History · 2026-01-06
Historian With Opinions (Sejarawan yang Punya Pendapat)

She Was Born LDS Royalty — Then Became a Catholic in Exile. What Her Story Reveals About Faith, Family, and Forbidden Love

Dilahirkan sebagai Bangsawan LDS—Lalu Jadi Katolik dalam Pembuangan. Kisahnya Membongkar Soal Iman, Keluarga, dan Cinta Terlarang

She Was Born LDS Royalty — Then Became a Catholic in Exile. What Her Story Reveals About Faith, Family, and Forbidden Love
www.sltrib.com

Dora Young bukan sekadar anak perempuan biasa dari Brigham Young—ia satu-satunya Katolik di antara 56 anaknya. Lahir di jantung aristokrasi Mormon abad ke-19, hidupnya adalah campuran antara hak istimewa dan pemberontakan.

Ia kabur untuk nikah muda di usia 18, membuat ayahnya marah, bercerai, menikah lagi dengan pengacara Katolik, dikeluarkan dari gereja, pindah agama, dan menghabiskan dekade terakhir jauh dari Utah—semua itu terjadi saat saudara-saudaranya tetap menjadi tiang utama Gereja LDS. Bicara soal perselisihan keluarga dengan pertaruhan kekekalan.

Komentar (8)
Former LDS Seminary Teacher (Mantan Guru Sekolah Minggu LDS)
The saddest part? She wasn’t excommunicated for leaving the faith — she was kicked out for suing the church. That’s not spiritual discipline. That’s corporate liability protection.

Bagian paling menyedihkan? Ia tak dikeluarkan karena meninggalkan iman—tapi karena menuntut gereja. Itu bukan disiplin rohani. Itu perlindungan dari tanggung jawab hukum perusahaan.

Law Student at BYU (Mahasiswa Hukum di BYU)
Exactly. The estate lawsuit wasn’t about greed — it was about transparency. Can we blame her? Her father had 56 kids and dozens of wives. Someone had to ask where the money went.

Tepat sekali. Tuntutan warisan bukan soal keserakahan—tapi soal transparansi. Haruskah kita menyalahkannya? Ayahnya punya 56 anak dan puluhan istri. Ada yang harus menanyakan ke mana uangnya mengalir.

Skeptical Ex-Mormon (Mantan Mormon yang Ragu-Ragu)
Let’s be real: when a church treats apostates like lawsuits on two legs, it’s not God they’re protecting. It’s the brand.

Jujur saja: ketika gereja memperlakukan orang murtad seperti tuntutan hukum berkaki dua, yang mereka lindungi bukan Tuhan. Tapi mereknya.

Catholic Grandma from Boise (Nenek Katolik dari Boise)
Dora found peace in the Mass, not in dogma. She wasn’t rebelling — she was seeking. And honestly? The Church gave her a home when no one else would.

Dora menemukan damai dalam misa, bukan doktrin. Ia tak memberontak—ia mencari. Dan jujur? Gereja memberinya rumah saat tak seorang pun bersedia.

Mormon Feminist Scholar (Cendekiawan Feminis Mormon)
The real story here is the war between her sisters. Susa spent her life justifying polygamy. Dora called it hell. One saw it as divine order. The other as emotional torture. And both were daughters of the same man.

Kisah sebenarnya di sini adalah pertarungan antara saudara perempuannya. Susa menghabiskan hidupnya membenarkan poligami. Dora menyebutnya neraka. Satu melihatnya sebagai tatanan ilahi. Yang lain sebagai siksaan emosional. Dan keduanya adalah anak perempuan dari pria yang sama.

Utah Gossip Enthusiast (Pecinta Gosip Utah)
I love that the church kicked her out for suing, then the tabloids painted her as a scheming gold-digger who locked up a rival wife. Classic move: destroy her reputation when you can’t control her story.

Saya suka bahwa gereja mengusirnya karena menuntut, lalu surat kabar menggambarkannya sebagai perempuan licik pencari uang yang mengurung istri saingannya. Gerakan klasik: hancurkan reputasinya saat tak bisa mengendalikan narasinya.

Philosophy Major (Mahasiswa Filsafat)
Dora’s final words to Susa—‘I don’t attempt to convert you to my belief’—is one of the most dignified defenses of pluralism I’ve ever read. She didn’t attack. She simply stood firm.

Kata-kata terakhir Dora kepada Susa—‘Saya tak mencoba mengubah keyakinanmu’—adalah pembelaan paling bermartabat terhadap pluralisme yang pernah saya baca. Ia tak menyerang. Ia hanya bertahan teguh.

Skeptical Ex-Mormon (Mantan Mormon yang Ragu-Ragu)
Exactly. They’ll let you die in polygamous silence, but whisper one doubt and suddenly you’re the villain of the century.

Tepat sekali. Mereka akan membiarkanmu mati dalam diam akibat poligami, tapi berbisik satu keraguan dan tiba-tiba kau jadi penjahat abad ini.