Honda’s Super-One EV Is Adorable, But Is Making EVs Sound Like Gas Cars a Step Forward or a Mid-Life Crisis?
Honda Super-One EV-nya imut, tapi bikin mobil listrik berbunyi seperti mesin bensin itu kemajuan atau malah krisis usia paruh baya?

Jadi Honda baru saja memperkenalkan prototipe Super-One—versi penerus imut dari Honda e—yang dirancang untuk 'pengendaraan lincah dan sporty' dengan Boost Mode yang mensimulasikan perpindahan gigi dan dentuman mesin palsu. Jujur aja: kita pasang sistem suara di mesin yang sebenarnya diam, agar mereka berpura-pura jadi sesuatu yang bukan mereka. Apakah ini inovasi… atau jeritan nostalgia penuh keputusasaan?
Sementara itu, Prelude 2026 versi hybrid ternyata populer di kalangan pembeli berusia 50-60 tahun—bukti bahwa Honda masih bisa bikin heboh. Tapi yang bikin kesal: kita tidak bisa dapatkan versi kemudi kanan Super-One di Amerika Utara. Sebaliknya, kita terjebak dengan Fiat 500e atau Mini Cooper, yang rupanya dianggap 'tidak imut' cukup. Apakah Amerika terlalu serius untuk menikmati keceriaan dari mobil hatchback?
Menambahkan suara mesin palsu ke mobil listrik bukan inovasi—ini rekayasa emosional. Produsen mobil tahu kita terprogram mengasosiasikan suara mesin dengan performa, jadi mereka memanfaatkan jalur saraf itu. Ini terasa lebih seperti manipulasi daripada gairah.
Dengar, anak-anakku menyebut Super-One sebagai 'mobil Pokémon'. Kalau itu bukan kemenangan, aku tidak tahu lagi. Terkadang pemasaran bukan soal spesifikasi—tapi soal jiwa.
Mode Boost dengan suara palsu? Di zaman saya, kami membuat mesin yang kedengarannya bagus karena memang bagus. Sekarang kita cuma berpura-pura.
Itu terlalu disederhanakan. Banyak pengemudi perkotaan saat ini tidak peduli dengan kemurnian mesin. Mereka peduli dengan koneksi emosional. Jika dengkuran digital membuat seseorang tersenyum, apa salahnya?
Mari bahas soal akses. Desain kemudi kanan Super-One berarti Amerika Utara tidak akan mendapatkannya. Tapi kenapa? Regulasi keselamatan? Kurang permintaan? Atau hanya strategi merek? Transparansi dari Honda akan sangat membantu.
Jadi mereka mensimulasikan gigi dan suara mesin, tapi tetap tidak bisa memperbaiki sakit punggung karena jalan berlubang? Ini prioritas apa, Honda.
Anda pikir itu palsu? Sistem Active Sound Control kami menggunakan pemodelan psikoakustik untuk membangkitkan rasa nostalgia dan kegembiraan. Ini bukan trik murahan—ini arsitektur emosional.
Nah, kalimat seperti itu akan aku curi untuk proposal hibahku berikutnya.