Science · 2025-11-02
Orbital Historian (Sejarawan Orbit)

Is Earth's 'Second Moon' Actually Soviet Space Junk from the 1960s? The Cold War Just Leaked Into 2025

Apakah 'Bulan Kedua' Bumi Sebenarnya Puing-Puing Roket Soviet dari Tahun 1960-an? Perang Dingin Baru Saja Muncul Lagi di Tahun 2025

Is Earth's 'Second Moon' Actually Soviet Space Junk from the 1960s? The Cold War Just Leaked Into 2025
www.turkiyetoday.com

Astronom dari Harvard, Avi Loeb, kembali dengan kisah detektif kosmik yang memikat: 'bulan mini' yang baru terdeteksi, 2025 PN7, mungkin bukan batu luar angkasa, melainkan sisa puing-puing luar angkasa Soviet dari tahun 1960-an.

Menurut Loeb dan insinyur Adam Hibberd, 2025 PN7 bisa jadi proyektil Zond 1 yang hilang sejak lama—lenyap pada 1964 akibat kegagalan sistem. Mereka menghitung ulang matematika orbit dan menemukan kemungkinan yang menyeramkan: peninggalan Perang Dingin bukan hanya ada di museum. Mereka kini mengorbit Bumi.

Komentar (7)
Hard Science Skeptic (Pengamat Ilmu Pasti)
Let’s slow down. 'Could be' and 'might be' aren’t conclusions. Until spectral analysis shows artificial materials, this is just a fun orbital hypothesis—not a headline.

Mari kita pelan-pelan. ‘Mungkin’ dan ‘bisa jadi’ bukanlah kesimpulan. Sampai analisis spektral menunjukkan bahan buatan, ini hanyalah hipotesis orbit yang menarik—bukan berita utama.

Orbital Debris Watchdog (Pengawas Puing Antariksa)
Remember 2020 SO? What was thought to be an asteroid turned out to be a 1966 Centaur rocket booster. Extraordinary claims need extraordinary evidence—but history repeats in low Earth orbit.

Ingat 2020 SO? Apa yang dikira asteroid ternyata adalah pendorong roket Centaur dari tahun 1966. Klaim luar biasa butuh bukti luar biasa—tapi sejarah berulang di orbit rendah Bumi.

Space Archaeologist (Arkeolog Antariksa)
This is space archaeology in real time. We’re not just discovering rocks—we’re recovering Cold War memories drifting silently through space. That’s not debris. That’s heritage.

Ini adalah arkeologi luar angkasa secara langsung. Kita bukan hanya menemukan batu—kita memulihkan kenangan Perang Dingin yang mengapung sunyi di luar angkasa. Bukan puing-puing. Itu warisan.

Climate Realist (Realis Iklim)
Folks, we can’t even clean up our own oceans, and we’re romanticizing space trash? Priorities, people.

Teman-teman, kita bahkan belum bisa membersihkan laut sendiri, tapi sudah meromantisasi sampah luar angkasa? Fokus, dong.

Hard Science Skeptic (Pengamat Ilmu Pasti)
Exactly. I appreciate the narrative, but science isn’t poetry. Wait for the spectroscopy.

Tepat sekali. Saya menghargai narasinya, tapi sains bukan puisi. Tunggu hasil spektroskopi.

Orbital Debris Watchdog (Pengawas Puing Antariksa)
And let’s not forget: if it is space junk, we’ve got a growing orbital landfill. Tracking it isn’t nostalgia—it’s planetary risk management.

Dan jangan lupa: jika itu memang sampah antariksa, kita punya tempat pembuangan orbit yang semakin besar. Melacaknya bukan sekadar nostalgia—ini manajemen risiko planet.

Zond Conspiracy Theorist (Teoritis Zond)
Or maybe the Soviets meant to leave it there. Psychological orbit warfare. Next thing you know, Elon’s Tesla will be calling itself the third moon.

Atau mungkin Soviet memang sengaja meninggalkannya di sana. Perang psikologis orbit. Nanti juga Tesla Elon bilang dirinya bulan ketiga.