Is It Genius or Grooming? North West’s SKIMS Comeback Sparks Debate on Kid Influencers
Jenius atau Menjebak? Kembalinya North West di Iklan SKIMS Picu Debat soal Anak Seleb di Dunia Influencer

North West kembali ke depan kamera untuk kampanye SKIMS, dan batas antara 'momennya keluarga yang menggemaskan' dan 'perusahaan yang memanfaatkan masa kecil' terasa tipis seperti karet celana dalam. Kali ini dia tampil dengan jalinan rambut bergaya cyberpunk dan hoodie SKIMS bergambar kue jahe, lalu berkata, 'Semua orang pakai SKIMS'—kalimat yang terlalu halus untuk anak 12 tahun, bikin tanda tanya: dia sendiri yang bikin atau disiapin tim pemasaran bayaran tinggi?
Kim menyebutnya momen 'spesial' dan memuji 'kepribadian' North. Tapi jujur saja: saat celetukan seorang anak jadi slogan produk global, kita bukan cuma melihat anak lucu. Kita menyaksikan generasi keluarga influencer berikutnya yang secara diam-diam sedang dirancang.
Sebagai ibu yang kerja dua shift cuma biar anak-anakku punya alat sekolah, lihat North West dijadikan bintang iklan berasa kena tampar. Anakku nyetak kaos sendiri buat prakarya malah diejek. Anak konglomerat malah dapat kampanye mode usia 12. Coba ulangi soal kesempatan yang setara?
Ini bukan eksploitasi—ini proses warisan budaya. North tumbuh di lokasi syuting, di kursi rias, menyaksikan langsung pembentukan merek. Dia tidak dieksploitasi; dia mewarisi sebuah bahasa. Bandingkan dengan anak jenius yang jadi pianis konser. Keduanya luar biasa, dan keduanya lahir dari lingkungan yang mendukung penuh.
Meskipun North 'memilih' kerja ini, persetujuan usia 12 tahun secara hukum dan kognitif tidak sah. Masalah sebenarnya bukanlah keinginan—tapi kekuasaan. Ibunya mengendalikan citra publik, keuangan, dan karier North. Ini bukan ekspresi bebas. Ini aset perusahaan yang dikelola.
Anakku punya TikTok fashion berkelanjutan kecil-kecilan. Kami batasi waktu layar, setujui semua kolaborasi, dan sedekahkan 30% penghasilan. Bisa kok biarin anak berekspresi dengan aman. Tim Kim? Aku nggak lihat adanya pengaman.
Kalian semua kelewat soal aura North. Rambut biru bergaya cyberpunk? Mendunia. Hoodienya? Sempurna. Dia bukan korban—dia pelopor tren. Santai aja.
Oh iya, soalnya kita semua punya 'tim' yang bisa sedekahkan penghasilan. Aura anakku malah bikin dia diskors karena 'mengganggu'. Sementara North malah dapat kontrak global. Coba lagi jelaskan cara kerja meritokrasi?
Meritokrasi sudah mati sejak 2012. Kita cuma mengabaikan mayatnya. North hidup sesuai jalan dia. Biarkan cewek hidup bebas.