Is Rebel Wilson’s Directorial Debut ‘THE DEB’ the New Cult Classic Australia’s Been Waiting For?
Apakah 'THE DEB' karya Rebel Wilson jadi klasik kultus terbaru yang ditunggu-tunggu Australia?

Rebel Wilson pindah ke balik kamera dengan musikal satir tentang acara dansa debutan di kota kecil terdengar kacau. Tapi jujur? Mungkin ini jenius. Film ini tidak sekadar menertawakan tradisi pedesaan Australia—tapi pakai kalimat Maeve soal 'pertunjukan kacau heteronormatif' buat lempar bom Molotov ke ritual sosial jadul sambil tetap menjaga kewajaran lewat ketulusan Taylah.
Ini bisa jadi jawaban Australia atas Muriel’s Wedding—dengan lebih banyak kilau, lagu lebih bagus, dan tokoh utama generasi Z yang tak perlu diselamatkan. Tapi saya tetap waspada. Bisa nggak film menertawakan tradisi sekaligus merayakannya tanpa jadi norak?
Akhirnya, ada yang berani sebut acara debutan sebagai sisa ritual kelas meniru kolonial dan heteroseksualitas wajib. Tapi saya berharap filmnya nggak cuma sebatas menertawakan. Pemberontakan Maeve seru, tapi kemajuan beneran datang saat kita membangun sesuatu yang lebih baik—bukan cuma membakar habis.
Kalian bersikap seolah-olah acara debutan itu institusi represif. Ini cuma dansa biasa tempat anak petani pakai baju mewah dan ketawa-ketawa. Kami nggak butuh cewek kota yang bilang ini 'problematis'.
Warga Dunburn, ini bukan soal melarang dansanya. Ini soal nanya kenapa kita masih melakukan sesuatu cuma karena 'dulu memang selalu begini'. Tradisi nggak sakral—bisa berkembang.
Sebagai penulis skenario, saya senang melihat kelucuan dan kehangatan khas Australia kembali tampil. Skrip Reilly seimbangkan satir dan perasaan dengan sangat baik—seperti saat Maeve mencibir kota tapi juga belajar menghormatinya. Itulah jiwa Australia: keras di luar, lembut di dalam.
Lagu orisinal dari Meg Washington? Saya langsung beli tiket. Kalau musiknya bawa 10% benturan emosional seperti 'My Baby' atau 'Rich Kids', saya langsung menangis di bioskop—seperti tahun 2012 pas nonton Les Mis buat ketiga kalinya.
Yang saya mau cuma lihat cewek pakai gaun besar berputar di padang rumput bermandikan sinar matahari, dengan sapi di kejauhan. Selebihnya? Nggak penting.
Jangan abaikan fakta besar—produser eksekutif dari Len Blavatnik (AT&T Warner) hingga Danny Cohen (BBC). Film ini terasa indie, tapi didukung perusahaan media raksasa. Dualitas ini bisa membentuk pesan film lebih dari yang kita kira.