Is a Billion-Dollar Philanthropy Fixing Washington's Education Budget Failure?
Apakah Filantropi Senilai Miliar Dolar Memperbaiki Kegagalan Anggaran Pendidikan di Washington?
Jadi negara memangkas 2.000 kursi prasekolah karena penghematan anggaran, lalu sepasang miliarder datang dengan janji 170 juta dolar per tahun, dan tiba-tiba kita 'memperluas akses'? Itu bukan solusi—itu cuma plester PR berbalut citra suci. Ya, saya terima kursinya, tapi kenapa kita biarkan filantropi menggantikan tanggung jawab publik?
Jangan pura-pura ini soal penitipan anak. Ini soal kelas. Keluarga berpenghasilan rendah dikucilkan oleh kebijakan hemat, lalu dipuji saat keluarga kaya 'menyelamatkan situasi'. Sementara sistem yang gagal itu nyaris tak diperiksa. Bangunlah.
Saya mengajar di salah satu kelas ECEAP. Tahun lalu, kami punya 18 anak. Tahun ini? 14. Dua keluarga menangis saat kami tak bisa menerima anak mereka. Dan sekarang ini? Ya, luar biasa—tapi seharusnya tak butuh seorang Ballmer agar program kami tetap hidup.
Mari jujur—program publik memang sengaja dibiayai terlalu kecil. Bantuan ini tak menyelesaikan defisit struktural; hanya memberi bantuan sementara. Tanpa reformasi pajak atau pengaturan ulang anggaran yang serius, ini akan terulang lagi. Dan lagi.
Saya mendaftar ECEAP dua kali. Dua-duanya masuk daftar tunggu. Anak-anak saya kehilangan kesempatan. Maaf kalau saya tak bersorak gembira melihat miliarder datang menyelamatkan—saya hanya berharap negara peduli saat saya membutuhkannya.
Steve Ballmer membangun Microsoft. Sekarang dia membantu membangun masa depan. Saya dukung sepenuhnya. Jika filantropi ingin memperbaiki celah sektor publik, biarkan saja. Yang penting anak-anak menang di akhirnya.
Oh tentu, anak-anak menang—sampai dana habis pada 2034 dan kita kembali ke titik nol. Lalu bagaimana? ‘Semoga penerus Steve merasa dermawan’?
Kita merayakan plester temporer sepuluh tahun sementara mengabaikan pendarahan hebat. Skandal sesungguhnya bukan kurang dana—tapi berpura-pura ini berkelanjutan.
Saya melihat langsung pemotongan itu: dari 901 menjadi 700 di distrik kami. Keluarga hancur. Dana ini tak akan menghapus rasa sakit itu, tapi memberi harapan. Kami akan gunakan setiap dolar untuk merekrut guru dan membuka kembali ruang kelas.