Is the AI Data Center Boom Just a Giant Economic Smoke Screen?
Apakah Ledakan Pusat Data AI Hanya Tipu Muslihat Ekonomi Belaka?

Mari kita jujur: satu-satunya hal yang membuat PDB tidak jatuh sekarang adalah gelombang besar pembangunan pusat data yang digerakkan oleh hiper AI. Ekonom Harvard Jason Furman menemukan bahwa tanpa ini, PDB hanya tumbuh 0,1% di awal 2025. Itu bukan pertumbuhan—itu pertolongan pertama ekonomi.
Sementara itu, para pekerja konstruksi mendapat keuntungan jangka pendek — ribuan pekerjaan membangun fasilitas ini — tapi setelah selesai? Hening total. Situs di Texas punya 1.500 pekerja sekarang dan hanya butuh 100 orang untuk mengoperasikannya. Belum lagi, siapa yang paling diuntungkan: kaum superkaya, yang saham dan gaya hidupnya ditopang oleh euforia spekulatif AI ini.
Sanders benar—kita butuh moratorium sekarang. Ini bukan kemajuan, ini sihir finansial. Mereka mengubah utang dan omong kosong jadi PDB. Dan saat runtuh, pekerjanyalah yang bayar, bukan CEO teknologi. Bangun, warga!
Mudah bagi Bernie bicara begitu. Perusahaan saya mempekerjakan 300 orang membangun pusat data Meta di Louisiana. Moratorium? 300 keluarga langsung kehilangan penghasilan. Anda kira mereka peduli keuntungan AI? Mereka peduli memberi makan anak-anaknya.
TechBuilder, saya mengerti. Tapi 300 pekerjaan itu habis dalam 18 bulan. Lalu apa? Ekonomi AI tidak menciptakan pengganti—justru menghilangkannya. Kita perlu mulai merencanakan transisi, bukan sekadar merayakan euforia konstruksi.
Tak seorang pun bicara soal penggunaan air. Satu pusat data bisa menghabiskan air lebih banyak sehari daripada kota kecil. Dan mereka menyebut ini ‘teknologi berkelanjutan’? Tolong deh.
Semua pesimisme ini? Tolong deh. Setiap revolusi teknologi menghapus pekerjaan lama dan menciptakan yang baru. Apa pandai besi terus memproduksi tapal kuda selamanya? Beradaptasi atau tertinggal.
Bilang pria yang belum pernah ngebut 12 jam di macet LA demi bayar tagihan kawat gigi anaknya. ‘Beradaptasi’? Saya sudah adaptasi—setiap harinya.
Ini ironi utamanya: kita membangun AI untuk menggantikan tenaga kerja, tapi pekerjaan yang membuat tenaga kerja tetap bekerja kini justru membangun AI. Ular itu sedang memakan ekornya sendiri.
Mari kita bangun lebih sedikit pusat data dan lebih banyak sekolah. Seperti apa PDB jika kita berinvestasi pada manusia, bukan GPU?