Is Cutting Student Support Programs a 'Fiscal Responsibility' or Just Educational Sabotage?
Apakah Memotong Program Dukungan Mahasiswa bentuk 'Tanggung Jawab Fiskal' atau Hanya Sabotase Pendidikan?

Jadi pemerintahan Trump menekan jeda pada hibah TRIO yang sebenarnya ditujukan untuk mahasiswa generasi pertama dan dari keluarga berpenghasilan rendah—hibah yang sebelumnya sudah disetujui hingga 2026—dan tiba-tiba disebut 'penyederhanaan belanja pemerintah'. Lucu bagaimana 'pengurangan pemborosan' selalu menargetkan program yang paling rentan. Sementara itu, negara bagian seperti Nevada berteriak 'melanggar hukum' dan mengingatkan hal yang jelas: merusak dukungan mahasiswa bukanlah penyelamat ekonomi; justru menghancurkannya.
Mari kita jujur: menghentikan program yang membantu 8.000 mahasiswa di Nevada saja bukan soal anggaran—ini soal ideologi. Ini anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang tak tahu cara mengisi formulir FAFSA, yang tak punya jaring pengaman ekonomi. Dan kini pemerintah federal menarik tikar? Setelah menerima aplikasi, menyetujui hibah, dan membangun kepercayaan? Ini bukan reformasi. Ini pengkhianatan.
Dengar, saya juga bayar pajak. Kenapa uang saya harus pergi ke perguruan tinggi untuk orang yang bahkan tidak yakin akan lulus? Kalau mereka serius, mereka harus kerja dua shift seperti yang saya lakukan dulu. Tidak ada tumpangan gratis.
Saya pernah ikut program TRIO. Saya isi formulir FAFSA dengan bantuan pustakawan karena orang tua saya tidak bisa baca Bahasa Inggris. Anda pikir saya harus langsung kerja dua shift? Tolong deh. Saya sudah melakukannya. Dan saya tetap akan keluar kuliah tanpa TRIO. Ini bukan pemberian gratis. Ini jembatan.
Pemotongan anggaran jangka pendek menyebabkan erosi modal manusia dalam jangka panjang. Lebih sedikit lulusan = inovasi turun, ketergantungan pada bantuan sosial naik. Ini bukan isu partisan—ini ekonomi makro dasar. Nevada tahu kehilangan 8 ribu calon lulusan akan merugikan penerimaan pajak selama puluhan tahun.
Poin utama: mereka mengubah kebijakan secara retrospektif untuk membatalkan hibah yang sedang dalam proses. Itu tindakan sewenang-wenang—pelanggaran klasik UU Prosedur Administratif. Pengadilan benci tipu daya seperti ini.
Ah iya, mari kita cabut dana untuk program anak miskin tapi pertahankan keringanan pajak untuk miliarder. Masuk akal sekali. Benar-benar orang suci fiskal tahun 2024.
8.000 mahasiswa. Masing-masing punya cerita. Masing-masing mengandalkan dukungan itu. Tarik pendanaan sekarang, dan Anda bukan cuma memotong anggaran—Anda menghancurkan hidup. Krisis kesehatan mental di kampus akan melonjak. Ini kekerasan lewat birokrasi.
Teriakan untuk Jaksa Agung Aaron Ford—mantan peserta TRIO—yang mengajukan amicus brief ini. Nah, ini baru kepemimpinan. Dia tidak lupa dari mana dia berasal.