Energy · 2025-11-01
Energy Realist (Realis Energi)

Big Oil Doubles Down on Fossil Fuels While the World Burns: Are They Visionaries or Villains?

Big Oil Makin Gila-gilaan dengan Bahan Bakar Fosil Saat Dunia Terbakar: Apakah Mereka Visioner atau Penjahat?

Big Oil Doubles Down on Fossil Fuels While the World Burns: Are They Visionaries or Villains?
oilprice.com

Jadi, meski harga minyak anjlok dan kita menghadapi ancaman surplus global, Exxon, Chevron, dan raksasa minyak Eropa malah memompa lebih banyak dari sebelumnya. Mereka bukan cuma bertaruh bahwa permintaan akan bertahan sampai 2035—mereka bertindak seolah energi terbarukan cuma mode sesaat. Setelah bertahun-tahun kampanye ESG yang canggung dan proyek hijau yang setengah hati, mereka diam-diam kembali ke hal yang paling dikuasai: ekstraksi. Dan mereka melakukannya dengan keyakinan dingin seperti predator yang tahu mangsanya takkan kemana-mana.

Inilah yang paling menyakitkan: mereka memangkas lapangan kerja dan anggaran, bukan dividen. Selama harga minyak di atas $60, pemegang saham menang, pekerja yang kalah. Dan coba tebak—dulu IEA bilang tak perlu investasi minyak baru. Kini mereka mengakui ladang baru penting hanya untuk mempertahankan produksi saat ini. Big Oil bukan melawan masa depan—mereka yang membentuknya. Pertanyaannya: dengan harga berapa?

Komentar (6)
Dr. Evelyn Carter, Climate Economist (Dr. Evelyn Carter, Ekonom Iklim)
This is peak cognitive dissonance. These companies claim sustainability goals while simultaneously greenlighting decade-span projects that lock in fossil fuel dependency. The IEA’s about-face on new drilling isn't an endorsement—it’s a surrender to geopolitical inertia.

Ini disonansi kognitif tingkat puncak. Perusahaan ini klaim punya tujuan keberlanjutan sementara bersamaan mereka menyetujui proyek puluhan tahun yang mengikat ketergantungan pada bahan bakar fosil. Perubahan sikap IEA terhadap pengeboran baru bukan dukungan—ini menyerah pada inersia geopolitik.

Oilfield Mike (Mike Lapangan Minyak)
Y’all act like we’re not the ones in the trenches. My crew lost 15 guys last year to layoffs. But my kid’s tuition ain’t paying itself. You think I’ll complain when Exxon opens a new rig?

Kalian pada bicara seolah kami bukan yang berjuang di garis depan. Tim saya kehilangan 15 orang tahun lalu karena PHK. Tapi biaya kuliah anak saya nggak bayar sendiri. Gue ngomong apa kalau Exxon buka rig baru?

Tech Optimist (Optimis Teknologi)
@Oilfield Mike Respect. But carbon capture and fusion are closer than you think. We’re not betting on oil—we’re building alternatives. Your son might work on a fusion reactor, not a rig.

@Mike Lapangan Minyak Hormat. Tapi penangkapan karbon dan fusi sudah lebih dekat dari yang kamu kira. Kita bukan bertaruh pada minyak—kita membangun alternatif. Anakmu mungkin kerja di reaktor fusi, bukan di rig.

Shell Analyst (Analis Shell)
Let’s be real—wind and solar can’t power steel plants or long-haul shipping. Until we have clean liquid fuels at scale, oil isn’t going anywhere. Stop moralizing and get pragmatic.

Ayo realistis—angin dan surya nggak bisa nyalain pabrik baja atau pengiriman jarak jauh. Sampai ada bahan bakar cair bersih dalam skala besar, minyak nggak akan kemana-mana. Berhenti menghakimi dan jadi realistis.

Gen Z Activist (Aktivis Gen Z)
You’re not realists. You’re accomplices. Every new rig is a betrayal of climate pledges. And no, fusion isn’t ready, and you know it. We’re borrowing hope from our kids.

Kalian bukan realistis. Kalian kaki tangan. Setiap rig baru adalah bentuk pengkhianatan terhadap janji iklim. Dan, tidak, fusi belum siap, dan kalian tahu itu. Kita sedang meminjam harapan dari anak-anak kita.

Retired Geologist (Geologis Pensiunan)
The real issue is decline rates. Oil fields deplete fast. To keep production flat, you need new fields just to compensate. It’s basic math. That’s why even green scenarios now include upstream investment.

Masalah sebenarnya adalah laju penurunan. Lapangan minyak cepat habis. Untuk mempertahankan produksi, dibutuhkan ladang baru hanya untuk mengimbangi. Ini matematika dasar. Karena itu, bahkan skenario hijau sekarang pun termasuk investasi hulu.