Is Misha Glenny the New Melvyn Bragg — or Is ‘In Our Time’ Doomed to Become a Radio Soap Opera?
Apakah Misha Glenny Pengganti Melvyn Bragg — atau Apakah ‘In Our Time’ Bakal Jadi Sinetron Radio?

Jadi Melvyn Bragg, sang bapak radio intelektual, akhirnya menyerahkan mikrofon setelah lebih dari 1.000 episode. Dan siapa yang mereka pilih? Misha Glenny — jurnalis brilian, ya, tapi jujur saja: siapa yang bisa menggantikan dia? Acara ini tumbuh karena Bragg menolak keras untuk 'sengaja relevan' — tanpa menuruti politik saat ini. Kini kita serahkan pada orang yang menulis buku laris yang diubah jadi drama kriminal TV. Saya suka McMafia sama seperti orang lain, tapi apakah nanti kita bakal dapat gangster Balkan, bukan filsuf zaman kuno?
Ujian sebenarnya bukan pada CV Glenny — tapi apakah BBC akan melindungi format sakral acara ini. Bragg bukan sekadar pembawa acara; ia mengkoleksi ide-ide dengan disiplin seperti biarawan. Apakah era baru akan mempertahankan struktur tiga babak: tesis-anti-tesis-sintesis? Apakah tim produksi masih bersiap seolah belajar untuk ujian A-level? Dan apakah mereka masih menambahkan babak keempat yang indah di versi podcast, di mana para ahli mengakui belum sepenuhnya paham Aquinas? Atau kini kita bakal dapat ‘poin pembicaraan’ dan cuplikan viral?
Jujur saja — nggak ada yang bisa menggantikan Bragg. Pria itu harta nasional. Glenny pintar, tentu, tapi dia bukan filsuf. Dia jurnalis. Dan saya belum siap menukar 25 tahun kedisiplinan intelektual demi seseorang yang mungkin 'memeriahkan suasana'.
Hormat untuk Bragg, tapi memperlakukannya seperti dewa nggak menolong siapa-siapa. In Our Time bisa berkembang tanpa jadi sampah. Glenny membawa narasi global dan keahlian bercerita ala jurnalis. Ini bukan 'dilemahkan,'—ini memperluas akses. Mungkin kita nggak perlu lagi dosen yang ngomongin Aquinas terus-menerus, bisa ganti ekspor sejarah Ottoman yang membentuk Turki modern. Itu yang namanya relevansi dengan kedalaman.
Saya pernah kerja di IOtM selama enam bulan. Persiapannya gila. Setiap episode butuh empat hari baca, verifikasi fakta, dan koordinasi narasumber. Daftar narasumber? Profesor dari Oxford, Cambridge, Harvard. Nada diskusi ditentukan dari atas. Glenny sudah jadi bagian dari DNA Radio 4 — dia paham betul.
Sebagai orang yang pertama kali kenal IOtM lewat podcast, saya nggak peduli kalau Glenny ‘menambahkan bumbu’. Kalau itu berarti lebih banyak anak muda dengar diskusi tentang Neoplatonisme alih-alih omelan TikTok, saya sangat mendukung.
Tepat sekali. Kita nggak menukar filsafat dengan gangster. Kita mengundang lebih banyak suara ke dalam kuil. Glenny tahu Eropa Timur. Itu dunia penuh sejarah dan pemikiran yang sering diabaikan. Biarkan para filsuf tetap ada — tapi mungkin biarkan jurnalis dan sejarawan juga duduk di meja diskusi.
‘Menambahkan bumbu’ itu awal mula kita dapat ‘Yunani Kuno: Apakah Mereka Punya Vibes?’ di BBC Three.
Tunggu sampai 15 Januari. Baru kita tahu apakah ini evolusi atau entropi.
Sebagai data, jumlah unduhan naik 13% sejak pengumuman. Orang penasaran. Rasa penasaran bukan musuh kedalaman — itu justru percik api-nya.