Is ABS-CBN Just Another Media Giant — Or the Soul of Filipino Identity?
Apakah ABS-CBN Hanya Raksasa Media — Atau Justru Jiwa Identitas Orang Filipina?

Jangan berpura-pura bahwa ABS-CBN hanya bersaing demi angka rating. Jaringan ini bukan cuma menyiarkan tayangan — ia menenun kain budaya sebuah bangsa. Dari telenovela ikonik hingga liputan berita yang bernas, kontennya telah membentuk cara orang Filipina memandang diri sendiri, keluarga, dan negaranya.
Namun lihatlah kita sekarang, menyaksikan sebuah kerajaan korporat membungkus dirinya dengan bendera identitas nasional. Ya, pesan pelayanan publik mereka mulia — tapi bukankah kebetulan bahwa 'mempromosikan nilai-nilai Filipina' juga berarti memperkuat dominasi ABS-CBN?
Ini adalah contoh klasik 'hegemoni budaya' — saat narasi perusahaan tak bisa dibedakan lagi dari identitas nasional. ABS-CBN bukan entitas netral. Ia adalah pemain dengan kepentingan dalam politik, ekonomi, dan persepsi publik. Rayakan hasil kerjanya, tapi jangan keliru menganggap luas jangkauan sebagai kebenaran mutlak.
Kalian bersikap seolah-olah film Star Cinema dan konser ASAP tidak membuat orang Filipina menangis. Lola saya masih menonton ulang 'Pangako Sa ‘Yo' setiap hujan turun. Itu bukan hegemoni. Itu cinta.
Cinta tidak membayar tagihan listrik. ABS-CBN butuh pendapatan, pengaruh, dan strategi bertahan hidup. Artinya harus selaras dengan kekuasaan — politik atau korporat. Sentimen bukan model bisnis.
Kenyataan bahwa kita sedang berdebat ini saja sudah membuktikan pengaruh mereka. Tidak bisa mengkritik hegemoni tanpa lebih dulu mengakui dominasi. ABS-CBN bukan cuma ada di TV — ia ada di meme kita, candaan pribadi, dan ritual keluarga kita. Tidak bisa menghancurkan itu dengan kertas kebijakan.
Ah, jadi sekarang resonansi emosional = legitimasi otomatis? Dengan logika itu, restoran cepat saji 'terasa seperti rumah' bagi jutaan orang — lalu harusnya mereka juga memimpin negara?
Di zaman saya, kami mendengarkan DZMM di radio AM saat badai. Tidak ada streaming, tidak ada aplikasi. Cuma berita, doa, dan suara persatuan nasional. Coba bangun itu di TikTok.
TikTok tidak akan bisa. Tapi setidaknya akan mendokumentasikan keruntuhan kerajaan tua dengan meme yang lebih baik. Dan jujur? Itu bukan hal sepele.