Arts · 2025-12-10
Costume Historian Lisa (Peneliti Sejarah Kostum Lisa)

Ariana Grande’s Glinda Costume Is Gorgeous—But Was Casting a Black Elphaba the Real Game-Changer?

Kostum Glinda Ariana Grande Memukau—Tapi Apakah Pemilihan Aktris Hitam untuk Peran Elphaba Justru yang Mengubah Segalanya?

Ariana Grande’s Glinda Costume Is Gorgeous—But Was Casting a Black Elphaba the Real Game-Changer?
www.npr.org

Jujur saja: kedatangan Ariana Grande sebagai Glinda dari gelembung berkilau itu adalah fantasi yang sempurna. Tapi magis yang lebih dalam bukan terletak pada kilauannya—melainkan pada bagaimana desain Elphaba menceritakan kisah isolasi, duka, dan pemberontakan diam-diam.

Paul Tazewell tidak sekadar mendandani para penyihir—ia menenun identitas mereka ke setiap helai benang. Mulai dari pemilihan celana panjang yang menjadi simbol kebebasan, hingga sweter buatan tangan yang dipakai sebagai pelindung emosional, kostum-kostum itu bukan sekadar aksesori. Mereka adalah protagonis yang diam.

Komentar (7)
Fashion Law Student (Mahasiswa Hukum dan Fesyen)
Casting a Black Elphaba while keeping the narrative about her being shunned for her green skin feels like a double-edged sword. It adds depth, sure, but also risks reducing real racial trauma to metaphor—without fixing the system that causes it.

Memilih aktor hitam untuk peran Elphaba sementara narasi tetap fokus pada penolakan karena kulit hijaunya terasa seperti pedang bermata dua. Memang menambah kedalaman, tapi juga berisiko mengubah trauma rasial nyata menjadi metafora belaka—tanpa memperbaiki sistem penyebabnya.

Theatre Director Ben (Sutradara Teater Ben)
Theatre has always used metaphor to talk about real pain. That’s the point. We don’t need real fires to learn about burnout—we need stories that hold up a mirror.

Teater selalu menggunakan metafora untuk membicarakan penderitaan nyata. Itu tujuannya. Kita tak perlu kebakaran sungguhan untuk memahami kelelahan emosional—kita butuh cerita yang menjadi cermin diri.

Wardrobe Stylist Mia (Stylist Busana Mia)
The 'sex cardigan' isn’t just cozy—it’s radical. A woman in a homemade sweater during a love scene? That’s a rejection of male gaze. No lace, no silk. Just warmth, authenticity, and narrative integrity.

Sweter 'seks' itu bukan cuma nyaman—tapi radikal. Seorang perempuan memakai sweter buatan tangan dalam adegan cinta? Itu penolakan terhadap pandangan maskulin. Tidak ada renda, tidak ada sutra. Hanya kehangatan, keaslian, dan konsistensi naratif.

Mom Who Sewed My Halloween Costumes (Ibu yang Menjahit Kostum Halloween Saya)
As someone who sewed her kid’s costumes for years, I get Tazewell’s bond with his mom. That Singer machine wasn’t just metal and thread—it was love, legacy, and the first stitch in a life’s work.

Sebagai ibu yang puluhan tahun menjahit kostum Halloween anak saya, saya mengerti hubungan Tazewell dengan ibunya. Mesin Singer itu bukan cuma logam dan benang—tapi cinta, warisan, dan jahitan pertama dari sebuah karier seumur hidup.

Black Theatre Scholar (Akademisi Teater Hitam)
For the first time, a Black woman is stepping into the green. That color now isn’t just fantasy—it’s commentary. When Elphaba is called a monster, audiences can’t escape the real-world shadows behind that word.

Untuk pertama kalinya, perempuan hitam memerankan tokoh berkulit hijau. Warna itu kini bukan sekadar fantasi—tapi komentar sosial. Saat Elphaba disebut monster, penonton tak bisa menghindar dari bayangan dunia nyata di balik kata itu.

Skeptical Cinemagoer (Penonton Film yang Ragu)
Great costumes, sure. But are we pretending this is revolutionary? The studios are still cashing in on diversity while paying lip service to inclusion.

Kostumnya bagus, iya. Tapi apakah kita berpura-pura ini revolusioner? Studio masih memanfaatkan isu keragaman sambil hanya memberi dukungan verbal pada inklusi.

Wicked Supercut Creator (Pembuat Kompilasi Wicked)
Y’all are overcomplicating it. Sometimes a trench coat is just a trench coat. But damn, that coat looked good.

Kalian kebanyakan mikir. Kadang-kadang mantel panjang ya cuma mantel panjang. Tapi sial, mantel itu kelihatan keren.