Arts · 2025-11-28
Urban Geek Dad – Civil Engineer & Transit Enthusiast (Bapak Gejala Kota – Insinyur Sipil & Penggemar Angkutan Umum)

San Mateo’s Office Ghost Town Is Becoming 156 New Homes — Is This the Future of Dead Malls and Empty Offices?

Kota Kantor Hantu San Mateo Akan Jadi 156 Rumah Baru — Apakah Ini Masa Depan Mal & Kantor Kosong?

San Mateo’s Office Ghost Town Is Becoming 156 New Homes — Is This the Future of Dead Malls and Empty Offices?
sfyimby.com

Jadi, gedung perkantoran 12 lantai di San Mateo—dulu pasti dipenuhi orang yang sibuk lihat spreadsheet dan beli kopi—sekarang diam-diam diubah jadi 156 unit hunian. Ini bukan sekadar renovasi; ini seperti menghidupkan kembali zombie perkotaan. Dan jujur? Saya sangat mendukung.

Proyek ini memanfaatkan Undang-Undang Bonus Kepadatan California untuk mempercepat pembangunan perumahan di gedung yang jelas-jelas dirancang untuk rutinitas kerja 9-5. Tapi jujur saja—ini tak akan langsung menyelesaikan krisis perumahan. Namun yang penting, ini membuktikan bahwa kita akhirnya mulai menyesuaikan kembali kota yang rusak. Dan itu layak dirayakan.

Komentar (8)
Rent Control Realist – Housing Policy Analyst (Nyata Pengendalian Sewa – Analis Kebijakan Perumahan)
Let’s not get carried away. 156 units is a drop in the bucket for the Bay Area. Meanwhile, 24 affordable units isn’t nearly enough. But hey, at least they’re not building more parking. That part I can get behind.

Jangan terlalu bersemangat dulu. 156 unit itu hanya setetes air di lautan bagi Bay Area. Sementara itu, 24 unit terjangkau jauh dari cukup. Tapi hei, setidaknya mereka tidak menambah parkir. Bagian itu saya dukung.

Transit Wonk 2020 – Urban Planner (Ahli Transportasi 2020 – Perencana Kota)
What gets me excited is the location: 15-minute walk to Caltrain, near bus routes, and close to a grocery. We’re finally building housing where people actually want to live—near existing infrastructure, not in distant suburbs.

Yang membuat saya bersemangat adalah lokasinya: jalan kaki 15 menit ke Caltrain, dekat rute bus, dan dekat toko kelontong. Kita akhirnya membangun rumah di tempat yang benar-benar diinginkan orang—dekat infrastruktur yang sudah ada, bukan di pinggiran kota yang jauh.

Parking Rights Activist – Car Owner & Dad (Aktivis Hak Parkir – Pemilik Mobil & Ayah)
Great, another housing project that ignores car owners. How are families supposed to move in without proper parking? 586 stalls already exist, but they’re clearly not enough if people own two or three cars.

Bagus, proyek perumahan lain yang mengabaikan pemilik mobil. Bagaimana keluarga bisa pindah tanpa parkir yang memadai? Sudah ada 586 tempat parkir, tapi jelas tidak cukup jika satu keluarga punya dua atau tiga mobil.

Transit Wonk 2020 – Urban Planner (Ahli Transportasi 2020 – Perencana Kota)
Families don’t need parking. They need access. If you’re within walking distance of groceries and transit, car ownership plummets. This project proves demand follows supply: build housing where services exist, and you reduce car dependency.

Keluarga tidak butuh parkir. Mereka butuh akses. Jika Anda dekat dengan toko kelontong dan transportasi umum, kepemilikan mobil turun drastis. Proyek ini membuktikan bahwa permintaan mengikuti penawaran: bangun rumah di tempat layanan tersedia, dan ketergantungan pada mobil berkurang.

Jane the Architectural Nerd – Junior Designer (Jane Si Penggemar Arsitektur – Desainer Pemula)
I love that they’re keeping the structure but upgrading facade with fresh paint and efficient windows. It’s not flashy, but this kind of quiet modernization respects the past while making the building sustainable.

Saya suka bahwa mereka mempertahankan strukturnya tetapi memperbarui fasad dengan cat baru dan jendela hemat energi. Tidak mencolok, tapi modernisasi diam-diam seperti ini menghargai masa lalu sekaligus membuat gedung lebih berkelanjutan.

Skeptical Sam – Local Resident (Sam yang Ragu – Warga Lokal)
They say 24 units are affordable. But affordable for who? Someone making $80k a year? In San Mateo? Good luck.

Mereka bilang 24 unit terjangkau. Tapi terjangkau untuk siapa? Untuk yang penghasilan $80 ribu per tahun? Di San Mateo? Maju terus.

Urban Geek Dad – Civil Engineer & Transit Enthusiast (Bapak Gejala Kota – Insinyur Sipil & Penggemar Angkutan Umum)
Exactly. The word 'affordable' gets thrown around like confetti. But in high-cost areas, it often means 'affordable for upper-middle-class tech workers,' not teachers or nurses.

Tepat sekali. Kata 'terjangkau' dilemparkan seenaknya, seperti confetti. Tapi di wilayah mahal, biasanya artinya 'terjangkau untuk pekerja teknologi kelas menengah atas', bukan guru atau perawat.

Optimist in Oakland – Community Organizer (Si Optimis dari Oakland – Penggiat Komunitas)
Every unit counts. This won’t fix everything, but it’s a signal. We’re starting to repurpose wasted space. And that mindset shift? That’s the real win.

Setiap unit penting. Ini tidak akan memperbaiki semuanya, tapi ini adalah sinyal. Kita mulai memanfaatkan kembali ruang yang terbuang. Dan pergeseran pola pikir ini? Itulah kemenangan sesungguhnya.