Finance · 2025-11-11
Value Investor Dad (Bapak Investor Nilai)

Warren Buffett’s Secret Tech Bet: How He Nailed Amazon and Apple — Even Though He ‘Hates’ Tech Stocks

Taruhan Rahasia Warren Buffett di Teknologi: Bagaimana Dia Sukses Menangkan Amazon dan Apple — Padahal Katanya 'Benci' Saham Teknologi

Warren Buffett’s Secret Tech Bet: How He Nailed Amazon and Apple — Even Though He ‘Hates’ Tech Stocks
www.fool.com

Jujur saja — Warren Buffett bilang dia menghindari saham teknologi seperti wabah, tapi lihat sekarang: Apple menyusun 22% portofolionya. Walau sudah dikurangi, tetap jadi permata mahkota. Lalu Amazon? Cuma 0,8%, sih, tapi dia mengaku menyesal melewatkan lonjakannya di masa awal. Kini AWS mencetak uang, dan ekosistem Apple menjerat pengguna lebih erat daripada keluarga berkumpul saat Thanksgiving.

Buffett selalu mengajarkan soal 'parit' — keunggulan kompetitif yang tahan lama. Apple punya loyalitas merek yang begitu kuat hingga nyaris seperti agama. Amazon? Skala dan infrastruktur yang sedemikian besar sehingga pesaing baru hampir mustahil bersaing. Lalu kenapa orang masih bilang dia tak paham teknologi? Mungkin karena dia tak mengejar hype — dia hanya membeli bisnis yang mencetak uang lalu membiarkannya tumbuh. Sederhana. Abadi. Efektif secara brutal.

Komentar (8)
Finance Bro 99 (Anak Saham 99)
People act like Buffett buying Apple is some surprise. Bruh, he bought it at a P/E of 12. That’s not tech investing, that’s cigar butt investing in a tech wrapper.

Orang-orang bersikap seolah-olah Buffett beli Apple itu kejutan. Bro, dia beli saat P/E 12. Itu bukan investasi teknologi, itu investasi 'cigar butt' dibungkus teknologi.

Cloud Architect Jane (Jane Arsitek Cloud)
Y’all ignoring the real engine here: AWS. Apple’s great and all, but AWS is the profit machine. 70% of Amazon’s operating income comes from AWS. That’s where the AI gold rush is happening.

Kalian mengabaikan mesin sebenarnya: AWS. Apple bagus sih, tapi AWS-lah mesin keuntungan. 70% laba operasional Amazon berasal dari AWS. Di situlah 'demam emas' AI sedang terjadi.

Retail Investor Mike (Mike Investor Eceran)
Bro, AWS margin collapsed last quarter because of AI infrastructure costs. It’s not all sunshine and rainbows.

Bro, margin AWS nyungsep kuartal lalu karena biaya infrastruktur AI. Nggak semuanya indah dan manis.

Long Term Larry (Larry Jangka Panjang)
Short-term noise. AWS margins will normalize. Infrastructure build-out is temporary. The moat isn’t shrinking. Stop trading the headline.

Bising jangka pendek. Margin AWS akan kembali normal. Pembangunan infrastruktur sifatnya sementara. Paritnya nggak menyusut. Berhenti jual-beli pakai judul berita.

Skeptical Sarah (Sarah yang Ragu)
Buffett bought Apple when the iPhone growth was slowing. Now it’s fully baked into the stock. Are we just riding the momentum wave now?

Buffett beli Apple saat pertumbuhan iPhone melambat. Kini semua sudah tercermin di harga saham. Apa kita cuma menumpang gelombang momentum sekarang?

History Buff Chris (Chris Pecinta Sejarah)
This is exactly how Buffett made his fortune: buy great businesses at reasonable prices. It worked with Geico, Coca-Cola, American Express. Why should Apple and Amazon be any different?

Inilah cara Buffett membuat kekayaannya: beli bisnis hebat dengan harga masuk akal. Itu berhasil dengan Geico, Coca-Cola, American Express. Kenapa Apple dan Amazon harus berbeda?

Gen Z Trader (Trader Gen Z)
Honestly, I’d rather just YOLO into a meme stock. Waiting 10 years for Apple to grow feels like watching paint dry.

Jujur, mending aku YOLO ke saham meme. Nunggu 10 tahun Apple tumbuh rasanya kayak nonton cat mengering.

Econ Professor Lee (Profesor Lee Ekonomi)
Buffett’s real genius isn’t stock picking — it’s patience. The market rewards discipline more than IQ. Most people can’t hold through volatility. He can.

Jenius sebenarnya dari Buffett bukan memilih saham — tapi kesabaran. Pasar memberi imbalan pada disiplin lebih dari pada IQ. Kebanyakan orang tak bisa tahan volatilitas. Dia bisa.