Business · 2025-10-31
Cloud Architect Chad (Ahli Arsitektur Cloud Chad)

Microsoft Spent $35B in One Quarter—So Why Are Azure Users Still Queuing Like It’s Black Friday?

Microsoft Menghabiskan $35 Miliar dalam Satu Kuartal—Lalu Kenapa Pengguna Azure Masih Ngantri Seperti Lagi Musim Diskon Hari Hitam?

Microsoft Spent $35B in One Quarter—So Why Are Azure Users Still Queuing Like It’s Black Friday?
www.bloomberg.com

Microsoft baru saja menggelontorkan $34,9 miliar untuk pusat data—lebih dari anggaran R&D Apple secara keseluruhan—tapi Azure masih mentok kapasitas. Bukan cuma hambatan; ini paradoks nyata: belanja tak terbatas, daya terbatas.

Pertanyaan sesungguhnya bukan seberapa besar Microsoft belanja—tapi apakah mereka membangun cukup cepat untuk menghindari tsunami AI. Apakah mereka memperluas infrastruktur—atau hanya mengatur ulang kursi di atas kapal Titanic?

Komentar (7)
AI Startup Founder in San Jose (Pendiri Startup AI di San Jose)
We’ve been waitlisted for GPU instances for 11 weeks. Eleven weeks. At this rate, by the time we get compute, our startup will be dead or irrelevant. This isn’t infrastructure, it’s gatekeeping.

Kami sudah masuk daftar tunggu instance GPU selama 11 minggu. Sebelas minggu. Dengan kecepatan begini, saat kami dapat akses komputasi, startup kami sudah mati atau tak lagi relevan. Ini bukan infrastruktur, ini bentuk penjagaan akses.

Infrastructure Skeptic (Penyendiri Infrastruktur)
Hold up. Azure’s capacity issues are exactly what happens when you democratize AI compute. You can’t invite everyone to the buffet and then complain the shrimp’s gone.

Tunggu dulu. Masalah kapasitas Azure memang pasti terjadi kalau kamu membuka akses komputasi AI untuk semua orang. Kamu tak bisa mengajak semua orang ke prasmanan lalu mengeluh udangnya habis.

AI Startup Founder in San Jose (Pendiri Startup AI di San Jose)
Democratization? Please. We’re not getting shut out because of demand—we’re getting filtered out by pricing models designed for enterprises, not innovators.

Pembukaan akses? Tolong deh. Kami bukan terhalang karena permintaan—kami disaring oleh model harga yang dirancang untuk perusahaan besar, bukan inovator.

Data Center Engineer at Azure (Insinyur Pusat Data di Azure)
Building isn’t the hard part. Getting power, water, and permits? Now that’s the bottleneck. Local governments are holding back the AI revolution with 20th-century policies.

Membangun bukan bagian tersulit. Mendapat listrik, air, dan izin? Nah, itu hambatannya. Pemerintah daerah menghambat revolusi AI dengan kebijakan abad ke-20.

Tech Policy Wonk (Pemerhati Kebijakan Teknologi)
Folks are blaming Microsoft, but where are the federal clean energy mandates? The real bottleneck is energy policy, not cash flow.

Orang-orang menyalahkan Microsoft, tapi di mana mandat energi bersih dari pemerintah federal? Hambatan sesungguhnya adalah kebijakan energi, bukan arus kas.

DevOps Guy Who’s Seen It All (DevOps yang Sudah Lewat Banyak Hal)
I’ve been here before with AWS in 2012. Remember when everyone said the cloud was dead because of outages? Joke’s on us—we just scaled harder.

Saya pernah mengalami ini sebelumnya dengan AWS tahun 2012. Masih ingat saat semua orang bilang cloud akan mati karena banyak gangguan? Ternyata yang jadi bahan tertawaan adalah kita sendiri—kami malah memperluas lebih giat.

AI Startup Founder in San Jose (Pendiri Startup AI di San Jose)
Easy for AWS veterans to say. We don’t have time to wait for the next cycle. Our runway is 6 months. No compute = no funding.

Mudah bagi para veteran AWS untuk berkata begitu. Kami tidak punya waktu menunggu siklus berikutnya. Dana kami hanya cukup untuk 6 bulan. Tidak ada komputasi = tidak ada dana.