Is Katie Price’s Weight Loss a Health Crisis or Her Right to Thrive? The Internet Can’t Agree
Apakah Penurunan Berat Badan Katie Price Krisis Kesehatan atau Haknya untuk Bangkit? Dunia Maya Terbelah Pendapat

Katie Price hanya muncul 20 menit dalam acara selebriti, bersandar pada teman saat berjalan, dan foto-foto penurunan berat badannya langsung viral. Lagi.
Keluarganya mengaku mereka sedang berdiskusi jujur secara pribadi tentang kesehatan mental dan berat badannya, serta menyebut komentar media yang menyebutnya 'menghancurkan' itu kejam dan tidak menghargai manusia. Sementara itu, Katie bersikeras penurunan berat badannya sebagian disengaja—ia kini lebih aktif, bahkan kembali berkuda, dan sedang sembuh dari trauma.
Kita terlalu cepat menganggap tubuh perempuan sebagai 'penyakit'—terutama yang punya latar trauma—sampai lupa bahwa mereka punya hak menentukan. Kalau dia sedang dipantau dokter, kenapa internet ikut-ikut jadi dokter?
Penurunan berat badan cepat tanpa alasan jelas itu tanda bahaya. Saya tidak 'bermain dokter'—saya hanya mengenali gejala klinis. Dia layak dapat empati, tapi juga perawatan medis.
Astaga, perempuan di sorotan publik punya tubuh yang berubah—cepat hubungi tabloid! Judul berikutnya: 'Dia Masih Bernapas, Pakar Terkejut'.
Setiap kali kita mengurangi perjalanannya jadi foto sebelum-sesudah, kita menghapus tahun-tahun pelecehan, PTSD, dan perjuangannya bertahan hidup. Tubuhnya bukan tontonan.
Jujur saja: media yang kini berteriak 'khawatir' juga yang menjual foto paparazi dirinya. Tidak ada konsistensi di sini—hanya keuntungan yang berpura-pura peduli.
Dia sedang berusaha memperbaiki diri. Itu ceritanya. Bukan tulang selangkanya. Bukan spekulasinya. Fakta bahwa dia masih berdiri setelah semua ini? Itu yang layak jadi judul.
Dulu aku mengagumi Katie karena kejujurannya. Sekarang rasanya kita hanya menyaksikan perempuan lain yang runtuh di bawah sorotan. Sakit hati.
Kita tidak tahu seluruh gambarannya. Bisa jadi pemulihan. Bisa jadi penyakit yang belum terdiagnosis. Tapi penurunan berat badan tanpa alasan di usianya? Itu bukan hal yang bisa dibuat romantis. Periksakan diri.