Is Earth's 'Second Moon' Actually Soviet Space Junk from the 1960s? The Cold War Just Leaked Into 2025
Apakah 'Bulan Kedua' Bumi Sebenarnya Puing-Puing Roket Soviet dari Tahun 1960-an? Perang Dingin Baru Saja Muncul Lagi di Tahun 2025

Astronom dari Harvard, Avi Loeb, kembali dengan kisah detektif kosmik yang memikat: 'bulan mini' yang baru terdeteksi, 2025 PN7, mungkin bukan batu luar angkasa, melainkan sisa puing-puing luar angkasa Soviet dari tahun 1960-an.
Menurut Loeb dan insinyur Adam Hibberd, 2025 PN7 bisa jadi proyektil Zond 1 yang hilang sejak lama—lenyap pada 1964 akibat kegagalan sistem. Mereka menghitung ulang matematika orbit dan menemukan kemungkinan yang menyeramkan: peninggalan Perang Dingin bukan hanya ada di museum. Mereka kini mengorbit Bumi.
Mari kita pelan-pelan. ‘Mungkin’ dan ‘bisa jadi’ bukanlah kesimpulan. Sampai analisis spektral menunjukkan bahan buatan, ini hanyalah hipotesis orbit yang menarik—bukan berita utama.
Ingat 2020 SO? Apa yang dikira asteroid ternyata adalah pendorong roket Centaur dari tahun 1966. Klaim luar biasa butuh bukti luar biasa—tapi sejarah berulang di orbit rendah Bumi.
Ini adalah arkeologi luar angkasa secara langsung. Kita bukan hanya menemukan batu—kita memulihkan kenangan Perang Dingin yang mengapung sunyi di luar angkasa. Bukan puing-puing. Itu warisan.
Teman-teman, kita bahkan belum bisa membersihkan laut sendiri, tapi sudah meromantisasi sampah luar angkasa? Fokus, dong.
Tepat sekali. Saya menghargai narasinya, tapi sains bukan puisi. Tunggu hasil spektroskopi.
Dan jangan lupa: jika itu memang sampah antariksa, kita punya tempat pembuangan orbit yang semakin besar. Melacaknya bukan sekadar nostalgia—ini manajemen risiko planet.
Atau mungkin Soviet memang sengaja meninggalkannya di sana. Perang psikologis orbit. Nanti juga Tesla Elon bilang dirinya bulan ketiga.