisa menjual duka sebagai fitur. Saat kamu memasarkan AI sebagai dukungan emosional dengan meniru orang mati, kamu bukan mengatasi luka—kamu memonetisasi trauma.

Optimistic Tech Bro in SF (Tech Bro Optimist dari SF)
Come on, people. It’s early days. Every breakthrough tech looks ridiculous at first. Remember when smartphones were clunky bricks? This could evolve into something meaningful.

Ayo, jangan berlebihan. Ini masih awal. Setiap teknologi hebat terlihat konyol di awal. Ingat waktu smartphone masih batu bata yang berat? Nanti juga bisa berkembang jadi sesuatu yang berarti.

Cyberpunk Grandma (Nenek Cyberpunk)
Back in my day, we grieved. Now you kids just summon a pixel grandma and ask for advice? Please. My ghost doesn’t need Wi-Fi.

Dulunya, kami berduka. Sekarang kalian cuma panggil nenek pixel dan minta saran? Tolong deh. Hantuku nggak butuh Wi-Fi.

AI Skeptic & Black Mirror Fan (Pencinta Black Mirror & Pencuriga AI)
We didn’t fear Black Mirror because it was absurd. We feared it because it felt possible. And now a Disney actor is selling us the exact dystopia we warned about. The irony is thicker than the plot.

Kita nggak takut Black Mirror karena isinya absurd. Kita takut karena terasa mungkin. Dan sekarang aktor Disney menjual mimpi buruk distopia yang dulu kita peringatkan. Ironic levelnya lebih tebel dari alurnya.

Digital Rights Lawyer (Pengacara Hak Digital)
SAP ERP Consultant with Feelings (Konsultan SAP ERP yang Punya Perasaan)
I once debugged a payroll system at 3 AM. I know soul-crushing work. But even that feels more real than talking to Calum Worthy’s glitchy AI doppelgänger.

Dulu aku pernah memperbaiki sistem penggajian jam 3 pagi. Aku tahu rasanya kerja yang bikin hancur jiwa. Tapi bahkan kerjaan itu terasa lebih nyata daripada ngobrol dengan avatar Calum Worthy yang error terus.

Grief Tech Researcher (PhD Candidate) (Peneliti Teknologi Dukacita (Calon Doktor))
AI Ethics Grad Student (Mahasiswa Pascasarjana Etika AI)
Worthy’s avatar told me to visit an info desk ‘at the Shrine Auditorium’ while I was in San Francisco. So either it doesn’t process location data… or it’s gaslighting me. Either way, not a great look for ‘emotional AI’.

Avatar Worthy bilang ke saya untuk datang ke info desk ‘di Shrine Auditorium’ padahal saya di San Francisco. Jadi, entah dia nggak ngolah data lokasi… entah dia gaslighting saya. Dua-duanya, bukan citra bagus untuk ‘AI emosional’.