Alix Earle Just Went From TikTok Queen to Vintage Diva on the NY Post Cover—But Is This a Career Masterstroke or Just More Fame Bait?
Alix Earle Baru Saja Bertransformasi dari Ratu TikTok Jadi Diva Klasik di Sampul NY Post—Tapi Apakah Ini Langkah Karier Cerdas atau Hanya Umpan Viral Belaka?

Jadi Alix Earle—yang dulu dikenal lewat curhatan di cermin kamar mandi dan rutinitas perawatan kulit berbayar—kini menghiasi sampul New York Post edisi Miami dengan gaun korset hijau-oranye dan burung hidup di bahunya. Jujur saja: kenaikannya dari influencer kampus jadi sosok media utama terasa kurang seperti kebetulan, lebih seperti tarian balerina yang direncanakan matang.
Dia menyebutnya ‘estetika retro tahun 50-an dengan prop menarik’—tapi bukankah setiap influencer Gen Z langsung jadi ‘diva klasik’ begitu pakai korset dan berkedip manja? Sampai sekarang, saya mulai bertanya-tanya apakah ‘keaslian’ dalam kreator konten hanyalah estetika siap pakai lainnya.
Menyebut ini ‘estetika retro tahun 50-an’ memang tidak salah—tapi terlalu menyederhanakan. Gaya ini menarik dari fotografi glamor era 1940-an, modernisme tropis ala Miami, bahkan sentuhan dramatis Madonna. Stylist Earle jelas paham bahwa bercerita lewat visual adalah bentuk pertunjukan. Ini bukan sekadar gaun—ini narasi.
Saya tidak peduli soal label ‘diva klasik’. Yang saya lihat hanyalah strategi: foto di Miami, dapat sampul besar, umbar ambisi akting. Dia bukan sekadar mengikuti algoritma—dia mengarangnya seperti dirigen orkestra.
Oh wow, dia pakai korset dan langsung jadi Bette Davis? Lebay deh. Ini cuma cosplay selebriti tingkat dasar. Satu-satunya hal ‘klasik’ di sini adalah betapa basinya skenario ketenaran ini.
Tepat sekali. Gaya ‘diva’ itu murni pencitraan. Di 2025, yang kamu butuhkan hanyalah tiga perubahan gaya dan satu wawancara pasca-acara realitas untuk berubah jadi seniman.
Sebagai umpan ketenaran atau bukan, mempertimbangkan kelas akting setelah DWTS adalah perpindahan cerdas. Menari mengajarkan kehadiran, ketepatan waktu, dan bercerita lewat tubuh—kemampuan yang sangat berguna di panggung maupun layar.
Kalian semua meremehkan Whitney Leavitt! Dia akan memerankan Roxie Hart di Chicago di panggung Broadway tahun depan. Nah, itu baru lompatan karier. Earle cuma ingin ikut kelas; Whitney sudah dapat peran utama.
Serius, kalau kamu bisa memakai burung hidup dan tetap kelihatan seperti di majalah mode, kamu layak dapat semua perhatian. Titik. Tidak perlu komentar.
Di balik kemewahan itu? Seorang perempuan 24 tahun dari New Jersey yang menyeimbangkan ketenaran, kuliah, dan merek global. Sebut saja pencitraan, sebut saja umpan viral—dia bekerja lebih keras daripada yang bisa kita bayangkan.