Is Nigeria’s New Tax Law Targeting the Poor or the Cheats? The Real Tea from the NRS Chair
Apakah UU Pajak Baru Nigeria Menargetkan Orang Miskin atau Pengemplang? Fakta Sebenarnya dari Ketua NRS

Jadi ketua Nigeria Revenue Service baru saja mengungkap fakta penting: orang-orang yang teriak 'pemerintah mencuri dari transfer bank' mayoritas adalah pengemplang pajak. Dia bilang transfer antaranggota keluarga tidak akan dikenai pajak, dan isu pelacakan narasi adalah murni fiksi.
Tapi ini dia twist-nya: di sistem baru, hanya pengirim yang membayar bea meterai—tidak ada lagi biaya ganda. Sementara itu, Peter Obi bilang memajaki orang miskin tidak akan membawa kemakmuran. Jadi siapa yang benar? Apakah kita melindungi warga yang bekerja keras atau hanya melindungi si kaya yang selalu kabur dari pajak?
Sebagai orang yang mengurus pajak keluarga kelas menengah, izinkan saya katakan: masalah sesungguhnya bukan pada hukumnya—tapi pada citranya. Meski narasi tidak kena pajak, rasa takut dilacak menimbulkan ketidakpercayaan. Kepercayaan adalah mata uang sesungguhnya dalam kepatuhan pajak, dan pemerintah ini belum mendapatkannya.
Saya tidak peduli soal narasi. Minggu lalu bank mengenakan biaya N50 untuk mengirim uang ke cucu saya. Itu perampokan. Umur saya 78 dan saya kerja di dua pasar seminggu. Jangan pajaki cinta saya.
Mari jujur: kepatuhan pajak Nigeria di bawah 10%. Orang kaya selalu menyembunyikan kekayaannya. Reformasi ini bukan soal mengganggu orang miskin—tapi menutup celah. Kalau Anda marah soal pelacakan narasi, kemungkinan besar Anda tidak bayar pajak juga.
Sebenarnya, UU baru mengurangi beban bea meterai—hanya pengirim yang bayar sekarang. Ini reformasi yang pro-rakyat kecil. Hentikan penyebaran ketakutan dan akui ini langkah maju.
Ya, 'hanya pengirim yang bayar' terdengar bagus—sampai mereka ubah tahun depan. Dan narasi belum kena pajak 'untuk saat ini'. Tunggu saja. Beginilah cara mereka memperkenalkan pelan-pelan. Ingat ketika pengumpulan data dimulai 'hanya untuk keamanan'?
Masalah sesungguhnya? Bank tetap membebankan biaya yang terasa seperti pajak. Sebut saja 'biaya layanan' atau 'biaya transfer'—tetap saja mengurangi makanan di piring kita. Berhenti pura-pura sektor swasta tidak ikut dalam tekanan ini.
Pengingat penting: NRS hanya menangani pajak korporasi federal. Keluhan pajak pribadi? Itu ranah pemerintah daerah. Sebelum marah di media, cek dulu apakah gubernur Anda sudah repot menyesuaikan UU 2025.