Is It Finally Time to Take Wolves Off the Endangered List—Or Are We Playing God With Nature?
Akhirnya Waktunya Serigala Dihapus dari Daftar Terancam Punah—Atau Kita Main-main dengan Alam?

Akhirnya Undang-Undang Perlindungan Hewan Peliharaan dan Ternak lolos di DPR—memberi peternak di Wisconsin dan daerah lain alat nyata untuk melindungi ternak dari serigala. Setelah bertahun-tahun melihat anak sapi disembelih sementara pengadilan federal menghalangi tindakan, ini terasa bukan sekadar kebijakan, tapi soal bertahan hidup.
Tapi jujur saja—ilmu pengetahuan menyebut populasi serigala lebih dari 300% di atas target pemulihan. Mereka bukan lagi terancam; mereka berkembang. Tapi reaksi emosional dari aktivis lingkungan perkotaan? Masih memperlakukan mereka seperti fosil langka. Mungkin sudah waktunya berhenti mengidolakan predator puncak dan mulai mendengarkan orang-orang yang hidup dengan konsekuensinya.
Oh wow, lagi-lagi kita ke sini. 'Bertahan hidup'? Tolonglah. Ini bukan zaman pertengahan. Kita tidak perlu memusnahkan spesies demi melindungi sapi. Ada pencegah non-memati, pagar yang lebih baik, anjing penjaga ternak. Tapi ya, ayo bunuh serigala—karena itu selalu berhasil, 'kan?
Aku paham maksudmu, aku juga suka serigala. Tapi di Wisconsin utara, saat kawanan serigala membunuh enam anak sapi dalam satu malam dan proyek 4-H anakmu hancur? 'Pencegah non-memati' terasa seperti kemewahan bagi yang belum pernah kehilangan apa pun.
Jujur, kedua pihak punya argumen masuk akal. Serigala berkembang, iya—tapi bukan berarti tiap ekor harus ditembak. Kita butuh musim berburu yang diatur dan berbasis ilmu, bukan izin membunuh predator puncak seenaknya.
Aku sudah melacak serigala lebih dari satu dekade. Pemulihan mereka adalah kisah sukses konservasi. Tapi kini kita terlalu jauh ke ujung lain. Tidak ada spesies yang seharusnya berkembang tanpa pengaturan. Alam bukan Disney—alam adalah keseimbangan, dan sekarang keseimbangannya rusak.
Menarik betapa 'manajemen berbasis ilmu' hanya diterapkan jika cocok dengan kepentingan ekonomi. Serigala dinyatakan pulih tahun 2020, lalu dilepas dari daftar, tapi dikembalikan tahun 2022 oleh pengadilan karena pemusnahan Wisconsin kejam dan didorong politik. Ingat bagian itu?
Aku yang menangani lukanya. Bukan hanya pada hewan—tapi juga keluarga. Kehilangan ternak bukan hanya kerugian finansial. Itu emosional, pribadi. Hewan-hewan ini dibesarkan, bukan diproduksi massal. Kita butuh alat yang tak membuat warga pedesaan tak berdaya.
Masalah sebenarnya? Kekuasaan. Siapa yang berhak memutuskan—hakim jauh di sana, aktivis kota, atau warga lokal yang hidup bersama serigala? Draf ini mencoba mengembalikan kewenangan ke negara bagian. Tidak sempurna, tapi lebih baik dari campur tangan federal yang seragam dan berlebihan.
Jadi begini—petani tak bisa melindungi hewan mereka, tapi serigala bebas berkeliaran membunuh anak sapi, lalu kita bilang, 'Aww, alam sedang pulih'? Tolonglah. Aku membayar pajak untuk program serigala. Setidaknya biarkan aku tidur tenang tahu mata pencaharianku bukan makan malam.