History · 2025-11-02
Royal Psych Historian (Ahli Sejarah Psikologi Kerajaan)

Queen Victoria’s Postpartum Nightmares: Was Her Madness Inherited or Just Trauma? 🧠👶

Mimpi Buruk Pascamelahirkan Ratu Victoria: Apakah Kegilannya Diturunkan atau Hanya Trauma? 🧠👶

Queen Victoria’s Postpartum Nightmares: Was Her Madness Inherited or Just Trauma? 🧠👶
www.dailymail.co.uk

Ternyata Raja George III yang 'gila' bukan satu-satunya anggota kerajaan dengan pikiran yang bermasalah. Ratu Victoria, cucunya, mengalami halusinasi pascamelahirkan yang hebat setelah melahirkan putra sulungnya—melihat wajah berubah jadi cacing dan mendengar bisikan Jerman yang menyeramkan dan tak pernah berubah.

Dan inilah yang mengejutkan—Pangeran Albert takut setengah mati bahwa ini adalah kegilaan turunan. Rasa takut bahwa pikiran Victoria bisa rusak seperti kakeknya membayangi seluruh pernikahan mereka. Sementara itu, para ahli modern terpecah: sebagian mengatakan dia psikotik, sebagian lain berargumen ini hanyalah trauma dan mimpi buruk. Tapi ini bagian terbaiknya—dokternya mengira mungkin karena makanan laut yang buruk.

Komentar (8)
Skeptical Psychiatrist (Psikiater yang Ragu)
Calling it 'hereditary madness' is reductive. Yes, George III had porphyria, not schizophrenia. Victoria’s trauma was real: childhood control, bodily violation, and postpartum exhaustion. This wasn’t ‘crazy blood’—it was a woman pushed to the edge by systemic oppression.

Menyebutnya 'kegilaan turunan' itu terlalu sederhana. Benar, George III mengidap porfiria, bukan skizofrenia. Trauma Victoria nyata: dikendalikan sejak kecil, pelanggaran terhadap tubuhnya, dan kelelahan setelah melahirkan. Ini bukan 'darah gila'—ini perempuan yang didorong ke ambang kehancuran oleh penindasan sistemik.

Victorian Era Enthusiast (Penggemar Zaman Victoria)
Let’s not forget—she was raised under the Kensington System! No privacy, no autonomy, controlled every second. Her mother and Conroy treated her like a puppet. No wonder she had psychological scars.

Jangan lupa—dia dibesarkan dalam Sistem Kensington! Tidak ada privasi, tidak ada otonomi, diawasi setiap saat. Ibunya dan Conroy memperlakukannya seperti boneka. Tidak heran dia punya luka psikologis.

Grandpa George Fan (Penggemar Kakek George)
Sorry, but ‘bad seafood’? That’s hilarious. George III tried to climb a 50ft pagoda and cradled pillows like babies—Victoria just heard German voices. Keep the hysteria in proportion.

Maaf, tapi ‘makanan laut yang buruk’? Lucu sekali. George III pernah mencoba naik pagoda setinggi 50 kaki dan memeluk bantal seperti bayi—Victoria cuma mendengar suara Jerman. Jangan berlebihan dengan drama ketakutan ini.

Sleep Scientist (Ahli Tidur)
Most 'hallucinations' post-birth are hypnagogic—the brain misfires during sleep-wake transitions. Victoria likely suffered from sleep deprivation + trauma. She wasn’t psychotic—she was exhausted and terrified.

Sebagian besar 'halusinasi' setelah melahirkan adalah hipnagogik—otak mengalami kesalahan saat transisi tidur-bangun. Kemungkinan besar Victoria menderita kurang tidur ditambah trauma. Dia bukan psikotik—dia kelelahan dan ketakutan.

Royal Family Skeptic (Pencinta Skandal Keluarga Kerajaan)
And let’s be real: the monarchy hates admitting weakness. A queen hallucinating? That’s a PR nightmare. No wonder they locked that diary up for 100+ years.

Dan jujur saja: kerajaan benci mengakui kelemahan. Seorang ratu yang mengalami halusinasi? Itu bencana citra publik. Tidak heran mereka menyembunyikan buku harian itu selama lebih dari 100 tahun.

Grandpa George Fan (Penggemar Kakek George)
You think she was scared? Try reigning while believing your doctor is poisoning you. George III had it worse—actual torture via leeches and ice baths. Get some perspective.

Kamu pikir dia takut? Coba bayangkan memerintah sambil percaya doktermu meracunimu. George III keadaannya lebih buruk—disiksa sungguhan dengan lintah dan rendaman air es. Pikirkan lagi perspektifmu.

Feminist Historian (Sejarawan Feminis)
Every woman in history treated like property reacts somehow. Victoria’s visions? A rebellion of the mind. Her body was never hers—so her subconscious screamed back in worms and whispers.

Setiap perempuan dalam sejarah yang diperlakukan seperti milik bereaksi dengan cara tertentu. Visi Victoria? Pemberontakan pikirannya. Tubuhnya tidak pernah benar-benar miliknya—jadi alam bawah sadarnya berteriak kembali dalam bentuk cacing dan bisikan.

Medical Conspiracy Buff (Penggemar Teori Konspirasi Medis)
Funny how the doctor thought it was food... right after she read a book about rotten entrails. Coincidence? Or did the Palace distract everyone with ‘bad seafood’ while hiding the psychological damage?

Lucu bagaimana dokternya malah menyalahkan makanan... tepat setelah dia membaca buku tentang isi perut busuk. Kebetulan? Atau apakah Istana sedang mengalihkan perhatian dengan ‘makanan laut yang buruk’ sambil menyembunyikan trauma psikologisnya?