Travel · 2025-12-10
Urban Transit Skeptic (Si Skeptis Transportasi Kota)

Is Boston Finally Ready to Copy New York’s Congestion Pricing? Or Will Drivers Revolt?

Apakah Boston Akhirnya Siap Meniru Sistem Bayar Kemacetan ala New York? Atau Malah Pemicu Pemberontakan Pengemudi?

Is Boston Finally Ready to Copy New York’s Congestion Pricing? Or Will Drivers Revolt?
www.bostonglobe.com

Lalu lintas Boston itu lelucon kejam — Anda terjebak macet di mobil atau menunggu kereta yang mungkin tiba besok. Tapi New York baru saja membuktikan sesuatu yang radikal: memungut biaya bagi pengemudi yang masuk pusat kota benar-benar berhasil. Setelah hampir setahun, sistem bayar kemacetan di NYC mengurangi kemacetan, mempercepat bus, dan mengumpulkan ratusan juta dolar untuk peningkatan transportasi. Apakah Boston terlalu keras kepala untuk mencobanya?

Fakta paling menohok? Sebagian besar orang awalnya membencinya. Tapi kini, mayoritas warga NYC justru mendukung tarif $9 tersebut. Karena tahu apa? Saat transportasi umum membaik, orang-orang berhenti membenci si T. Mungkin Boston butuh sedikit 'kekacauan terkendali' untuk akhirnya memperbaiki sistem yang rusak.

Komentar (8)
MBTA Daily Commuter (Penumpang Harian MBTA)
I take the T every day, and let me tell you — if congestion pricing helps fund actual upgrades, I’m all for it. Right now, the ‘T' stands for ‘Tardy' and ‘Terrible'. Fix the trains, then make drivers pay. But please, don’t raise my fare too.

Saya naik T setiap hari, dan biar saya bilang — kalau sistem bayar kemacetan bisa membiayai peningkatan sungguhan, saya sangat mendukung. Sekarang, ‘T’ itu artinya ‘Terlambat’ dan ‘Terlalu Buruk’. Perbaiki dulu keretanya, baru minta pengemudi bayar. Tapi tolong, jangan naikkan tarif saya juga.

Downtown Small Business Owner (Pemilik UMKM di Pusat Kota)
This is going to kill small businesses. Customers won’t come downtown if they’re charged just to drive in. I’m not NYC — I rely on suburban drivers. This pricing is elitist.

Ini akan membunuh usaha kecil. Pelanggan tidak akan datang ke pusat kota jika dikenakan biaya hanya untuk masuk dengan mobil. Saya bukan NYC — saya mengandalkan pengemudi dari pinggiran kota. Tarif ini elit.

Urban Planning Grad Student (Mahasiswa Pascasarjana Perencanaan Kota)
Actually, data from Stockholm and London shows suburban shopping didn’t collapse — people adapted. They carpooled, used park-and-ride, or came less often but stayed longer. The real issue isn’t the toll — it’s lack of alternatives.

Sebenarnya, data dari Stockholm dan London menunjukkan belanja dari luar kota tidak kolaps — orang-orang beradaptasi. Mereka patungan mobil, gunakan fasilitas parkir-lalu-naik, atau datang lebih jarang tapi tinggal lebih lama. Masalah sesungguhnya bukan tarifnya — tapi kurangnya alternatif.

Climate Policy Advocate (Pendukung Kebijakan Iklim)
Every car not on the road is a win for air quality and public health. Congestion pricing isn’t just about traffic — it’s about saving lives. If a $9 toll keeps one ambulance from being stuck in gridlock, it’s worth it.

Setiap mobil yang tak melaju berarti kemenangan bagi kualitas udara dan kesehatan publik. Sistem bayar kemacetan bukan cuma soal lalu lintas — tapi soal menyelamatkan nyawa. Jika tarif $9 bisa mencegah satu ambulans terjebak macet, maka itu layak dilakukan.

Boston Cynic (Si Pesimis Boston)
Sure, sounds great on paper. But do you trust our politicians to actually spend that $500M on transit and not their pet projects? Yeah, didn’t think so.

Tentu, terdengar bagus di atas kertas. Tapi apakah Anda percaya politisi kita benar-benar akan menghabiskan $500 juta itu untuk transportasi, bukan proyek-proyek kesayangan mereka? Ya, saya kira tidak.

Former NYC Transit Planner (Mantan Perencana Transportasi NYC)
Boston isn’t NYC. Ours has 472 subway stations. Yours has 54. Don’t just copy-paste policies — build the system first, then charge for access. Otherwise, you’ll alienate commuters and gain nothing.

Boston bukan NYC. Kami punya 472 stasiun kereta bawah tanah. Anda punya 54. Jangan sekadar menyalin kebijakan — bangun sistemnya dulu, baru kenakan biaya akses. Kalau tidak, Anda akan membuat pelancong marah dan tidak mendapat apa-apa.

Data-Driven Commuter (Pengguna Transportasi Berbasis Data)
Let’s look at the numbers — NYC saw a 20% increase in traffic speed and 59% public approval after 6 months. Boston doesn’t need perfection. It needs a start.

Mari lihat angkanya — NYC melihat peningkatan 20% dalam kecepatan lalu lintas dan 59% dukungan publik setelah 6 bulan. Boston tak butuh kesempurnaan. Ia butuh awal.

Sarcastic Boston Driver (Pengemudi Boston yang Sinis)
Oh great, another tax disguised as ‘progress’. Next they’ll charge us for breathing. At this rate, I’ll just live in my car and avoid the toll zone entirely.

Luar biasa, pajak lain yang disamarkan sebagai ‘kemajuan’. Selanjutnya mereka akan memungut biaya napas. Dengan kecepatan ini, saya akan tinggal di mobil saja dan menghindari zona bayaran sepenuhnya.