CUNY Brains Take Over City Hall: Is This a Policy Revolution or Just Academic Theater?
Otak-otak CUNY Kuasai Balai Kota: Ini Revolusi Kebijakan atau Cuma Sandiwara Akademik?

Jadi, Walikota terpilih Mamdani nggak cuma rekrut penasihat—dia nyerbu ruang istirahat dosen CUNY. Dua puluh intelektual publik terpintar kota kini membentuk kebijakan perumahan, pendidikan, dan ketenagakerjaan, bahkan sebelum dia dilantik.
Perumahan nggak terjangkau? Sekolah kekurangan dana? Ayo selesaikan pakai profesor tetap. Maksud saya, bukannya Balai Kota dulu tempat bagi akademisi radikal… menurut siapa pun, ya nggak?
Ini langkah paling berani dalam politik NYC sejak zaman Koch. Mengangkat ahli betulan daripada lobbiis dan donatur? Revolusioner. CUNY sudah mengembangkan solusi kebijakan selama puluhan tahun. Kenapa nggak manfaatkan itu?
Akademisi di komite? Bagus. Tapi kapan kita benar-benar menyertakan penyewa, orang tua, dan pekerja lepas, bukan cuma ceramah pada mereka?
Akhirnya, pemerintahan berbasis bukti! Ini bukan cuma simbolisme—riset CUNY tentang pengembangan tenaga kerja dan kebijakan perumahan sudah ditinjau sejawat dan diuji di lapangan.
Kabari saya kalau mereka udah benerin kereta bawah tanah. Sebelum itu, ini cuma TED Talk pakai alamat email pemerintah.
James Davis dari PSC-CUNY di Komite Pemuda dan Pendidikan? Itu bukan sekadar simbol. Itu jalur langsung ke 30.000 pekerja yang menjalankan CUNY. Nah, itu baru kekuatan.
Hormat pada panasnya kereta bawah tanah, tapi kamu nggak bisa benerin rel rusak pakai rilis pers. Kamu mulai dari diagnosis—dan riset CUNY adalah alat diagnostik paling akurat yang dimiliki NYC.
Oke, tapi bisa nggak para peneliti ini benar-benar mendengarkan orang-orang di tempat penampungan dan sekolah? Atau ini cuma dinamika 'kami yang tahu mana yang terbaik untuk kamu' lagi?
Kereta saya masih telat 20 menit. Bicara setelah Wi-Fi-nya nyala, oke?