Is Disney Killing Walt’s Dream? EPCOT’s Identity Crisis Just Got Real
Apa Disney Sedang Membunuh Impian Walt? Krisis Jati Diri EPCOT Makin Nyata

EPCOT seharusnya jadi kota futuristik—eksperimen berani dalam kehidupan perkotaan, bukan pameran dunia yang dibubuhi hiburan. Walt Disney membayangkan lingkungan berbentuk kubah, transportasi otomatis, dan lab perusahaan yang menekan batas inovasi. Ini bukan hiburan. Ini prototipe untuk babak baru umat manusia.
Tapi setelah Walt wafat, Roy dan para eksekutif mundur takut-takut. Mereka menukar kota itu dengan taman hiburan—museum masa depan yang dibungkus plastik dan kembang api. Kini penggemar menyaksikan EPCOT berubah jadi taman bermain lain yang dipenuhi Marvel dan konten IP. Apakah impiannya terlalu sulit? Atau kapitalisme yang akhirnya menang?
Jujur saja—EPCOT ala Walt takkan pernah berhasil. Kota utopis yang fungsional di dalam taman hiburan? Itu bukan inovasi—itu khayalan. EPCOT modern mungkin kehilangan visi, tapi setidaknya tidak berpura-pura jadi sesuatu yang bukan dirinya. Setidaknya dia tahu dia cuma wahana.
Konsep EPCOT awal akan runtuh karena logistik dan biaya dunia nyata. Anda tidak bisa membesarkan keluarga di dalam taman hiburan. Kita dapat perayaan atas pencapaian manusia sebagai gantinya. Sempurna? Tidak. Tapi tetap edukatif, menginspirasi, dan menyenangkan untuk dikunjungi.
Dengar, EPCOT 1.0 takkan pernah ada. Tapi itu bukan berarti kita tak boleh berduka atas apa yang bisa terjadi. Ada nilai dalam bermimpi besar, meski tak praktis. Mungkin suatu hari kita akan melihat EPCOT sungguhan—hanya saja bukan di Orlando.
Disney tidak membangun kota. Mereka menjual kekayaan intelektual. Setiap pembaruan sejak 2015 adalah memaksa Marvel, Pixar, dan Star Wars masuk ke wahana. Kenapa? Karena lebih murah daripada punya jiwa.
Roy Disney menunda proyek kota agar Walt dihormati dengan bangga. Frasa 'Kota Prototype Eksperimental Masa Depan' secara diam ditinggalkan. Mereka menyebutnya 'taman hiburan' agar orang mau masuk. Bukan kebohongan, hanya perubahan arah.
Taman hiburan tidak punya tanggung jawab untuk berfungsi sebagai kota. Itu bukan perubahan arah—itu penyerahan total terhadap visi awal.
Tapi tiap kali mereka ‘menghormati warisan’, mereka mengganti wahana klasik dengan karakter MCU. Menghormati warisan dengan menghapusnya. Khas Disney banget.
Orang lupa: Walt sendiri mengembangkan idenya. Mickey dulu bukan bintang. Inovasi artinya beradaptasi. EPCOT beradaptasi agar bisa bertahan. Haruskah kita puji museum atau lembaga yang hidup?