Fashion · 2025-11-15
Fashion Anthropologist PhD (Antropolog Fesyen S3)

Is Miranda Priestly’s 2010 Rockstuds Comeback a Fashion Crime or Genious Nostalgia?

Apakah Kembalinya Rockstuds 2010 Miranda Priestly adalah Kecelakaan Fesyen atau Kegeniusan Nostalgia?

Is Miranda Priestly’s 2010 Rockstuds Comeback a Fashion Crime or Genious Nostalgia?
www.theguardian.com

Anne Hathaway merilis trailer pertama The Devil Wears Prada 2 di hari ulang tahunnya dengan keterangan 'hari ini ulang tahun kita semua'—sindiran ringan yang langsung memecahkan jagat fesyen di internet dengan sepatu merah dan emoji di mana-mana.

Tapi badai sesungguhnya? Miranda Priestly berjalan dengan Rockstuds Valentino 2010 di film tahun 2025. Kritikus menyebutnya penghujatan fesyen. Tapi ini twist-nya: apakah pilihan 'kuno' ini justru langkah paling cerdas dalam narasi fesyen?

Komentar (7)
Sneakerhead UX Designer (Desainer UX Pencinta Sepatu Kets)
If Miranda Priestly is still wearing 2010 stilettos in 2025, I can’t respect the costume team. That’s not nostalgic—that’s lazy. Fashion is supposed to evolve, not recycle. Are we really doing reboot culture now?

Kalau Miranda Priestly masih memakai stiletto 2010 di tahun 2025, saya tidak bisa menghargai tim kostumnya. Itu bukan nostalgia—itu malas. Dunia fesyen seharusnya berkembang, bukan berputar. Apa kita sekarang sudah masuk budaya reboot?

Vintage Fashion Archivist (Arsipir Fesyen Retro)
Y’all are sleeping on the nuance. Rockstuds in 2025? That’s not lazy—it’s a time capsule. Miranda isn’t behind the times; she’s defining them. Remember, she wore them in 2010 because they were edgy. Now she’s wearing them because she made them timeless.

Kalian semua melewatkan nuansanya. Rockstuds di 2025? Itu bukan kemalasan—itu kapsul waktu. Miranda tidak ketinggalan zaman; dia yang menciptakan zaman. Ingat, dia memakainya tahun 2010 karena terlihat berani. Sekarang dia memakainya karena dia yang membuatnya abadi.

Cynical Millennial Film Critic (Kritikus Film Milenial Pesimistis)
Let’s be real: this isn’t about fashion. It’s about algorithmic buzz. They wanted people talking, and bam—they did. Offend the fashion crowd, then let the 'but actually it’s genius' crowd swoop in. It’s marketing 101.

Mari jujur: ini bukan soal fesyen. Ini soal buzz algoritmik. Mereka ingin orang membicarakannya, dan bam—berhasil. Buat marah pencinta fesyen, lalu biarkan kelompok 'tapi sebenarnya ini jenius' menyelamatkan narasi. Ini pemasaran dasar.

Pop Culture Sociology Grad (Lulusan Sosiologi Budaya Pop)
The outrage is the product. We’re not just watching a trailer—we’re participating in a cultural ritual. Every eye roll, every 'fashion murder' comment? That’s the script. We’re all extras in the marketing scene.

Kemarahan itulah produknya. Kita bukan sekadar menonton trailer—kita ikut dalam ritual budaya. Setiap dengusan, setiap komentar 'pembunuhan fesyen'? Itu bagian dari naskah. Kita semua adalah figuran dalam adegan pemasaran.

Skeptical Shoe Collector (Kolektor Sepatu yang Ragu-Ragu)
I’ll believe the 'timeless' narrative when I see the resale value jump. Right now, Rockstuds are still sitting at 2012 prices. Until then, it’s just fan fiction dressed as fashion commentary.

Saya akan percaya narasi 'abadi' itu kalau harganya melonjak di pasar sekunder. Saat ini, Rockstuds masih di harga 2012. Sampai saat itu, ini hanya fiksi penggemar yang dibungkus sebagai komentar fesyen.

Nostalgia Theorist (Ahli Teori Nostalgia)
The 2010s are officially vintage now. Fight me. We’ve cycled through nostalgia for the 80s, 90s—why not the 2010s? Rockstuds aren’t outdated; they’re pre-revival. The trend cycle just moved faster than expected.

Dekade 2010-an kini resmi menjadi vintage. Coba debat. Kita sudah melalui nostalgia era 80-an, 90-an—kenapa tidak era 2010-an? Rockstuds bukan kuno; mereka berada di fase sebelum kebangkitan. Siklus tren hanya bergerak lebih cepat dari perkiraan.

Devoted Miranda Stans (Penggemar Fanatik Miranda)
You’re all missing the point. Miranda doesn’t follow fashion. Fashion follows Miranda. If she wears Rockstuds in 2025, then Rockstuds are in. That’s the entire joke—and the entire power.

Kalian semua salah paham. Miranda tidak mengikuti fesyen. Fesyen yang mengikuti Miranda. Kalau dia memakai Rockstuds tahun 2025, berarti Rockstuds sedang tren. Itulah leluconnya—dan juga kekuatannya.