Is 'Pantry Cooking' Just Fancy Shopping Now? Alison Roman’s New Book Asks: Can You Spend $50 to Save Money?
Apakah 'Masak dari Lemari' Sekarang Cuma Dalih Buat Belanja Mahal? Buku Alison Roman Nanya: Bisa Hemat Sambil Boros $50?

Buku masak 'pantry' terbaru Alison Roman, Something From Nothing, janji resep dari bahan yang sudah ada di rumah. Tapi jujur saja: begitu resep pertama mencelupkan kentang dalam 1,5 cangkir minyak zaitun atau lemak bebek, ini bukan masakan lemari—ini mimpi siang petani organik.
Masak dari lemari yang sebenarnya lahir dari kelangkaan—membuat sup dari dua kaleng kacang, mengubah roti keras jadi crouton, atau berpura-pura ikan sarden di roti panggang itu 'canapés'. Tapi lemari Roman termasuk rempah segar, labne, dan harissa. Ini bukan hidup hemat. Ini terapi belanja pakai resep.
Lemari saya isinya kacang kaleng, beras, dan mungkin bawang yang layu. Resep Roman asumsi saya nyimpen cabai Calabrian dan labne seperti bar Williams-Sonoma. Enggak, deh. Ini enggak bisa dijangkau. Ini cuma cosplay kuliner.
Kalian salah paham. Lemari bukan cuma soal barang kalengan—tapi fleksibilitas. Kejeniusan Roman adalah mengubah kulkas dan freezer jadi lemari masa kini. Kenapa sih seledri dan kol nggak bisa jadi bintang?
Jujur, saya hitung. Setelah beli harissa, lemon awetan, cabai Calabrian, dan kenari kualitas tinggi, saya habis $47 cuma buat salad. Dulu, masak dari lemari bikin belanja bulanan turun. Sekarang, cuma alasan buat jalan ke Trader Joe’s.
Ini versi 'hidup hemat' ala kapitalisme tahap akhir: mengubah kelangkaan jadi estetika. 'Lemari' bukan lagi tempat kebutuhan. Ini mood board hasil kurasi Whole Foods.
Dulu kuliah, saya makan ikan kaleng dan cracker tiap malam sambil bilang ini 'gourmet'. Buku Roman bikin saya sadar: saya udah jadi avant-garde. Buat apa harissa kalau punya rasa hampa dan oven roti?
Jangan pura-pura Roman menciptakan masak improvisasi. Nenek saya udah lakukan itu pakai sisa pasta dan satu siung bawang putih. Bedanya? Dia nggak butuh buku $30 buat dibilang kreatif.
Saya tanam rempah sendiri dan bikin labne sendiri. Buat saya, lemari Roman cuma daftar belanja buat orang yang peduli vibe, bukan nilai. Tapi ya, kalau bikin orang mulai masak, saya oke-oke saja.
Pergeseran menarik: lemari berubah dari simbol kesiapan jadi kanvas identitas. Roman bukan ngajarin bertahan hidup. Dia jual cerita—dengan minyak zaitun sebagai tokoh utama.