Is China’s Solar Domination a Climate Miracle or a Geopolitical Power Play?
Apakah Dominasi Surya China Sebuah Keajaiban Iklim atau Langkah Strategis Geopolitik?

Jujur saja: dunia kini memiliki kapasitas produksi panel surya lebih dari yang bisa digunakan—dan sebagian besar dibangun oleh China. Kita bahkan belum mencapai permintaan puncak, tapi sudah melebihi jalur 'optimal' Net Zero sebesar 50 persen. Apakah ini kelebihan kapasitas atau hadiah tak terduga?
Inilah ironinya: aktivis iklim Barat sorak-sorai atas ledakan surya China sambil menutup mata terhadap model pembangunan represif di Xinjiang dan Tibet. Sementara itu, Beijing hampir tak pamer—hanya mengirim panel dan membangun bendungan. Jika Amerika Serikat melakukan separuhnya, kita sudah punya dokumenter Netflix dan hari libur nasional. Tapi China? Diam. Efektif. Tak terbendung.
Tunggu dulu. Kamu sebut produksi berlebihan itu 'hadiah'? Ini mercantilisme teksbuk. Banjiri pasar, lenyapkan kompetisi global, lalu kuasai. Bukan altruisme—ini perang ekonomi. Kita bukan berterima kasih ke China; kita sedang dilindas.
Ya, tapi masih ada 800 juta orang tanpa listrik. Ayo kurangi keriuhan ideologis. Jika panel China bantu menyalakan desa di Afrika dan Bangladesh, aku pilih ketidaknyamanan geopolitik daripada kematian bayi kapan saja.
Belum lagi bahan mentah. China menguasai 60% pengolahan litium. Teknologi 'hijau' pun bergantung pada ekstraksi kotor. Kita hanya mengalihkan zona pengorbanan kita ke Xinjiang dan Cile.
Tidak cukup merayakan hasilnya. Sistemnya yang penting. Bisakah kita 'menghijaukan' planet ini lewat kapitalisme negara otoriter? Kita sedang menukar emisi karbon dengan kolonialisme ekologis.
Aku tidak peduli siapa yang bikin panelnya. Jika harganya separuh dan tahan 25 tahun, aku beli. Jaringan listrik tidak peduli politik. Ia peduli tegangan, frekuensi, dan waktu operasional.
Jadi kita menyerah saja? Membiarkan China memenangkan masa depan? Itu bukan strategi—itu menyerah. Kita butuh rantai pasok domestik, bukan ketergantungan pada teknosionalisme otoriter.
Dunia butuh keduanya. Kita butuh skala China DAN pengawasan demokratis. Berpura-pura satu menghapus yang lain itu naif. Kita harus bekerja sama dengan rival untuk menyelamatkan planet ini—tanpa meromantisasi sistem mereka.
Bayangkan jika China yang membuat iPhone sekaligus punya jaringan listrik, cip, dan tambang logam langka. Bukan dominasi teknologi—itu seluruh tumpukan kekuasaan. Kita bukan sedang balapan. Kita sudah dikalahkan dari jauh.