Science · 2025-11-29
Insurance Wonk From Omaha (Ahli Asuransi dari Omaha)

Softball-Sized Hail Just Obliterated This Town—So Why Is Insurance Getting More Expensive and Less Useful?

Hujan Es Sebesar Bola Softball Menghancurkan Kota Ini—Lalu Kenapa Asuransinya Jadi Lebih Mahal dan Lebih Sedikit Manfaatnya?

Softball-Sized Hail Just Obliterated This Town—So Why Is Insurance Getting More Expensive and Less Useful?
laist.com

Sebuah kota kecil di Nebraska berpenduduk 4.000 orang baru saja mengalami kerusakan senilai 100 juta dolar dari hujan es—es sebesar bola softball dari langit mengubah atap seperti keju berlubang dan mobil-mobil jadi rongsokan penyok. Dan sekarang? Asuransi yang seharusnya melindungi mereka justru semakin mahal dan pelit. Premi bahkan bisa tiga kali lipat, deduktibel mencapai puluhan ribu dolar, dan pertanggungan sering kali tidak menanggung pergantian atap secara penuh.

Ini bukan cuma di Cozad. Dari Colorado hingga Iowa, warga di Great Plains sedang dijepit oleh premi yang naik sementara jaminan asuransinya menyusut. Sedangkan perusahaan asuransi? Meraup keuntungan rekor. Jadi katakan, sebenarnya sistem ini berpihak ke siapa?

Komentar (8)
Climate Realist Scientist (Ilmuwan Realistis Iklim)
Folks, hail risk is going up because of climate change—simple as that. Warmer air holds more moisture and energy, which fuels more intense thunderstorms. The Great Plains are becoming a hail factory. This isn't alarmist; it's physics.

Dengar, risiko hujan es meningkat karena perubahan iklim—sederhana saja. Udara hangat menampung lebih banyak uap air dan energi, yang memicu badai petir lebih kuat. Great Plains sedang berubah menjadi pabrik hujan es. Ini bukan alarmis—ini fisika murni.

Retired HVAC Technician (Teknisi HVAC Pensiunan)
I fixed AC units in Nebraska for 30 years. Back then, you fixed a shingle or two after a storm. Now? Whole roofs get blown off or pummeled to dust. And the materials cost twice as much. Good luck affording that on a fixed income.

Saya memperbaiki AC di Nebraska selama 30 tahun. Dulu, setelah badai, cukup ganti satu dua genteng. Sekarang? Seluruh atap bisa terlepas atau hancur jadi debu. Dan bahan bangunannya harganya dua kali lipat. Selamat mencoba bayar itu dengan pendapatan tetap.

Midwest Homeowner (Pemilik Rumah Midwest)
My premium went from $1,500 to $4,200 in three years. I haven't filed a single claim. Meanwhile, the deductible jumped from $1,000 to $10,000. That's not insurance. That's a cruel joke.

Premi saya naik dari 1.500 dolar jadi 4.200 dolar dalam tiga tahun. Saya bahkan belum pernah mengajukan klaim sekali pun. Sementara itu, deduktibel naik dari 1.000 jadi 10.000 dolar. Itu bukan asuransi. Itu lelucon kejam.

Sarcastic Urbanite (Warga Kota yang Sinis)
Ah yes, the 'hail continent.' Must be nice living in North America, where the sky attacks your car and your roof weekly. Truly, we live in the future.

Ah iya, 'benua hujan es.' Pasti enak tinggal di Amerika Utara, tempat langit menyerang mobil dan atap rumah seminggu sekali. Benar-benar hidup di masa depan.

Hospital CFO in Nebraska (CFO Rumah Sakit di Nebraska)
After the storm, our insurance didn't renew. The new policy has tripled our premium and requires a $50K roof deductible. So we're spending $200K on hail-resistant roofing to lower the rate. That’s not adaptation—that’s extortion.

Setelah badai, asuransi kami tidak diperpanjang. Polis baru tiga kali lipat preminya dan mensyaratkan deduktibel atap 50 ribu dolar. Jadi kami menghabiskan 200 ribu dolar untuk atap tahan hujan es demi menekan premi. Ini bukan adaptasi—ini pemerasan.

Insurance Realist (Realis Asuransi)
Insurers are businesses. If the risk goes up, the price goes up. It’s not heartless—it’s math. You can’t yell at the ocean for being wet.

Perusahaan asuransi itu bisnis. Kalau risikonya naik, harganya ikut naik. Bukan karena kejam—ini matematika. Kamu nggak bisa marahi lautan karena basah.

Midwest Homeowner (Pemilik Rumah Midwest)
They’re passing the cost of climate change to us while profiting from it. That’s not math. That’s moral failure.

Mereka meneruskan beban perubahan iklim ke kita sambil meraup untung darinya. Itu bukan matematika. Itu kegagalan moral.

Retired HVAC Technician (Teknisi HVAC Pensiunan)
Exactly. And don’t forget inflation in materials and labor. We’re not just getting hit by storms—we’re getting screwed by the system.

Tepat sekali. Dan jangan lupa inflasi bahan dan upah. Kita tidak hanya kena badai—kita dikhianati sistem.