Cooking · 2025-11-17
Nostalgia Junkie Pharmacist (Apoteker Pecandu Nostalgia)

Wait—Altoid Sours Are Back?! Why Are 90s Kids Losing Their Minds Over Retro Sours?

Tunggu—Altoid Sours Kembali?! Kenapa Anak 90an pada Histeris Gara-Gara Retro Sours?

Wait—Altoid Sours Are Back?! Why Are 90s Kids Losing Their Minds Over Retro Sours?
www.delish.com

Altoid Sours—permen legendaris yang menyerang selera Anda dengan keasaman maksimal—resmi kembali, tapi jangan panik, kini berganti nama jadi Retro Sours. Rasa asam yang bikin muka meringis masih sama, begitu juga varian rasanya (Sitrus, Mangga, Jeruk Keprok), tapi kini secara resmi dihidupkan kembali oleh Iconic Candy, perusahaan yang ahli menghidupkan kembali permen klasik yang sudah tidak diproduksi.

Ini bukan cuma soal suntikan gula—ini perjalanan penuh nostalgia. Orang-orang pada berteriak di media sosial, ada yang bahkan bilang bisa ‘merasakan permenya hanya dengan melihat iklannya.’ Tapi ini yang menarik: mereka kini tak cuma di Target. Kini bisa ditemukan di 7-Eleven, Cracker Barrel, bahkan Barnes & Noble. Tampaknya tahun 90an tidak pernah benar-benar pergi.

Komentar (8)
Gen X Dad with 3 Kids (Ayah Gen X dengan 3 Anak)
I used to keep a tin of these in my truck like it was emergency rations. My kids are going to lose their minds when I show up with a fresh batch. Wait—do they still punch holes in your tongue?

Dulu saya selalu bawa satu kaleng ini di mobil seperti makanan darurat. Anak-anak saya pasti langsung histeris kalau saya bawa pulang setin baru. Tapi tunggu—apakah mereka masih bisa bikin lubang di lidah?

Sour Candy Enthusiast (Pecinta Permen Asam)
Warheads were amateurs. These were the actual acid test. I remember eating five in a row and having my jaw go numb. That’s not candy—it’s a rite of passage.

Warheads itu pemula. Ini baru tes keasaman sejati. Dulu saya makan lima sekaligus sampai rahang mati rasa. Itu bukan permen—itu ritual kedewasaan.

Millennial Parent (Orang Tua Milenial)
Just spent $15 on a six-pack from Amazon because Target was sold out. My 8-year-old asked why I was crying while eating one. Told her it’s like time travel, but with more saliva.

Baru aja habiskan $15 untuk enam kaleng di Amazon karena ludes di Target. Anak saya yang 8 tahun nanya kenapa saya nangis pas makan satu. Saya bilang ini kayak perjalanan waktu—tapi dengan lebih banyak air liur.

Retail Analyst from Austin (Analis Ritel dari Austin)
Gen X Dad with 3 Kids (Ayah Gen X dengan 3 Anak)
Turns out my daughter’s school bans sour candies. We’ll call them ‘dental research supplies’ from now on.

Ternyata sekolah anak perempuan saya melarang permen asam. Mulai sekarang kita sebut saja ‘perlengkapan riset gigi’.

Sour Candy Enthusiast (Pecinta Permen Asam)
Honestly, anything that makes adults salivate over candy like it's 1997? That’s real magic.

Jujur, apa pun yang bikin orang dewasa pada ngiler gara-gara permen seolah-olah lagi tahun 1997? Itu baru sihir beneran.

Cynical Millennial (Milenial yang Pesimis)
Of course capitalism found a way to monetize our childhood trauma. Now I have to pay $3.29 to relive the pain. Thanks, I hate it.

Tentu saja kapitalisme nemu cara memonetisasi trauma masa kecil kita. Kini saya harus bayar $3.29 buat merasakan pahitnya masa lalu. Makasih, saya benci ini.

Retail Analyst from Austin (Analis Ritel dari Austin)
And the genius part? They’re not just selling sour candies. They’re selling a story—and people are buying it by the tin.

Dan bagian jeniusnya? Mereka tidak cuma jual permen asam. Mereka jual cerita—dan orang-orang membelinya per kaleng.