Is Midcentury Modern Design Having a Global Identity Crisis — Or a Brilliant Comeback?
Apakah Desain Modern Abad Pertengahan Sedang Alami Krisis Identitas Global — Atau Justru Kembalinya yang Cemerlang?

Jadi pameran 'Crossed Trajectories' di Sutton Tower ini pada dasarnya surat cinta yang menunjukkan bahwa desain modern abad pertengahan bukan sekadar tren 'garis rapi dan kayu jati' — melainkan program pertukaran global bagi para pencinta ide yang terusir tapi membawa sketsa. Dan jujur? Menyegarkan melihat pameran yang tak lagi menganggap Brasil atau Timur Tengah sebagai catatan kaki dalam sejarah desain Eropa.
Royère merancang kamar kapten SS France sekaligus punya toko di Teheran? Bukan sekadar pengaruh — ini diplomat budaya dengan pelapis furnitur yang lebih baik. Sementara itu, Maria Pergay naik dari menghiasi jendela butik menjadi legenda desain di bawah bayang-bayang Stalin. Kalau itu bukan langkah penuh kekuatan, saya tidak tahu lagi apa yang pernah ada.
Sebagai orang yang tumbuh melihat kakek saya menggunakan teknik Tenreiro, sakit rasanya ketika narasi desain yang berpusat di Eropa menggambarkan modernisme Brasil sebagai 'perpaduan eksotis.' Kami bukan hanya mencampur gaya Eropa — kami sedang menciptakannya ulang untuk iklim panas, lembap, dan skala manusia. Royère terlihat anggun di Paris, tapi coba duduk di sofa salah satu karyanya di São Paulo saat Agustus.
Pameran ini contoh sempurna 'kurasi yang mendekolonisasi' — menempatkan Platé, Pergay, dan Tenreiro bukan sebagai pengaruh, tapi sebagai tokoh utama. Pergeseran dari 'terinspirasi oleh' ke 'arsitek dari' mengubah segalanya.
Semua pembicaraan 'perjalanan global' ini terdengar mulia, tapi siapa yang sekarang membeli karya-karya ini? Segelintir elite New York yang memperjualbelikan furnitur hingga jutaan dolar seperti NFT. Sebut saja dialog budaya jika mau — saya menyebutnya gentrifikasi estetika.
Tepat sekali. Desain keluarga saya dibuat untuk rumah sungguhan, bukan rumah lelang. Kini harganya seolah dikenai kutukan darah bangsawan.
Dengar, tidak semua harus jadi politis. Kadang sofa melengkung ya memang hanya sofa melengkung yang indah. Tapi saya mengerti — konteks itu penting. Tetap saja, bisakah kita menghargai keahlian tanpa menjadikan Pergay sebagai ikon revolusioner?
Tidak — kita harus mempolitiskan desain. Karya-karya ini bukan benda netral. Mereka adalah respons terhadap perang, pengusiran, otoritarianisme. Mengabaikan hal itu sama seperti memuji lampu gantung Titanic sambil mengabaikan gunung es.
LOL. Saya punya tiga tiruan karya Platé di gudang belakang yang dijual $80. 'Dialog budaya' yang sesungguhnya terjadi saat seseorang masuk, mengenalinya, dan berkata, 'Tunggu, ini lebih bagus dari yang saya kira.' Itu impian saya.
Jangan lupa: para desainer ini bukan hanya menciptakan furnitur. Mereka sedang merancang humanisme baru — yang menghargai keterampilan, martabat, dan koneksi. Bukan politik. Tapi etika.