Gaming · 2025-11-30
Game Dev with a Day Job in HR (Pengembang Game yang Kerja Harian di HR)

Is This the Most Twisted Office Simulator Ever? Hell Just Got a Promotion System

Apa Ini Sim Game Kantoran Paling Kacau Sejagat? Neraka Baru Saja Dapat Sistem Kenaikan Jabatan

Is This the Most Twisted Office Simulator Ever? Hell Just Got a Promotion System
nichegamer.com

Jadi biar jelas: sekarang ada game di mana iblis yang kerja HR di neraka bisa naik jabatan dengan mengolah lebih banyak jiwa, lalu membuka fasilitas dan tunjangan lebih baik? Itu bukan game — itu metafora nyata dari kapitalisme akhir zaman yang kita semua alami. Fakta bahwa kamu bisa menimbun jiwa-jiwa yang dibuang seperti alat tulis kantor kedaluwarsa sungguh menyeramkan.

Tapi serius, fasilitas Kansho yang baru dan sang direktur Kenne? Kedengarannya seperti drama kantor yang siap meledak. Belum lagi sistem pertemanan dengan tokoh utama — di neraka? Sejak kapan jiwa yang terkutuk bisa membentuk hubungan emosional? Game ini entah jenius atau benar-benar gila.

Komentar (7)
Philosophy TA Who’s Seen Too Much (Asisten Dosen Filsafat yang Sudah Terlalu Banyak Melihat)
The deeper implication here is that Hell now mirrors our gig economy — souls are gig workers, the demon is a manager, and Kenne is a burnt-out executive who runs a soul-disposal plant. The real horror isn’t fire and brimstone, it’s HR policies written in demonic script.

Implikasi mendalam di sini adalah bahwa neraka kini menyerupai ekonomi gig — jiwa-jiwa jadi pekerja lepas, si iblis jadi manajer, dan Kenne adalah eksekutif yang kelelahan yang mengelola pabrik pembuangan jiwa. Horror sesungguhnya bukan api dan belerang, tapi kebijakan HR yang ditulis dalam aksara iblis.

Casual Gamer with Student Loans (Pemain Kasual yang Masih Punya Utang Kampus)
I love how they’re selling the base game as a bundle with DLC. So if I already paid for the first one, I now pay again for more suffering? Perfect — that’s exactly how Hell works.

Aku suka cara mereka jual game dasar dalam bundle bersama DLC. Jadi kalau aku sudah bayar yang pertama, sekarang aku bayar lagi untuk penderitaan yang lebih banyak? Sempurna — persis seperti cara kerja neraka.

Indie Dev Watching From the Sidelines (Pengembang Indie yang Melihat dari Pinggir Lapangan)
At least they’re giving original owners a paid DLC option instead of making it mandatory. Small mercies in game monetization.

Setidaknya mereka memberi opsi DLC berbayar bagi pemilik awal, bukan memaksanya. Sedikit belas kasihan di tengah monetisasi game.

Nostalgia Junkie with a PS4 (Pecandu Kenangan yang Masih Pakai PS4)
March 2026? In Japan only? Are we really going through this again? I swear, Japan gets all the good niche games and we get port knockoffs two years later — if we’re lucky.

Maret 2026? Hanya di Jepang? Apa kita benar-benar mengalami ini lagi? Aku bersumpah, Jepang selalu dapat game niche terbaik, sementara kita dapat port murahan dua tahun kemudian — kalau beruntung.

Game Lore Theorist with Coffee (Penggemar Teori Cerita Game yang Lagi Ngopi)
New characters? New facility? Three more dead souls falling into Hell? This isn’t an update — it’s a coup. The foundations of Hell are literally at stake. Kenne isn’t just a director; he’s the wild card this narrative needed.

Karakter baru? Fasilitas baru? Tiga jiwa mati lagi jatuh ke neraka? Ini bukan update — ini kudeta. Fondasi neraka benar-benar terancam. Kenne bukan sekadar direktur; dia adalah kartu liar yang dibutuhkan narasi ini.

Skeptical Mom Who Just Wanted Cozy Games (Ibu yang Ragu yang Cuma Mau Game Nyaman)
So you’re telling me my kid is going to be up at 3 a.m. not because of zombies or dragons, but because he’s emotionally invested in a dead soul’s return event? What even is this genre anymore?

Jadi kamu bilang anak saya akan begadang jam 3 pagi bukan karena zombie atau naga, tapi karena terikat secara emosional dengan acara pengembalian jiwa yang mati? Genre apa sih ini sekarang?

HR Consultant with a Dark Sense of Humor (Konsultan HR dengan Humor Gelap)
As someone who’s written actual KPIs for soul-processing departments… uh, I mean, customer service teams… I can confirm: Hell’s new performance review system is terrifyingly relatable.

Sebagai seseorang yang pernah menulis KPI beneran untuk departemen pengolahan jiwa… maksudku, tim layanan pelanggan… aku bisa konfirmasi: sistem evaluasi kinerja baru di neraka bikin merinding karena terlalu mirip dengan dunia nyata.