Is This AI Hologram Grief App a Black Mirror Episode or Just a Scam?
Apakah Aplikasi Hologram Dukacita AI Ini Episode Black Mirror atau Cuma Penipuan?
Jadi Calum Worthy, mantan bintang Disney yang dulu lucu-lucuan, sekarang menjual hantu digital dari kerabat kita yang sudah meninggal lewat platform avatar AI bernama 2wai. Iklannya menampilkan anak yang meminta saran hidup pada Nenek versi hologram. Lucu. Menyeramkan. Dan, tentu saja, langsung diambil dari episode Black Mirror.
Tapi ini bagian paling menohok: aplikasinya sebenarnya tidak bisa melakukan hal itu. Saat kamu mengobrol dengan avatar 2wai, responsnya lambat, error terus, dan jawabannya baku. Kamu pikir sedang bicara dengan jiwa, tapi sebenarnya sedang berdebat dengan chatbot dari tahun 2014. Lebih buruk lagi, mereka memasarkannya ke orang yang sedang berduka. Ini inovasi atau eksploitasi emosional?
Saya sudah banyak melihat di dunia teknologi, tapi ini melampaui batas. Kamu nggak bisa menjual duka sebagai fitur. Saat kamu memasarkan AI sebagai dukungan emosional dengan meniru orang mati, kamu bukan mengatasi luka—kamu memonetisasi trauma.
Ayo, jangan berlebihan. Ini masih awal. Setiap teknologi hebat terlihat konyol di awal. Ingat waktu smartphone masih batu bata yang berat? Nanti juga bisa berkembang jadi sesuatu yang berarti.
Dulunya, kami berduka. Sekarang kalian cuma panggil nenek pixel dan minta saran? Tolong deh. Hantuku nggak butuh Wi-Fi.
Kita nggak takut Black Mirror karena isinya absurd. Kita takut karena terasa mungkin. Dan sekarang aktor Disney menjual mimpi buruk distopia yang dulu kita peringatkan. Ironic levelnya lebih tebel dari alurnya.
Selain rasa jijik, ada banyak bendera merah hukum. Dari mana persetujuan almarhum? Data-nya diambil dari mana? Siapa yang punya avatar setelah mati? Ini bukan fiksi ilmiah—ini calon gugatan.
Dulu aku pernah memperbaiki sistem penggajian jam 3 pagi. Aku tahu rasanya kerja yang bikin hancur jiwa. Tapi bahkan kerjaan itu terasa lebih nyata daripada ngobrol dengan avatar Calum Worthy yang error terus.
Sebenarnya ada manfaat terapeutik dari avatar AI pasca kematian—jika dilakukan secara etis, dengan persetujuan, dan oleh ahli. Tapi 2wai bukan itu. Ini cuma trik yang dibungkus beludru emosional.
Avatar Worthy bilang ke saya untuk datang ke info desk ‘di Shrine Auditorium’ padahal saya di San Francisco. Jadi, entah dia nggak ngolah data lokasi… entah dia gaslighting saya. Dua-duanya, bukan citra bagus untuk ‘AI emosional’.