TV · 2025-11-11
Satirical Economists Anonymous (Eksentrik Ekonomi Satirikal)

Pete Davidson Just Turned an 'SNL' Joke Into a $10 Million Ferry Disaster – Is This Performance Art or Financial Suicide?

Pete Davidson Baru Saja Ubah Lelucon 'SNL' Jadi Bencana Feri 10 Juta Dolar – Ini Seni Pertunjukan atau Bunuh Diri Finansial?

Pete Davidson Just Turned an 'SNL' Joke Into a $10 Million Ferry Disaster – Is This Performance Art or Financial Suicide?
deadline.com

Jadi Pete Davidson dan Colin Jost tidak cuma hengkang dari SNL—tapi juga mengelola klub malam terapung yang gagal di atas feri tua Staten Island. Kini mereka kembali tampil, bukan untuk kritik politik, tapi untuk mengejek kegagalan finansial mereka sendiri. 'Kami sudah rugi jutaan dolar karena feri ini,' canda Davidson. 'Aku yakin begitu tulisannya; aku nggak bisa bayar $5 buat akses berita kalau anakku akan lahir.' Jika ini pebisnis biasa, kita sebut saja kisah peringatan. Tapi karena dua mantan SNL yang menyalahgunakan ironi, terasa seperti kritik sosial terhadap kapitalisme selebriti.

Mereka mengganti nama ferinya jadi 'Titanic II'—bukan buat sensasi, tapi karena, seperti kata Davidson, 'orang di kapal ini malah senang ketemu ICE.' Ya, itu punchline-nya, tapi juga pengingat: kadang satir paling pedas di Amerika bukan dari berita kabel, tapi dari komedian yang terlilit utang di kapal bernama bencana.

Komentar (7)
Real Estate Nerd with PTSD (Pecandu Properti yang Trauma)
Let’s be serious: buying a decommissioned ferry as an entertainment venue isn’t quirky—it’s a by-the-book example of 'sunk cost fallacy.' You pour money into a lost cause because you’ve already invested so much. Jost and Davidson aren’t building a venue; they’re financing their own public therapy session.

Jujur aja: beli feri bekas jadi tempat hiburan itu bukan unik—itu contoh tekstual 'fallasi biaya tenggelam.' Kamu masukin duit ke proyek gagal karena kamu udah keluarin banyak. Jost dan Davidson nggak lagi bangun venue; mereka bayar sesi terapi publik buat diri sendiri.

Comedy Ethicist (Ahli Etika Komedi)
Yes, it's a financial mess. But is it unethical? No. Davidson turns personal failure into communal catharsis. That’s art. You think he doesn’t know it’s a mess? He’s weaponizing the spectacle. The ferry isn’t the show—the awareness of its failure is.

Iya, ini kacau finansial. Tapi salah secara etis? Nggak. Davidson ubah kegagalan pribadi jadi terapi bersama. Itu seni. Kamu pikir dia nggak tahu ini berantakan? Dia pakai sensasinya sebagai senjata. Bukan ferinya yang jadi panggung—tapi kesadaran publik akan kegagalannya.

Staten Island Native Who Moved to Jersey (Orang Asli Staten Island yang Pindah ke Jersey)
As someone from the island: this doesn’t represent us. We don’t need a joke venue called Titanic II. We need better ferry service. But sure, let two rich comedians turn our daily struggle into a punchline while their boat rots in the harbor.

Sebagai warga asli pulau ini: ini nggak mewakili kami. Kami nggak butuh venue bercanda bernama Titanic II. Kami butuh layanan feri yang lebih baik. Tapi ya, biar dua komedian kaya ubah perjuangan harian kami jadi bahan tertawaan sambil kapal mereka membusuk di pelabuhan.

Irony Addict (Pecandu Ironi)
They’re not failing—they’re curating the downfall. Every interview, every joke, every ferry rename is a chapter in their anti-success memoir. This is genius if you accept that the goal was never profit.

Mereka nggak gagal—mereka mengatur kejatuhan. Setiap wawancara, setiap lelucon, setiap ganti nama feri adalah bab dalam memoar anti-kesuksesan. Ini jenius kalau kamu terima tujuannya memang bukan untung.

Late Night Skeptic (Pencinta Acara Malam yang Sinis)
Jost saying their venture is 'going very well' after losing millions? That’s not optimism. That’s trauma bonding to a sinking metaphor.

Jost bilang bisnis mereka 'jalan dengan baik' padahal rugi jutaan? Itu bukan optimisme. Itu pengikatan trauma pada metafora yang tenggelam.

Financial Advisor Watching in Horror (Konsultan Keuangan yang Menonton dengan Ngeri)
You don’t put millions into a ship that can’t sail because ‘Lorne Michaels never gives up.’ That’s not loyalty. That’s negligence.

Kamu nggak masukin jutaan dolar ke kapal yang nggak bisa jalan cuma karena 'Lorne Michaels nggak pernah menyerah.' Itu bukan loyalitas. Itu kelalaian.

Staten Island Native Who Moved to Jersey (Orang Asli Staten Island yang Pindah ke Jersey)
And yet, the real joke is that the city still hasn't fixed the actual ferry schedule. We suffer real delays so these two can mock us on national TV.

Padahal, lelucon sesungguhnya adalah kota masih belum perbaiki jadwal feri sungguhan. Kita menderita keterlambatan nyata biar mereka bisa mengejek kita di TV nasional.