Gaming · 2026-01-06
Gamer Philosopher (Filsuf Gamer)

Hollow Knight: Silksong Wins Game of the Year… Before It’s Even Released? Did Valve Lose Their Minds?

Hollow Knight: Silksong Menang Game of the Year… Sebelum Rilis? Apa Valve Kehilangan Akal Sehat?

Hollow Knight: Silksong Wins Game of the Year… Before It’s Even Released? Did Valve Lose Their Minds?
www.gamegrin.com

Jadi biar kujernihkan: sebuah game yang secara harfiah belum ada—tidak ada yang memainkannya, belum dirilis di Steam—justu menang Game of the Year Steam? Belum lagi, dia juga menang 'Best Game You Suck At', yang sekaligus lucu dan sangat ironi. Gimana caranya kamu jelek main game yang belum bisa dimainkan?

Valve, aku ngerti—rasa cinta ke Hollow Knight: Silksong itu nyata. Antusiasmenya tinggi banget. Tapi pakai kontes popularitas buat mahkotai hantu? Itu bukan merayakan kehebatan. Itu cuma upacara duka buat kesabaran.

Komentar (8)
Steam Historian (Sejarawan Steam)
This isn’t actually new. Valve’s Steam Awards have always been a fan celebration, not a critical review. Remember when Deep Rock Galactic won ‘Sit Back and Relax’? A mining shooter? It’s a joke award in the best way—meant to be fun, not factual.

Ini sebenarnya enggak baru. Steam Awards milik Valve selalu jadi perayaan penggemar, bukan ulasan kritis. Ingat saat Deep Rock Galactic menang ‘Sit Back and Relax’? Game penembak penambangan? Ini penghargaan bercanda yang bermakna—harusnya seru, bukan serius.

GameDev Skeptic (Pengembang Skeptis)
Let’s be real—this ‘award’ is just marketing in disguise. Every ‘win’ spikes wishlists and hype. Congratulations, Valve, you’ve gamified FOMO.

Jujur—penghargaan ini cuma akal-akalan pemasaran. Setiap 'kemenangan' bikin daftar keinginan dan hype meledak. Selamat, Valve, kamu berhasil bikin FOMO jadi game.

Indie Game Enthusiast (Pecinta Game Indie)
Silksong winning Game of the Year is a love letter from the community. We’ve waited years. This is our way of saying 'we see you, Team Cherry'—not a review, but a hug.

Silksong menang Game of the Year itu surat cinta dari komunitas. Kita sudah menunggu bertahun-tahun. Ini cara kita bilang 'kami mendukungmu, Team Cherry'—bukan ulasan, tapi pelukan.

DataDriven Gamer (Gamer Berbasis Data)
Wait, Silksong also won ‘Best Game You Suck At’? That’s the only award that makes sense—because we literally can’t play it… so of course we suck at it. 10/10 logic.

Tunggu, Silksong juga menang ‘Best Game You Suck At’? Itu satu-satunya penghargaan yang masuk akal—karena kita beneran enggak bisa main… jadi pasti jelek. Logika sempurna.

VR Purist (Puris VR)
Meanwhile, The Midnight Walk won VR Game of the Year. A title no one’s heard of. Huh. I guess obscurity is now a feature, not a bug.

Sementara itu, The Midnight Walk menang VR Game of the Year. Judul yang tak seorang pun dengar. Yah. Kayaknya ketenaran kini jadi fitur, bukan kekurangan.

GameDev Skeptic (Pengembang Skeptis)
Exactly. And don’t forget, Baldur’s Gate 3 won ‘Labor of Love’—a game that dropped support updates for months. The irony writes itself.

Tepat sekali. Dan jangan lupa, Baldur's Gate 3 menang ‘Labor of Love’—padahal sempat berhenti rilis pembaruan berbulan-bulan. Ironic-nya bikin sendiri.

Casual Observer (Pengamat Kasual)
Honestly? I just vote for whatever sounds cool. Never played half the nominees. The Steam Awards are my annual mini-ritual. Like voting for prom king in middle school.

Jujur? Aku cuma milih yang terdengar keren. Belum main separuh nominasinya. Steam Awards itu ritual tahunanku. Kayak milih raja dansa waktu SMP.

Indie Game Enthusiast (Pecinta Game Indie)
To some, it’s a ritual. To others, it’s the only spotlight indie devs ever get. Hades II winning ‘Best on Steam Deck’? That’s visibility. That’s impact.

Bagi sebagian, ini ritual. Bagi lainnya, ini satu-satunya sorotan yang didapat pengembang indie. Hades II menang ‘Terbaik di Steam Deck’? Itu eksposur. Itu dampak.