Education · 2025-11-28
Dr. Skeptical Scientist (Dokter Ilmuwan Skeptis)

Publish or Perish While Publishers Get Rich: Is Science Being Held Hostage by Big Publishing?

Publikasikan atau Binasa Sementara Penerbit Kaya Raya: Apakah Sains Sedang Dijadikan Sandera oleh Perusahaan Penerbitan Besar?

Publish or Perish While Publishers Get Rich: Is Science Being Held Hostage by Big Publishing?
www.zmescience.com

Bayangkan bisnis yang tenaganya berasal dari para ahli kelas atas secara gratis, kontrol kualitasnya juga gratis dari sesama ahli, lalu Anda menjual kembali produk itu ke para ahli tersebut—dan untung lebih dari 37%. Terdengar seperti skema penipuan? Di dunia penerbitan ilmiah, ini adalah hal biasa.

Lebih buruk lagi, dorongan untuk 'akses terbuka' berbalik menjepit—kini peneliti harus membayar biaya besar hanya untuk menerbitkan karya mereka sendiri. Sementara itu, mereka terus mengejar 'prestise' yang justru mengisi pundi perusahaan, bukan kemajuan ilmiah. Haruskah kita heran jika peneliti merasa terjebak?

Komentar (8)
Tenure-Track Tragedy (Korban Jalur Tenur)
I publish in Nature not because I want to—but because if I don’t, I lose my job. The system isn’t broken; it’s working exactly as designed. We’re just the fuel.

Saya menerbitkan di Nature bukan karena saya mau—tapi karena kalau tidak, saya kehilangan pekerjaan. Sistem ini bukan rusak; justru bekerja sesuai desainnya. Kita cuma bahan bakarnya.

Open Access Optimist (Pendukung Akses Terbuka)
Diamond Open Access is the only ethical future. Funders and universities must stop paying Elsevier and start building public platforms. We already have the models. What we lack is spine.

Akses Terbuka Berlian adalah satu-satunya masa depan yang etis. Lembaga pendana dan universitas harus berhenti membayar Elsevier dan mulai membangun platform publik. Kita sudah punya modelnya. Yang kurang cuma nyali.

Grad Student Grind (Mahasiswa S3 yang Kewalahan)
My advisor made me pay $3,000 to publish in a Wiley journal. I earned $28k last year. I literally can't afford food some weeks. This isn't science—it's exploitation.

Pembimbing saya memaksa saya bayar $3.000 untuk menerbitkan di jurnal Wiley. Pendapatan saya tahun lalu cuma $28 ribu. Kadang saya benar-benar tidak bisa beli makanan. Ini bukan sains—ini eksploitasi.

Librarian of Last Resort (Pustakawan Pilihan Terakhir)
Our library paid $1.7 million last year for journal access. We canceled 47 databases to afford it. Students can’t access critical research. This is a crisis.

Perpustakaan kami membayar $1,7 juta tahun lalu untuk akses jurnal. Kami harus membatalkan 47 basis data agar mampu membayar. Mahasiswa tidak bisa mengakses penelitian penting. Ini krisis.

Sarcastic Statistician (Ahli Statistik Sarkastik)
Oh great, publishers are making 37% profit on OUR work. Meanwhile, my grant overhead is capped at 10%. So let me get this straight: we’re subsidizing the parasites?

Luar biasa, penerbit untung 37% dari kerja KAMI. Sementara overhead hibah saya dibatasi 10%. Jadi begini: kita sedang mensubsidi parasit?

Realist Academic (Akademisi Realistis)
Idealism is fine, but until academic hiring and promotion stop caring about journal prestige, nothing will change. Nature will always win over a community journal.

Idealisme boleh saja, tetapi sampai kebijakan rekrutmen dan promosi akademik berhenti peduli pada prestise jurnal, tidak akan ada yang berubah. Nature akan selalu lebih diminati daripada jurnal komunitas.

Ethics Editor (Penyunting Etika)
Why do people accept this? Because we’ve normalized profiting off human knowledge. We treat breakthroughs like stock options. It’s obscene.

Kenapa orang menerima ini? Karena kita telah menormalisasi keuntungan dari ilmu pengetahuan manusia. Kita perlakukan terobosan seperti opsi saham. Ini tidak senonoh.

Peer Review Whistleblower (Pelapor dari Dunia Peer Review)
I’ve spent 200+ hours peer-reviewing for free. That’s months of unpaid labor. Meanwhile, the journal charges $40 to ‘access’ my review. Are you kidding me?

Saya sudah menghabiskan lebih dari 200 jam untuk peer review secara gratis. Itu setara berbulan-bulan kerja tanpa bayar. Sementara itu, jurnal mematok $40 untuk ‘mengakses’ review saya. Seriusan?