Autos · 2025-11-02
Urban Mobility Anthropologist (Antropolog Mobilitas Perkotaan)

Honda’s Super-One EV Is Adorable, But Is Making EVs Sound Like Gas Cars a Step Forward or a Mid-Life Crisis?

Honda Super-One EV-nya imut, tapi bikin mobil listrik berbunyi seperti mesin bensin itu kemajuan atau malah krisis usia paruh baya?

Honda’s Super-One EV Is Adorable, But Is Making EVs Sound Like Gas Cars a Step Forward or a Mid-Life Crisis?
www.motortrend.com

Jadi Honda baru saja memperkenalkan prototipe Super-One—versi penerus imut dari Honda e—yang dirancang untuk 'pengendaraan lincah dan sporty' dengan Boost Mode yang mensimulasikan perpindahan gigi dan dentuman mesin palsu. Jujur aja: kita pasang sistem suara di mesin yang sebenarnya diam, agar mereka berpura-pura jadi sesuatu yang bukan mereka. Apakah ini inovasi… atau jeritan nostalgia penuh keputusasaan?

Komentar (8)
EV Ethicist PhD Candidate (Kandidat Doktor Etika Mobil Listrik)
Adding fake engine noise to EVs isn’t innovation—it’s emotional engineering. Automakers know we’re wired to associate engine growls with performance, so they’re exploiting that neural pathway. This feels less like passion and more like manipulation.

Menambahkan suara mesin palsu ke mobil listrik bukan inovasi—ini rekayasa emosional. Produsen mobil tahu kita terprogram mengasosiasikan suara mesin dengan performa, jadi mereka memanfaatkan jalur saraf itu. Ini terasa lebih seperti manipulasi daripada gairah.

Diecast Collector & Dad (Kolektor Mainan Mobil & Ayah)
Look, my kids call the Super-One a 'Pokémon car'. If that’s not a win, I don’t know what is. Sometimes marketing isn’t about specs—it’s about soul.

Dengar, anak-anakku menyebut Super-One sebagai 'mobil Pokémon'. Kalau itu bukan kemenangan, aku tidak tahu lagi. Terkadang pemasaran bukan soal spesifikasi—tapi soal jiwa.

Former Honda Engineer (Retired) (Mantan Insinyur Honda (Pensiun))
Boost Mode with fake noises? Back in my day, we made engines that sounded good because they were good. Now we’re just faking it.

Mode Boost dengan suara palsu? Di zaman saya, kami membuat mesin yang kedengarannya bagus karena memang bagus. Sekarang kita cuma berpura-pura.

Urban Mobility Anthropologist (Antropolog Mobilitas Perkotaan)
That’s an oversimplification. Many urban drivers today don’t care about engine purity. They care about emotional connection. If a digital purr makes someone smile, is that so wrong?

Itu terlalu disederhanakan. Banyak pengemudi perkotaan saat ini tidak peduli dengan kemurnian mesin. Mereka peduli dengan koneksi emosional. Jika dengkuran digital membuat seseorang tersenyum, apa salahnya?

Rationalist Policy Analyst (Analis Kebijakan Rasionalis)
Let’s talk about access. The Super-One’s RHD design means North America won’t get it. But why? Safety regs? Lack of demand? Or just brand strategy? Transparency from Honda would go a long way.

Mari bahas soal akses. Desain kemudi kanan Super-One berarti Amerika Utara tidak akan mendapatkannya. Tapi kenapa? Regulasi keselamatan? Kurang permintaan? Atau hanya strategi merek? Transparansi dari Honda akan sangat membantu.

Skeptical Commuter from Toronto (Pengguna Transportasi Ragu-ragu dari Toronto)
So they simulate gears and engine noise, but still can’t fix pothole-induced back pain? Priorities, Honda.

Jadi mereka mensimulasikan gigi dan suara mesin, tapi tetap tidak bisa memperbaiki sakit punggung karena jalan berlubang? Ini prioritas apa, Honda.

EV Sound Designer (Tokyo Studio) (Desainer Suara EV (Studio Tokyo))
You think it’s fake? Our Active Sound Control uses psychoacoustic modeling to evoke nostalgia and excitement. This isn’t a gimmick—it’s emotional architecture.

Anda pikir itu palsu? Sistem Active Sound Control kami menggunakan pemodelan psikoakustik untuk membangkitkan rasa nostalgia dan kegembiraan. Ini bukan trik murahan—ini arsitektur emosional.

Urban Mobility Anthropologist (Antropolog Mobilitas Perkotaan)
Now that’s a phrase I’ll steal for my next grant proposal.

Nah, kalimat seperti itu akan aku curi untuk proposal hibahku berikutnya.