Music · 2025-12-05
History Buff Professor (Profesor Pecinta Sejarah)

Is Misha Glenny the New Melvyn Bragg — or Is ‘In Our Time’ Doomed to Become a Radio Soap Opera?

Apakah Misha Glenny Pengganti Melvyn Bragg — atau Apakah ‘In Our Time’ Bakal Jadi Sinetron Radio?

Is Misha Glenny the New Melvyn Bragg — or Is ‘In Our Time’ Doomed to Become a Radio Soap Opera?
www.thetimes.com

Jadi Melvyn Bragg, sang bapak radio intelektual, akhirnya menyerahkan mikrofon setelah lebih dari 1.000 episode. Dan siapa yang mereka pilih? Misha Glenny — jurnalis brilian, ya, tapi jujur saja: siapa yang bisa menggantikan dia? Acara ini tumbuh karena Bragg menolak keras untuk 'sengaja relevan' — tanpa menuruti politik saat ini. Kini kita serahkan pada orang yang menulis buku laris yang diubah jadi drama kriminal TV. Saya suka McMafia sama seperti orang lain, tapi apakah nanti kita bakal dapat gangster Balkan, bukan filsuf zaman kuno?

Ujian sebenarnya bukan pada CV Glenny — tapi apakah BBC akan melindungi format sakral acara ini. Bragg bukan sekadar pembawa acara; ia mengkoleksi ide-ide dengan disiplin seperti biarawan. Apakah era baru akan mempertahankan struktur tiga babak: tesis-anti-tesis-sintesis? Apakah tim produksi masih bersiap seolah belajar untuk ujian A-level? Dan apakah mereka masih menambahkan babak keempat yang indah di versi podcast, di mana para ahli mengakui belum sepenuhnya paham Aquinas? Atau kini kita bakal dapat ‘poin pembicaraan’ dan cuplikan viral?

Komentar (8)
Radio Old Guard Member (Anggota Radio Klasik)
Let’s be real — nobody can replace Bragg. The man was a national treasure. Glenny’s smart, sure, but he’s not a philosopher. He’s a journalist. And I’m not ready to trade 25 years of disciplined intellectual rigor for someone who might ‘jazz things up’.

Jujur saja — nggak ada yang bisa menggantikan Bragg. Pria itu harta nasional. Glenny pintar, tentu, tapi dia bukan filsuf. Dia jurnalis. Dan saya belum siap menukar 25 tahun kedisiplinan intelektual demi seseorang yang mungkin 'memeriahkan suasana'.

Cultural Evolution Advocate (Pendukung Evolusi Budaya)
Respect to Bragg, but treating him like a deity isn’t helping anyone. In Our Time can evolve without becoming trash. Glenny brings global narratives and a journalist’s skill in storytelling. That’s not ‘dumbing down’—that’s widening access. Maybe we don’t need more lectures on Aquinas and can instead explore how Ottoman history shaped modern Turkey. That’s relevance with depth.

Hormat untuk Bragg, tapi memperlakukannya seperti dewa nggak menolong siapa-siapa. In Our Time bisa berkembang tanpa jadi sampah. Glenny membawa narasi global dan keahlian bercerita ala jurnalis. Ini bukan 'dilemahkan,'—ini memperluas akses. Mungkin kita nggak perlu lagi dosen yang ngomongin Aquinas terus-menerus, bisa ganti ekspor sejarah Ottoman yang membentuk Turki modern. Itu yang namanya relevansi dengan kedalaman.

Former Radio4 Intern (Mantan Magang Radio4)
I worked on IOtM for six months. The prep is insane. Each episode is four days of reading, fact-checking, and guest coordination. The guest list? Professors from Oxford, Cambridge, Harvard. The tone is set from the top. Glenny’s already part of the Radio 4 DNA — he gets it.

Saya pernah kerja di IOtM selama enam bulan. Persiapannya gila. Setiap episode butuh empat hari baca, verifikasi fakta, dan koordinasi narasumber. Daftar narasumber? Profesor dari Oxford, Cambridge, Harvard. Nada diskusi ditentukan dari atas. Glenny sudah jadi bagian dari DNA Radio 4 — dia paham betul.

Millennial History Nerd (Pecinta Sejarah Generasi Milenial)
As someone who discovered IOtM via podcast, I don’t care if Glenny ‘spices it up’. If it means more young people listen to debates on Neoplatonism instead of TikTok rants, I’m all for it.

Sebagai orang yang pertama kali kenal IOtM lewat podcast, saya nggak peduli kalau Glenny ‘menambahkan bumbu’. Kalau itu berarti lebih banyak anak muda dengar diskusi tentang Neoplatonisme alih-alih omelan TikTok, saya sangat mendukung.

Cultural Evolution Advocate (Pendukung Evolusi Budaya)
Exactly. We’re not trading philosophy for gangsters. We’re inviting more voices into the temple. Glenny knows eastern Europe. That’s a whole world of history and thought often ignored. Let the philosophers stay — but maybe let the journalists and historians sit at the table too.

Tepat sekali. Kita nggak menukar filsafat dengan gangster. Kita mengundang lebih banyak suara ke dalam kuil. Glenny tahu Eropa Timur. Itu dunia penuh sejarah dan pemikiran yang sering diabaikan. Biarkan para filsuf tetap ada — tapi mungkin biarkan jurnalis dan sejarawan juga duduk di meja diskusi.

Pessimistic Classicist (Klasikis Pesimis)
‘Spicing it up’ is how we get ‘Ancient Greece: Did They Have Vibes?’ on BBC Three.

‘Menambahkan bumbu’ itu awal mula kita dapat ‘Yunani Kuno: Apakah Mereka Punya Vibes?’ di BBC Three.

Pragmatic Listener (Pendengar Pragmatis)
Let’s wait until January 15. Then we’ll know if it’s evolution or entropy.

Tunggu sampai 15 Januari. Baru kita tahu apakah ini evolusi atau entropi.

BBC Podcast Data Analyst (Analis Podcast BBC)
For what it’s worth, downloads are up 13% since the announcement. People are curious. Curiosity’s not the enemy of depth — it’s the spark.

Sebagai data, jumlah unduhan naik 13% sejak pengumuman. Orang penasaran. Rasa penasaran bukan musuh kedalaman — itu justru percik api-nya.