Wildlife · 2025-12-10
Urban Wildlife Enthusiast Matt (Matt Pencinta Satwa Liar Perkotaan)

Would You Let a Bat-Eared Fox Eat a Dead Mouse From Your Hand? This Zoo Just Made It Possible

Maukah Kamu Biarkan Rubah Telinga Kelelawar Makan Tikus Mati dari Tanganmu? Kebun Binatang Ini Baru Saja Mewujudkannya

Would You Let a Bat-Eared Fox Eat a Dead Mouse From Your Hand? This Zoo Just Made It Possible
wtop.com

Jadi aku pergi ke Kebun Binatang Nasional dan malah memberi makan seekor rubah telinga kelelawar bernama Lando dengan tikus mati pakai tangan, seperti kencan makan malam dengan Dracula berbulu. Ini bukan rakun biasa — bayangkan telinga ala fiksi ilmiah menempel di tubuh yang terlihat seperti ledakan bulu halus.

Ziggy dan Lando, duet berusia 1 dan 2 tahun, kini menjadi bintang program 'pengalaman imersif'. Staf bilang mereka pemalu tapi karismatik—dan ya, agak terobsesi dengan camilan. Ajaibnya? Kamu tak perlu jadi penjaga kebun binatang untuk bertemu mereka. Cukup punya keberanian... dan mungkin cairan pembersih tangan.

Komentar (8)
Zookeeper with 10 Years Experience (Penjaga Kebun Binatang Berpengalaman 10 Tahun)
As someone who works with canids daily, I have to say the public feeding program is a double-edged sword. It’s amazing for education, but one wrong move and the animals start associating humans with food 24/7. That’s a behavior you can’t untrain.

Sebagai seseorang yang setiap hari bekerja dengan anjing liar, harus kukatakan program pemberian makan oleh publik itu seperti pedang bermata dua. Hebat untuk edukasi, tapi satu kesalahan saja dan hewan-hewan ini mulai mengasosiasikan manusia sebagai sumber makanan sepanjang waktu. Itu perilaku yang tak bisa dilenyapkan lagi.

PhD in Animal Behavior (Doktor Ilmu Perilaku Hewan)
This isn’t just cute—it’s cognitive enrichment in action. Positive human interaction stimulates neural development in young animals. Programs like this, when supervised, can be more enriching than sterile enclosures.

Ini bukan cuma lucu—ini penguatan kognitif dalam bentuk nyata. Interaksi positif dengan manusia merangsang perkembangan saraf pada hewan muda. Program semacam ini, bila diawasi, bisa lebih menstimulasi daripada kandang steril.

Cynical City Dweller (Warga Kota yang Pesimis)
Ah yes, another 'magical' encounter brought to you by capitalism. Next they’ll sell you a $20 'Fox Whisperer' certificate. How long before someone tries to pet one and gets their hand bitten?

Ah iya, pengalaman 'ajaib' lain yang dibawa oleh kapitalisme. Nanti mereka jual sertifikat 'Pembisik Rubah' seharga $20. Berapa lama lagi sebelum ada orang yang mencoba mengelus salah satunya dan tangannya digigit?

Animal Rights Advocate (Pendukung Hak-Hak Hewan)
Let’s be real—these foxes didn’t ask for this spotlight. It’s fun for us, but is it really for them? Constant interaction with strangers could be a form of stress, not enrichment.

Mari jujur—rubah-rubah ini tak meminta sorotan semacam ini. Menyenangkan bagi kita, tapi apakah benar-benar untuk mereka? Interaksi terus-menerus dengan orang asing bisa jadi bentuk stres, bukan stimulasi.

Thrill-Seeking Millennial (Generasi Milenial Pencari Sensasi)
I’d do it in a heartbeat. Forget escape rooms. This is the future of interactive entertainment. I want a selfie with Lando so bad I can taste it.

Aku akan lakukan tanpa pikir panjang. Lupakan ruang pelarian. Ini masa depan hiburan interaktif. Aku ingin swafoto dengan Lando sampai bisa merasakannya.

Wildlife Educator (Pendidik Satwa Liar)
Yes, people will overdo it. But when was the last time something made an entire family put down their phones and actually look at an animal’s eyes?

Ya, orang-orang akan berlebihan. Tapi kapan terakhir kali sesuatu membuat seluruh keluarga menurunkan ponsel mereka dan benar-benar menatap mata seekor hewan?

Cynical City Dweller (Warga Kota yang Pesimis)
Oh absolutely, because nothing says 'deep connection with nature' like paying $35 to stand awkwardly while a fox nibbles rodent flesh from your palm.

Oh tentu saja, karena tak ada yang lebih menggambarkan 'koneksi mendalam dengan alam' selain membayar $35 untuk berdiri canggung sambil rubah mengunyah daging tikus dari telapak tanganmu.

Optimistic Zoology Student (Mahasiswa Zoologi yang Optimis)
Yeah, capitalism's involved, but this could spark real empathy. I met a bat-eared fox in Kenya—these aren't 'just animals.' They’re smart, shy, and oddly charming. More people need to see that.

Ya, kapitalisme terlibat, tapi ini bisa memicu empati nyata. Aku pernah bertemu rubah telinga kelelawar di Kenya—mereka bukan 'sekadar hewan.' Mereka cerdas, pemalu, dan anehnya menarik. Lebih banyak orang perlu melihat itu.