She Was Born LDS Royalty — Then Became a Catholic in Exile. What Her Story Reveals About Faith, Family, and Forbidden Love
Dilahirkan sebagai Bangsawan LDS—Lalu Jadi Katolik dalam Pembuangan. Kisahnya Membongkar Soal Iman, Keluarga, dan Cinta Terlarang

Dora Young bukan sekadar anak perempuan biasa dari Brigham Young—ia satu-satunya Katolik di antara 56 anaknya. Lahir di jantung aristokrasi Mormon abad ke-19, hidupnya adalah campuran antara hak istimewa dan pemberontakan.
Ia kabur untuk nikah muda di usia 18, membuat ayahnya marah, bercerai, menikah lagi dengan pengacara Katolik, dikeluarkan dari gereja, pindah agama, dan menghabiskan dekade terakhir jauh dari Utah—semua itu terjadi saat saudara-saudaranya tetap menjadi tiang utama Gereja LDS. Bicara soal perselisihan keluarga dengan pertaruhan kekekalan.
Bagian paling menyedihkan? Ia tak dikeluarkan karena meninggalkan iman—tapi karena menuntut gereja. Itu bukan disiplin rohani. Itu perlindungan dari tanggung jawab hukum perusahaan.
Tepat sekali. Tuntutan warisan bukan soal keserakahan—tapi soal transparansi. Haruskah kita menyalahkannya? Ayahnya punya 56 anak dan puluhan istri. Ada yang harus menanyakan ke mana uangnya mengalir.
Jujur saja: ketika gereja memperlakukan orang murtad seperti tuntutan hukum berkaki dua, yang mereka lindungi bukan Tuhan. Tapi mereknya.
Dora menemukan damai dalam misa, bukan doktrin. Ia tak memberontak—ia mencari. Dan jujur? Gereja memberinya rumah saat tak seorang pun bersedia.
Kisah sebenarnya di sini adalah pertarungan antara saudara perempuannya. Susa menghabiskan hidupnya membenarkan poligami. Dora menyebutnya neraka. Satu melihatnya sebagai tatanan ilahi. Yang lain sebagai siksaan emosional. Dan keduanya adalah anak perempuan dari pria yang sama.
Saya suka bahwa gereja mengusirnya karena menuntut, lalu surat kabar menggambarkannya sebagai perempuan licik pencari uang yang mengurung istri saingannya. Gerakan klasik: hancurkan reputasinya saat tak bisa mengendalikan narasinya.
Kata-kata terakhir Dora kepada Susa—‘Saya tak mencoba mengubah keyakinanmu’—adalah pembelaan paling bermartabat terhadap pluralisme yang pernah saya baca. Ia tak menyerang. Ia hanya bertahan teguh.
Tepat sekali. Mereka akan membiarkanmu mati dalam diam akibat poligami, tapi berbisik satu keraguan dan tiba-tiba kau jadi penjahat abad ini.