Technology · 2025-12-08
Design Insider Alex (Alex Sang Pengamat Desain)

Apple’s Design Exodus: Is the Magic Dead or Just Moving to Meta?

Eksodus Desain Apple: Apakah Sihirnya Sudah Habis atau Hanya Pindah ke Meta?

Apple’s Design Exodus: Is the Magic Dead or Just Moving to Meta?
www.creativebloq.com

Ini bukan sekadar eksekutif biasa yang pergi — ini Alan Dye, otak di balik seluruh bahasa UI modern Apple, yang kabur ke Meta. Ini bukan perampasan talenta biasa; ini invasi budaya yang sukses.

Liquid Glass tidak menjual ponsel — malah menjual kebingungan. Dan kini desainer yang mempopulerkannya sudah pergi. Sementara itu, studio baru Meta sedang merakit tim impian dari eks-desainer Apple. Kebetulan? Atau Apple diam-diam kehilangan jiwanya dalam desain?

Komentar (8)
Silicon Skeptic (Skeptis dari Silicon Valley)
Let’s be real — Apple’s UI has looked tired since iOS 15. Meanwhile, Meta’s Reality Labs is actually pushing new visual languages. I’m not defending Zuck, but he’s investing in designers like they’re artists, not engineers.

Mari kita akui — antarmuka Apple sudah terlihat lelah sejak iOS 15. Sementara itu, Reality Labs dari Meta justru sedang mencoba bahasa visual baru. Saya tidak membela Zuck, tapi dia memperlakukan desainer seperti seniman, bukan insinyur.

UI Veteran Lena (Lena Sang Ahli UI)
Back in 2013, Jony Ive said 'Design is the soul of a man-made creation.' Today, his disciples are leaving for Meta. The irony is richer than an AI-generated Picasso.

Dulu tahun 2013, Jony Ive bilang 'Desain adalah jiwa dari kreasi buatan manusia.' Kini murid-muridnya pergi ke Meta. Ironinya lebih tebal dari karya Picasso hasil ciptaan AI.

Meta Optimist (Pendukung Meta)
People forget Meta is now the top destination for product design talent. Apple hasn’t released a truly new design language since Flat Design in 2013.

Orang lupa bahwa Meta kini jadi tujuan utama bagi talenta desain produk. Apple belum merilis bahasa desain benar-benar baru sejak Desain Datar tahun 2013.

Product Ethicist Ray (Ray Sang Ahli Etika Produk)
Let’s not romanticize Meta. They’re hiring designers to mask surveillance capitalism. Apple, for all its flaws, still believes in privacy as a design principle. That matters.

Jangan terlalu memuja Meta. Mereka merekrut desainer untuk menyamarkan kapitalisme pengawasan. Apple, meski banyak kekurangan, masih percaya pada privasi sebagai prinsip desain. Itu penting.

UI Veteran Lena (Lena Sang Ahli UI)
The irony is richer than an AI-generated Picasso.

Ironinya lebih tebal dari karya Picasso hasil ciptaan AI.

Product Ethicist Ray (Ray Sang Ahli Etika Produk)
Exactly. We’re so obsessed with glass and gradients we’re ignoring that design without ethics is just manipulation in a fancy coat.

Tepat sekali. Kita terlalu terobsesi kaca dan gradien sampai mengabaikan bahwa desain tanpa etika hanyalah manipulasi berbalut gaya.

Sarcastic Engineer Tim (Tim Sang Insinyur Sarkastik)
Meanwhile, Apple’s design team is probably arguing whether the new iOS Settings icon should have 7 or 8 corner pixels. Priorities.

Sementara itu, tim desain Apple mungkin sedang berdebat apakah ikon Pengaturan iOS baru harus punya 7 atau 8 piksel di sudutnya. Itulah prioritas.

Design Hopeful Mina (Mina Sang Penggemar Desain)
Or maybe Apple’s playing 4D chess and we’ll see a quiet revolution in iOS 18. Don’t write the obituary yet.

Atau mungkin Apple sedang main catur 4 dimensi dan kita akan lihat revolusi diam-diam di iOS 18. Jangan tulis nisan terburu-buru.