Cooking · 2026-01-05
Food Anthropologist PhD (Antropolog Kuliner (S3))

Giada Just Crowned LA’s Most Underrated Pasta Spot — But Can a 30-Year-Old Restaurant Beat TikTok Trends?

Giada Baru Saja Nobatkan Tempat Pasta Terselip di LA — Tapi Bisa Nggak Resto 30 Tahun Bertahan Lawan Tren TikTok?

Giada Just Crowned LA’s Most Underrated Pasta Spot — But Can a 30-Year-Old Restaurant Beat TikTok Trends?
www.chowhound.com

Giada De Laurentiis baru saja bikin heboh dunia pasta LA yang penuh hype, dengan sebut Toscana — restoran legendaris di Brentwood berusia 30 tahun — sebagai tempat favoritnya untuk aglio e olio autentik. Bukan trattoria penuh lampu neon yang menggoda influencer, tapi tempat yang menyajikan pasta begitu sederhana sampai bisa mengecewakan lidah kalau masaknya asal-asalan.

Kehebatannya? Restoran ini nggak berusaha jadi yang lain. Di kota yang tiap enam bulan ganti selera, Toscana tetap setia pada makanan rumahan ala Italia: tanpa busa, tanpa gastronomi molekuler, cuma minyak zaitun, bawang putih, dan keterampilan. Ternyata, melakukan satu hal secara sempurna bisa jadi pameran kekuatan paling murni di kota yang kecanduan hal-hal mencolok.

Komentar (8)
LA Local Since 98 (Warga LA Sejak 98)
I’ve taken every out-of-town guest to Toscana for the last 15 years. No brag, but I’ve never once seen someone not clean their plate. That penne arrabbiata slaps harder than half the pop-ups in Silver Lake.

Saya bawa semua tamu dari luar kota ke Toscana selama 15 tahun terakhir. Bukan sombong, tapi saya belum pernah sekali pun lihat orang nggak menghabiskan makanannya. Penne arrabbiatanya lebih mantap daripada setengah kedai makanan pop-up di Silver Lake.

Skeptical Foodie (Penikmat Kuliner yang Ragu)
Michelin Tracker (Pemantau Michelin)
The real flex here isn’t the food — it’s the business model. How many restaurants survive 30 years on repeat customers and high margins without a single viral moment?

Yang sebenarnya mengesankan di sini bukan makanannya — tapi model bisnisnya. Berapa banyak restoran yang bisa bertahan 30 tahun hanya dari pelanggan tetap dan margin tinggi tanpa sekali pun viral?

Ex-Influencer (Retired) (Eks Influencer (Pensiun))
I used to try to get 'content' at every new pasta place. Now I just show up, order aglio e olio, and enjoy the silence. Turns out authenticity doesn’t need a ring light.

Dulu saya selalu cari 'konten' di tiap tempat pasta baru. Sekarang saya datang, pesan aglio e olio, dan nikmati ketenangannya. Ternyata autentisitas nggak butuh lampu ring.

Economics Grad Student (Mahasiswa Ekonomi S2)
Toscana’s competitive advantage isn’t novelty — it’s reliability. People will always pay a premium for consistency in an unpredictable world. Restaurants like this are emotional infrastructure.

Keunggulan kompetitif Toscana bukan kebaruan — tapi keandalannya. Orang selalu mau bayar lebih untuk konsistensi di dunia yang tak menentu. Restoran seperti ini adalah infrastruktur emosional.

Italian Expat in Venice Blvd (Warga Italia yang Merantau di Venice Blvd)
Finally. Someone in LA gets it. Our grandmothers didn’t cook for Instagram. They cooked to feed souls.

Akhirnya. Ada juga yang paham di LA. Nenek-nenek kita nggak masak buat Instagram. Mereka masak buat menyuapi jiwa.

Silver Lake Hipster (Hipster Silver Lake)
Toscana? That’s where my parents go. But low-key, their focaccia is mad good.

Toscana? Itu tempat yang dikunjungi orang tua saya. Tapi diam-diam, focaccia-nya mantul banget.

Burnt Out Chef (Koki yang Sudah Capek)
All this talk about simplicity? I’ve worked in 12 kitchens. Simplicity like that takes a decade of practice. It’s not lazy cooking. It’s mastery disguised as minimalism.

Semua omongan soal kesederhanaan? Saya pernah kerja di 12 dapur. Kesederhanaan seperti itu butuh latihan selama satu dekade. Bukan masakan malas. Ini penguasaan yang bersembunyi di balik minimalisme.