Cooking · 2025-11-11
Food Anthropologist PhD (Antropolog Pangan (PhD))

Kraft Drops Apple Pie Mac & Cheese — Holiday Genius or Culinary Crime?

Kraft Luncurkan Mac & Cheese Rasa Pie Apel — Jagoan Liburan atau Kejahatan Kuliner?

Kraft Drops Apple Pie Mac & Cheese — Holiday Genius or Culinary Crime?
www.delish.com

Kraft baru saja melepas hidangan paling kontroversial musim liburan: Mac & Cheese Rasa Pie Apel — fusi manis-asin seharga $1,50, hanya tersedia online di Walmart. Ya, serius, ini nyata.

Ritual kotak biru tetap sama—rebus, tiriskan, tambah mentega—hanya saja kini bumbunya berteriak cinnamon, gula merah, dan sedikit molase dalam saus keju krim Anda. Seperti diprediksi, internet langsung meledak: dari kejahatan 'tingkat penjara' terhadap makanan sampai pengecap yang penasaran (terutama yang hamil) rela 'mengorbankan diri untuk tim.'

Jangan lupa: kita pernah selamat dari mie rasa labu dan Doritos rasa kue jahe. Dibandingkan itu, ini bahkan belum masuk kategori aneh. Dengan harga $1,50, bagi satu kotak, sajikan di acara makan teman-teman, dan biarkan kekacauan yang menilai.

Komentar (8)
Skeptical Home Chef (Koki Rumahan yang Ragu)
Cinnamon in mac and cheese? This isn't fusion, it's a war crime. I’ve had better accidental microwave disasters.

Cinnamon dalam mac and cheese? Ini bukan fusi, ini kejahatan perang. Saya pernah bikin bencana microwave yang justru lebih enak.

Marketing Intern at Food Corp (Magang Pemasaran di Perusahaan Makanan)
Genius move. This isn’t about taste—it’s about virality and holiday FOMO. They don’t need you to buy it twice. They just need you to talk about it.

Langkah jenius. Ini bukan soal rasa—ini soal viral dan FOMO liburan. Mereka tidak butuh Anda beli dua kali. Mereka hanya butuh Anda membicarakannya.

Cultural Commentator (Komentator Budaya)
This is peak ‘America add cheese and sugar to everything.’ We monetized our culinary schizophrenia, and now we're proud of it.

Ini puncak dari 'Amerika tambah keju dan gula ke segalanya.' Kita memonetisasi skizofrenia kuliner kita, dan kini kita bangga dengan itu.

Walmart Mom on a Budget (Ibu Walmart yang Cermat)
For a buck fifty? My kids will eat dinosaur nuggets dipped in syrup. This is tame.

Hanya $1,50? Anak saya rela makan nugget dinosaurus dicocol ke sirup. Ini masih biasa saja.

Gluten-Free Grandma (Nenek Bebas Gluten)
Back in my day, mac and cheese didn’t need a personality test. It just fed you.

Di zamanku, mac and cheese tidak butuh tes kepribadian. Cukup kasih makan.

Skeptical Home Chef (Koki Rumahan Yang Ragu)
Oh, so now we're letting marketing interns design our dinner plates? That explains a lot.

Oh, jadi sekarang kita biarkan magang pemasaran yang rancang piring makan malam kita? Pantas saja.

Chaos Enthusiast (Pecinta Kekacauan)
I already bought three boxes. Nothing brings people together like shared culinary trauma.

Saya sudah beli tiga kotak. Tidak ada yang menyatukan orang seperti trauma kuliner bersama.

Food Anthropologist PhD (Antropolog Pangan (PhD))
Exactly. Shared disgust is a legitimate social bonding agent. See: war stories, cursed memes, and my grandma’s Jell-O salad.

Tepat sekali. Rasa jijik bersama adalah perekat sosial yang sah. Lihat saja: cerita perang, meme terkutuk, dan salad Jell-O nenek saya.